Category: Esai

  • Relawan oh Relawan

    Relawan oh Relawan

    “Jangan biarkan orang baik berjuang sendirian.” Kalimat singkat itu, hilir mudik jelang masa pemilu sampai. Siapa yang melantamkannya? Mereka yang menyebut dirinya relawan. Pada mulanya, relawan adalah cermin partisipasi warga negara, sebelum maknanya dibunuh oleh mereka sendiri.  Relawan dalam konteks politik, idealnya adalah konglomerasi warga negara, dengan kesukarelaan menyumbang waktu, tenaga, dan pikiran, dalam upaya…

  • Masa Depan Dimulai dari Siapa Teman Kita Hari ini

    Masa Depan Dimulai dari Siapa Teman Kita Hari ini

    Pergaulan adalah jembatan yang menghubungkan masa kini dengan masa depan, baik atau buruknya tergantung siapa yang berjalan bersamamu.” Pergaulan merupakan bagian penting dari kehidupan remaja yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter, kebiasaan, serta arah masa depan. Pada masa ini, remaja sedang dalam proses mencari jati diri dan menempuh berbagai pengalaman yang akan menentuka jalan…

  • Skincare: Bukan Pemanjaan, Melainkan Pelestarian Diri

    Skincare: Bukan Pemanjaan, Melainkan Pelestarian Diri

    Kenali diri, peduli jiwa dan pikiran, sebentuk wujud cinta kita pada diri sendiri. Karena itu, perlu ada perawatan diri. Perawatan diri bukan sekadar mempercantik penampilan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga dan merawat diri sendiri. Perawatan kulit adalah rangkaian aktivitas untuk menjaga kesehatan sekaligus memperbaiki penampilan, serta mencegah berbagai masalah yang mungkin muncul pada kulit.…

  • Asyiknya Menjadi Seorang Guru

    Asyiknya Menjadi Seorang Guru

    “Lembur tidak dicatat, telat selalu diingat, pulang terlambat tidak dihitung, izin langsung ditandai.” Mata sudah terjaga, kala toa mushollah Masjid BTN Thamrin Labandu mulai memperdengarkan suara Qori’ yang tidak asing bagi gendang telingaku,  begitu asyik dan syahdu melantunkan ayat per ayat di Surah Al Kahfi. Hal yang biasa saya lakukan pada pukul 04.00 WITA dinihari…

  • Etape Dua: Operasionalisasi Koperasi Merah Putih

    Etape Dua: Operasionalisasi Koperasi Merah Putih

    Keberlanjutan Koperasi Desa Merah Putih, disingkat KDMP memasuki etape dua. Sebelumya, atas perintah Presiden Prabowo, seluruh desa dan kelurahan telah membentuk koperasi di wilayah masing-masing. Sudah lebih 80 ribu koperasi dibentuk di desa dan kelurahan. Tak hanya itu koperasi tersebut resmi berbadan hukum. Artinya, Koperasi Merah Putih sudah dapat melakukan aktivitas usaha ekonomi. Berangkat dari…

  • Usia Remaja: Langkah Awal Mencintai Literasi

    Usia Remaja: Langkah Awal Mencintai Literasi

    “Dari membaca aku menemukan dunia, dari membaca aku berkelana tanpa berpindah.” Kutipan tersebut sangat populer di media sosial. Membaca itu kegiatan yang melelahkan otak. Mengapa? Karena sebuah kalimat terdiri dari beberapa kata, dan sebuah kata terdiri dari beberapa huruf, dan huruf adalah simbol. Ketika membaca sesuatu, kita perlu menerjemahkan setiap simbol yang ada untuk membentuk…

  • Paradoks Religiusitas

    Paradoks Religiusitas

    Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa (Taurat), Daud (Zabur), Isa (Injil), dan Muhammad (Al-Quran), dianugerahkan, serta didesain untuk umat manusia agar dapat menjalani kehidupannya dengan penuh arti, sebagai makhluk yang paling mulia. Ajaran dari kitab suci sudah menjadi aksioma, bahwa agama mengajarkan kebaikan, dan mustahil mengajarkan keburukan, apalagi saling menyakiti. Ini berarti, manusia wajib…

  • Kerajaan di bawah Kaki Huadi (Bagian I)

    Kerajaan di bawah Kaki Huadi (Bagian I)

    Di Bantaeng, kami dulu percaya bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Tapi itu dulu, sebelum kami tahu bahwa ternyata ada kekuasaan yang lebih tinggi lagi, kekuasaan di bawah kaki Huadi. Sudah 46 hari lamanya para buruh dari Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi Kawasan Industri Bantaeng (SBIPE-KIBA) bertahan di kantor DPRD. Empat puluh enam…

  • Cerita untuk Bantaeng Satu Negeri Seribu Cerita

    Cerita untuk Bantaeng Satu Negeri Seribu Cerita

    Pengetahuan umum sudah menabalkan, sebuah buku merupakan produk rohani. Istilahnya, buku separas anak rohani. Buku serupa refleksi kerja rohani, menunjukkan buku lahir dari getar jiwa yang mencari keabadian. Napas penulis ada dalam buku, menjadi kata dan hidup setiap kali dibaca. Buku tak hanya menyimpan pikiran, tapi luka, doa, dan harapan terpatri di dalamnya. Pada setiap…

  • Kolaborasi untuk Mimpi: Catatan Gelar Wicara Literasi

    Kolaborasi untuk Mimpi: Catatan Gelar Wicara Literasi

    Delapan puluh tahun lalu, ketika Indonesia baru merdeka, tahun 1945, hampir 90% rakyat kita buta huruf. Hanya segelintir orang yang mampu membaca dan menulis, merekalah yang terpilih, para elite, beberapa di antaranya founding father/mother. Bapak ibu bangsa kita. Tak cukup seratus tahun, menurut data terbaru, tersisa 0,93 % atau sekitar 3 juta orang yang belum…