Category: Esai

  • Menulis di Jalan Sunyi: Menjaga Obor di Tengah Badai

    Menulis di Jalan Sunyi: Menjaga Obor di Tengah Badai

    Menulis selalu saya bayangkan seperti berjalan di jalan sunyi dengan membawa obor kecil di tangan. Kadang anginnya terlalu kencang, badai datang tanpa permisi, dan langkah terasa goyah. Namun setiap kali obor itu hampir padam, ada suara halus dari dalam diri yang berbisik: ‘Siapa lagi yang bisa menjaga obor ini kalau bukan kamu?’ Dan di situlah…

  • Pemimpin tanpa Jabatan

    Pemimpin tanpa Jabatan

    “Jika semua orang mau menyapu halaman mereka sendiri, seluruh dunia ini akan bersih.” (Bunda Teresa) Dunia yang makin cepat dan kompetitif mengharuskan semua orang berlomba mengejar impian masing-masing. Realitas kehidupan sosial, mengharuskan kita memilih yang terbaik dari seluruh pilihan yang ada. Dengan demikian, keberhasilan orang diukur, sejauh mana memilih cara yang tepat meraih yang diimpikan.…

  • Sesat Pikir Pahlawan Nasional

    Sesat Pikir Pahlawan Nasional

    Saya cantumkan kembali tulisan ini (Sejarah, Buku, dan Diktator) karena menurut saya memiliki irisan dengan penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional, Senin (10/11) kemarin. Momentum yang ganjil, saat memperingati hari Pahlawan Nasional, dengan mengangkat seorang koruptor a.k.a penjahat HAM sebagai bagian di antaranya. Ini seperti menyaksikan film dengan ending antiklimaks, atau menyaksikan plot twist di babak…

  • Kerajaan di Bawah Kaki Huadi (Bagian II): Republik di Dalam Karung Nikel

    Kerajaan di Bawah Kaki Huadi (Bagian II): Republik di Dalam Karung Nikel

    Ada yang berubah di Bantaeng. Udara tak lagi bau garam dari laut atau aroma jagung rebus dari warung pojok, tapi bau besi nikel yang sombong, bau yang katanya “tanda kemajuan”. Katanya, di sini akan lahir masa depan yang bercahaya. Tapi yang saya lihat justru masa depan sedang dipanggang di tungku pabrik milik PT. Huadi Nickel…

  • Literasi Kuat, Bantaeng Bangkit (?)

    Literasi Kuat, Bantaeng Bangkit (?)

    Apalah makna satu peristiwa bila tak direfleksikan. Hanya akan menjadi seonggok ingatan tanpa geliat. Peristiwa yang direfleksikan akan berpucuk pada perenungan kejadian. Lalu, hikmah menyata, sikap berubah, dan kesadaran membumi. Begitulah kiranya dengan hajatan Festival Literasi Bantaeng, dibentang helatannya oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng, 23-25 Oktober 2025, bertempat di Perpusda Bantaeng, dibuka oleh…

  • Gegara Kata Budele

    Gegara Kata Budele

    Sebelumnya, agar tidak piti-piti dan kapitu-pitu (asal dan ngawur). Supaya lebih terarah, agar tidak mengada-ada. ‎‎Bagaimana seksi dan rupawannya serta asal-usul “budele“? Konteks budayanya?  Yang sering jadi incaran, bahkan sengketa pada sebuah keluarga. Hingga berujung tragis. Sesama  saudara “sikapallakki” (saling sikat), hanya gegara “budele“.  ‎‎ ‎‎Kata budele,  memiliki beberapa versi pengertian. Ada yang memperkirakan berasal dari…

  • Ketika Pengadilan Memilih Membalik Fakta: Kasus Buruh Huadi dan Ancaman bagi Keadilan Ketenagakerjaan

    Ketika Pengadilan Memilih Membalik Fakta: Kasus Buruh Huadi dan Ancaman bagi Keadilan Ketenagakerjaan

    Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Makassar pada 3 November 2025, terhadap perkara PT Huadi Nickel Alloy Indonesia vs 20 buruh, bukan sekadar kekalahan satu kelompok pekerja. Putusan tersebut mencerminkan persoalan yang jauh lebih serius, bagaimana lembaga peradilan dapat dengan mudah mengabaikan bukti negara, data jam kerja, serta kesaksian ahli, lalu memutus berdasarkan konstruksi hukum yang…

  • Belajar dari Ombak dan Pasir Bonto Jai

    Belajar dari Ombak dan Pasir Bonto Jai

    Sebagai seorang relawan literasi yang sering berinteraksi dengan anak-anak di pesisir Desa Bonto Jai, saya menemukan pelajaran berharga tentang kehidupan dari cara mereka tumbuh dan beraktivitas. Di tempat yang mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, di tepi laut dengan embusan angin asin dan debur ombak yang tak pernah henti, tersimpan kisah keteguhan, keceriaan, dan semangat…

  • Kidung: Suara keadilan di Balik Tungku dan Cerobong

    Kidung: Suara keadilan di Balik Tungku dan Cerobong

    ‎Semua sisa kenangan, tergenang di antara belantara kesenjangan sosial, antara keinginan, harapan serta kenyataan. Tergilas oleh sesuatu di luar waras.  ‎Saya pikir kepulan asap tebal di cerobong itu, adalah bagian dari api abadi kehidupan. Rupanya bukan. ‎Setiap detik, tungku dipertahankan.  Jangan sampai  padam, cuan tidak mengalir, dampaknya buruh sasaran.  ‎Mata nanar, membidik satu persatu para…

  • Ujung Tombak di Tanah Pesisir

    Ujung Tombak di Tanah Pesisir

    Di sudut selatan Kabupaten Bantaeng, ada sebuah desa yang dikenal dengan keindahan pantainya, juga semangat warganya yang tak pernah padam. Itulah Bonto Jai, biasa juga disebut Desa To’ro Mattayya. Desa ini adalah beranda Kabupaten Bantaeng, di balik debur ombak dan barisan pohon kelapa yang menari diterpa angin laut, ada sekelompok anak muda yang menjadi denyut…