Category: Esai

  • Akar Metafisis dari Bencana Alam: Perspektif Epistemologi Irfani

    Akar Metafisis dari Bencana Alam: Perspektif Epistemologi Irfani

    Proses kehidupan yang sering kali diterpa bencana, Indonesia menjadi saksi dari deretan peristiwa yang menunjukkan betapa rapuhnya struktur sosial manusia saat berhadapan dengan gejolak alam. Dalam setahun terakhir (2024), data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.942 peristiwa bencana alam yang melanda nusantara. Mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gempa…

  • Sejarah dan Budaya Hanya Tipu Daya

    Sejarah dan Budaya Hanya Tipu Daya

    Sejarah disuplai oleh pemenang, yang kemudian bersenang-senang, meninggalkan kisah sesungguhnya tergeletak sepi, tanpa pusara dan baru nisan (hanya karena literasi yang tidak tersuluhi) lenyap, terkoyak-koyak, dan dijual murah kepada  pelaku dan pencatut sejarah.  Mengapa harus meredam dentuman meriam Belanda? Agar kita bisa tahu dalang yang mendulang keuntungan sejarah kita. Dengan mahar yang mahal untuk mencari…

  • Jus Durian, eh… Gus Durian

    Jus Durian, eh… Gus Durian

    Entah pendengarannya seorang kisanak kurang jelas, atau kata-kata saya tak tangkas, sehingga ajakan saya ke satu hajatan disalah-pahami. Betapa tidak, Gusdurian menghelat haul Gus Dur, dia tangkap sebagai acara makan durian, terlebih lagi bakal minum jus durian. Mungkin kata Gusdurian menjadi biangnya. Apalagi sudah masuk musim durian. Sesarinya, hajatan haul Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid,…

  • In Memorium Sang Penutur Tabe’ Bija

    In Memorium Sang Penutur Tabe’ Bija

    Pak Safar dan Pak Haris. Mereka berdua adalah nama yang tentunya tidak asing bagi semua insan pendidikan di Bantaeng atau mungkin masyarakat biasa yang ada di Bantaeng. Sayangnya, kedua nama ini sudah berjalan lebih dahulu dan pulang ke kampung abadi di sana. Di tahun lalu Pak Safar berjalan lebih dulu. Tahun ini, Pak Haris lah…

  • Satu Januari 2025

    Satu Januari 2025

    Tidak harus mengumbar resolusi, berharap dipilih para dewa penyaji kemeriahan. Sambil bertamasya, melengkapi acara semalam dengan bakar ikan, bakar kembang api. Hingga membakar kemenyan pada dupa-dupa kemanusiaan yang pelupa. Kemudian hanya mengusik mimpi malam pada detik Januari di tahun 2025, hadir seolah membawa harapan. Hari dan bulan di setiap peralihan tahun sejak dulu masih begitu-begitu…

  • Literasi di Kota Makassar Pasca 2024: Masih Adakah Harapan?

    Literasi di Kota Makassar Pasca 2024: Masih Adakah Harapan?

    Kota Makassar, yang dahulu dikenal sebagai kota intelektual, kini seolah kehilangan arah di tengah riuhnya zaman. Sebagai warganya, kita masih menyebut diri bagian dari tradisi pelaut ulung, tetapi pertanyaannya, apakah kita masih memiliki peta untuk menavigasi lautan literasi? Literasi sejati bukan sekadar tumpukan kata, tetapi sebuah kerja panjang jiwa, yang menyangkut proses membaca, merenung, dan…

  • Refleksi Politik Akhir Tahun

    Refleksi Politik Akhir Tahun

    Hiruk pikuk pemilu 2024 baru saja usai. Para calon pengurus negara tingkat provinsi, kabupaten, kota telah diputuskan sebagai pemenang. Di waktu yang sama, suka cita menyeruak, duka cita menghidu pada masing-masing pendukung. Di balik peristiwa politik lima tahunan itu, apa hikmah bisa dipetik dari fenomena pemilihan langsung kali ini. Tumbuh kembang demokrasi di tanah air,…

  • Menghidu Minda di Selingkung Duta Pelajar-Anak

    Menghidu Minda di Selingkung Duta Pelajar-Anak

    Berinteraksi dengan pelajar-anak, sungguh punya dinamika tersendiri. Utamanya bagi seorang yang tidak muda lagi usianya. Sebab, mesti lantip dalam memahami dunianya. Bukan mereka yang dipaksa beradaptasi. Mereka laiknya anak panah, lepas dari busurnya buat menantang masa depan. Hanya perlu menarik busur sekuat tenaga. Bagi saya yang sudah tidak muda lagi, bergaul dengan sekumpulan pelajar-anak, terutama…

  • Senam Hebat, Inovasi yang Diikat

    Senam Hebat, Inovasi yang Diikat

    Ada rasa rindu yang samar setiap kali mendengar kata “senam”. Mungkin karena kenangan masa kecil yang bercampur aduk antara keseruan dan keterpaksaan. Jumat pagi di sekolah dasar, suara peluit bapak guru membelah lapangan, menyuruh kami berbaris rapi. Gerakan kepala ke kiri, ke kanan, tangan berputar, melompat sambil menyebut angka dengan nada yang lebih mirip mantra…

  • Desa Cerdas Bersama Ruang Komunitas Digital Desa

    Desa Cerdas Bersama Ruang Komunitas Digital Desa

    Melata dari satu desa ke desa lainnya, sungguh merupakan salah satu cara menyenangkan diri. Apatah lagi dibarengi dengan kegiatan percakapan. Persuaan dengan warga desa, saling berbagi pengetahuan, menjadi agenda saya di pucuk tahun, Desember 2024. Sabtu, 14 Desember 2024, saya bertandang ke Kecamatan Uluere, Bantaeng. Persisnya, di dua desa. Pagi-siang di Desa Bontomarannu dan siang-jelang…