Category: Lokalitas
-

Menakar Kebangsawanan Petta Tjalleng Daeng Magguliling
Percakapan ihwal Petta Tjalleng Daeng Maggulilling Karaeng Tallua Dongkonga, tidak pernah tuntas pada urusan silsilah. Setiap ikhtiar membacanya kerap berujung pada laku, jarak, dan pilihan etis di tengah pusaran kuasa. Tanggapan M. Yunasri Ridhoh melalui esai berjudul, “Bangsa dan Bangsawan”,Paraminda.com, 28 Desember 2025, menghadirkan satu timbangan konseptual penting, terkait pembedaan tegas antara bangsa sebagai persekutuan…
-

Siapa Pewaris Petta Tjalleng Daeng Magguliling?
Kadang, sejarah kerap menorehkan kisah, tentang mereka yang bertengger di pucuk kuasa. Ia jarang menyapa sosok yang memilih menepi, kala jalan menuju puncak terbuka. Padahal, keputusan menahan langkah, acap kali menentukan keberlangsungan sebuah tatanan. Pada wilayah sunyi semacam itulah, nama Petta Tjalleng Daeng Magguliling Karaeng Tallu Dongkokanga menggapai maknanya. Esai saya di Paraminda.com, tentang “Petta…
-

Petta Tjalleng Daeng Magguliling Karaeng Tallu Dongkokanga
Sekira 10 tahun belakangan ini, setiap bulan Desember, baik saat menjelang peringatan Hari Jadi Bantaeng, maupun sesudahnya, saya amat suka mengintimi perkara-perkara berdimensi Butta Toa sebagai julukan Kabupaten Bantaeng. Selain bersilaturrahmi dengan budayawan, tetua negeri, juga amat intens mengeja karya-karya literasi terkait masa silam Bantaeng. Bentangan masanya cukup panjang untuk dintimi, sejak zaman Orang Toala,…
-

Dari Pasalonreng ke Paolle: Jejak Tari yang Menghidupkan Bantaeng
Setiap kali kalender bergeser ke bulan Desember, ada satu daerah di Sulawesi Selatan yang berdebar sedikit lebih kencang: Bantaeng. Bukan tanpa alasan—7 Desember adalah Hari Jadi Bantaeng, dan tahun 2025 menandai usia daerah ini yang ke 771 tahun. Sebuah usia yang membuat kita serempak berpikir bahwa Bantaeng bukan sekadar wilayah, tapi juga ruang panjang sejarah…
-

Mengulik Kembali Legenda Tunipelaka
Esai ini saya tulis sebagai refleksi pribadi terhadap kisah “Tunipelaka (Orang yang Terbuang)”, sebuah legenda yang saya tulis untuk mengenang keberanian perempuan-perempuan Sulawesi Selatan dalam melawan sunyi, adat, dan ketakutan. Bagi saya, kisah ini tidak berhenti di masa lalu, melainkan terus berdenyut dalam kehidupan perempuan masa kini yang masih mencari kebebasan dan makna. Setiap perempuan…
-

Kelapa Bercabang Dua, Cerita tentang Hati yang Mendua
Di Tana Beru, tempat perahu-perahu phinisi bertolak dan kembali dari lautan luas, terdapat kelapa dengan pohon bercabang dua. Kelapa tersebut adalah saksi abadi janji yang diingkari oleh hati yang mendua, dan tentang nasib yang tak bisa dihindari. Pada suatu hari sebuah kapal yang tampaknya telah hantam badai berlabuh di Tana Beru. Kapal tersebut dikemudikan oleh…
-

Prespektif Gen Z Mengenai Pesta Adat Gantarangkeke
“Ayo de’ ke Gantarangkeke, pergi mamiki lihat-lihat sama, siapa tahu ada yang mau dibeli,” ajak anak berusia 9 tahun kala itu. Apa yang menjadi pemikiran anak-anak tentang kegiatan di tempat yang ramai? Tempat yang dipenuhi oleh berbagai pertunjukan, jajanan, serta mainan. Tentu saja ingin pergi bersama teman-temannya untuk berkumpul, bermain, dan melihat banyak pertunjukan. Seperti…
-

Keindahan Budaya yang Terkorbankan oleh Sampah
“Ri biringna lamalaka, tamparangna pakjukukang” “Attunu-tunu juku rikalullpai susayya” Begitulah isi penggalan lirik lagu berjudul “Kalabiranna Butta Toa” yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Udin pansel. Lagu ini menggambarkan satu di antara banyaknya budaya di Bantaeng, yakni Pesta Adat Pa’jukukang. Tradisi yang berasal dari kebiasaan Raja Gantarangkeke yang rutin mencari ikan pada pertengahan bulan Syakban di…
-

Ada’ Kabiasang Sampulonrua Pa’gaukang Pa’buntingang Gantarangkeke
“Jatuh cinta itu mudah! Tapi bagaimana jika cintamu diperhadapkan oleh adat? Inilah yang membuatnya sedikit rumit.” Ikatan suci pernikahan, jika mengikuti syarat dan langkah berdasarkan agama Islam ataupun aspek modern lainnya, begitu singkat dan mudah. Contohnya, jika kamu punya calon, mahar dan kerabat sebagai saksi serta dipimpin oleh penghulu, maka kamu sudah bisa menikah. Namun,…
-

Pesta Adat Pa’jukukang-Gantarangkeke: Sebuah Kenangan Pernikahan
“Pernahkah anda membayangkan jika hari pernikahan Anda dirayakan oleh banyak orang, bahkan jauh setelah jasad Anda terbenam di kedalaman semesta?” Bantaeng memang memiliki banyak cerita yang menarik untuk dikupas, tentu hal ini merupakan sesuatu yang lumrah bagi kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Bantaeng. Gelar Butta Toa untuk Bantaeng bukanlah julukan yang melekat begitu saja, hal…
