Category: Esai

  • Egaliter Tanpa Basa-Basi

    Egaliter Tanpa Basa-Basi

    Inilah pelajaran di negeri yang tak bertanya jabatan. Ia menjadi sesuatu yang mewah untuk orang yang berasal dari tempat saya lahir dan menua: Indonesia. Di sini, di Indonesia inilah saya menemukan para pejabat atau yang merasa orang penting selalu ingin tampil paling depan. Tempat duduk di dalam suatu acara publik pun terasa amat menentukan derajat…

  • Serambi Baca Tau Macca Loka: Sebatang Lilin dari Desa

    Serambi Baca Tau Macca Loka: Sebatang Lilin dari Desa

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih ada sudut-sudut kecil di desa yang berusaha menjaga tradisi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah “Serambi Baca Tau Macca”, satu perpustakaan yang terletak di teras rumah kami di Dusun Barabatua, Desa Bontomarannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Ruang sederhana ini telah menjadi tempat bagi masyarakat untuk membaca dan mencari…

  • Di Ambang Luka Kemanusiaan: Palestina dalam Narasi Ketidakadilan

    Di Ambang Luka Kemanusiaan: Palestina dalam Narasi Ketidakadilan

    Saya sering bertanya pada diri sendiri. Seberapa jauh perasaan harus diseret agar seseorang bisa menjadi manusia? Seberapa panjang jalan menuju kemanusiaan yang harus kita tapaki dalam luka yang dibentangkan sejarah, saban waktu, tanpa jeda? Nama Palestina hadir bukan sekadar sebagai nama tempat, tetapi sebagai luka purba yang belum juga sembuh, bahkan ketika waktu mencoba menyembunyikannya…

  • Haneda Mengundang Iri

    Haneda Mengundang Iri

    Akhirnya malam hari kami tiba di Haneda. Saya kemudian tahu melalui seorang kawan bahwa ia bukan bandar udara (bandara) terbesar di Jepang. Haneda adalah bandar tersibuk. Letaknya di Tokyo. Ia bandar terdekat dari pusat kota Tokyo yakni hanya kurang lebih 15 km jaraknya. Haneda sepintas memiliki kemewahan yang tak jauh berbeda dengan Terminal 3 Bandara…

  • Perlukah Mengumbar Kehidupan Pribadi di Media Sosial?

    Perlukah Mengumbar Kehidupan Pribadi di Media Sosial?

    Suatu hari, seorang teman bertanya pada saya, “Menurut kamu, apakah penting sering unggah foto mesra atau kegiatan pribadi di media sosial?” Pertanyaan ini terlihat sederhana, tapi sebenarnya cukup dalam dan mengajak kita untuk berpikir ulang tentang cara kita menggunakan media sosial setiap hari. Sebagai pengguna aktif media sosial, terutama Facebook, saya melihat bahwa orang-orang punya…

  • Kitalah Penghancur Buku yang Sebenarnya

    Kitalah Penghancur Buku yang Sebenarnya

    Pagi ini, masih merenungi peringatan Hari Buku Nasional, 17 Mei 2025, saya tiba-tiba kembali merenungkan buku, Penghancuran Buku dari Masa ke Masa, karya Fernando Báez. Buku ini pernah saya baca dan miliki, tetapi karena satu dan lain hal sudah tidak lagi bersama saya. Buku tersebut menyajikan gambaran mengerikan tentang berbagai bentuk penghancuran buku sepanjang sejarah—dari…

  • Suaka

    Suaka

    Hasil wawancara dari sebuah penelusuran, terhadap suasana dan kondisi  bagaimana Pama’ berusaha untuk meringankan beban sebuah dinamika pergolakan masa itu. Yang kemudian berusaha untuk  meretas entitas bahkan identitasnya.  ‎‎Konon  di tahun seribu delapan ratusan.  pemangku pemerintahan (raja). Ini cukup sensitif menguak tabir di balik tubir sejarah yang buram nan suram. Ada bentangan peristiwa di tengah…

  • Dua Sayap Lembaga Ekonomi Desa

    Dua Sayap Lembaga Ekonomi Desa

    Keseriusan pemerintah membangun ekonomi dari pedesaan dan pinggiran bukan isapan jempol. Baru-baru ini, pemerintah melalui Inpres Nomor 9 tahun 2025, tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah putih. Atas dasar intruksi presiden, pemerintah melalui kementerian dan lembaga negara mendorong masyarakat di desa dan kelurahan, segara menginisiasi pembentukan Koperasi Merah Putih. Pemerintah daerah di tingkat provinsi dan…

  • Filsafat Tak Tinggal di Menara Gading, Ia adalah Napas Sehari-hari

    Filsafat Tak Tinggal di Menara Gading, Ia adalah Napas Sehari-hari

    Hemat saya, filsafat sejak awal kelahirannya, bukanlah semata-mata tentang konsep-konsep abstrak yang hanya bisa dijangkau oleh mereka yang hidup di menara gading. Filsafat lahir dari kekaguman, dari rasa heran yang sangat manusiawi, dari keinginan untuk memahami hidup yang begitu dinamis, kompleks, dan tak jarang melelahkan. Saya percaya bahwa filsafat, sebagaimana yang diimpikan oleh para filsuf…

  • Kala Kemarau di Babangeng Menyapa

    Kala Kemarau di Babangeng Menyapa

    Di Babangeng kemarau biasanya berlangsung Juni hingga Agustus, sesekali bertahan hingga Oktober. Saat kemarau, hembus angin lebih dingin dan lembab. Malam lebih menggigil. Siang menjadi lebih terik, dahan pinus yang saling bergesek bisa menyebabkan kebakaran. Lahan pertanian seringkali ikut terbakar. Saat kemarau berlangsung lebih lama, rumah yang sumber airnya dari Sungai Pappepekang akan berhenti mengalir.…