Author: Sulhan Yusuf
-

Pelajar dan Literasi Moderasi Beragama untuk Indonesia Emas 2045
Koridor dan ruang kelas di tengah hiruk-pikuk sekolah. Sekotah pelajar berjalan tergesa-gesa. Ransel bertengger di punggung berisi buku pelajaran. Sebagian sibuk bercanda, ada pula yang menunduk memeriksa layar ponsel. Dari mereka, tampak isyarat kecil, masa depan bangsa sebenarnya sedang menghidu mereka. Penuh energi, tanya, dan kemungkinan. Namun, muncul hal lain, sering luput dari sorotan: bagaimana…
-

Petta Tjalleng Daeng Magguliling Karaeng Tallu Dongkokanga
Sekira 10 tahun belakangan ini, setiap bulan Desember, baik saat menjelang peringatan Hari Jadi Bantaeng, maupun sesudahnya, saya amat suka mengintimi perkara-perkara berdimensi Butta Toa sebagai julukan Kabupaten Bantaeng. Selain bersilaturrahmi dengan budayawan, tetua negeri, juga amat intens mengeja karya-karya literasi terkait masa silam Bantaeng. Bentangan masanya cukup panjang untuk dintimi, sejak zaman Orang Toala,…
-

Menjadi Manusia Kaloli
Kamu adalah apa yang kamu makan. Isi piringmu mencerminkan kepribadianmu. Apa yang kamu makan mencerminkan siapa dirimu. Makananmu mengungkapkan karaktermu. Kepribadianmu tercermin dalam apa yang kamu pilih untuk dimakan. Tunjukkan makananmu, dan aku akan tahu siapa dirimu. Makanan tidak hanya mengenyangkanmu, tetapi ia mengungkapkan dirimu. Sederet kalimat-kalimat bijak tersebut, paling sering muncul di media sosial.…
-

Dua Kecamuk Amarah Menghidu Hari Jadi ke-771 Bantaeng
Kadangkala satu negeri mengulang hari jadinya, bukan dengan kesemarakan pesta semata, melainkan peristiwa penanda tak terduga. Penanda datang serupa interupsi, agar sekotah anak negeri mawas diri. Sebab, kehadirannya muncul dari arah tak disangka-sanga. Bantaeng, per 7 Desember 2025, sudah memangsa waktu tujuh abad lebih, persisnya 771 tahun. Peringatan hari jadinya tidak main-main. Pasti menghabiskan biaya…
-

Nalar Literat sebagai Fondasi Peradaban
Gedung kadang menjadi saksi atas hadirnya lintasan percakapan unik dan berdimensi ke masa depan. Mengimajinasikan masa datang, berlapik pikiran kekinian, usai mengeja minda masa silam. Eloknya lagi, bila percakapan itu dihelat oleh sekelompok kaum muda-mahasiswa, buat satu negeri, demi tanggungjawab selaku agen perubahan. Bangunan berupa kantor, di dalamnya ada satu sudut ruang, bernama Studio Mal…
-

Fatimahisme: Semesta Gerakan Perempuan
Lahirnya satu lapik gerakan sosial, tak sedikit bertumpu pada seorang tokoh. Sederet contoh sebagai amsal: Marxisme, Leninisme, Marhaenisme, Saminisme, dll. Syaratnya, paling tidak, terdapat minda yang kuat, relevan dengan semangat zaman, diikuti oleh massa, bisa dipraktikkan, dan diakui oleh publik. Dan, penamaan disematkan oleh para pengikut, akademisi, kritikus sosial, ataupun masyarakat luas. Gedung warisan Kolonial…
-

Abbaku Seorang Kiai Kampung
Selamat Hari Ayah buat ayah. Sembari ia memeluk dari belakang. Nyaris menaiki punggung sang ayah, kayak mau di-dengnge. Kiwari, si anak telah memangsa waktu sekira 20-an tahun. Telah menjalani tahun pertamanya di universitas. Ucapan selamatnya membuat sang ayah terperangah. Pasalnya, tanggal 12 November merupakan Hari Ayah Nasional. Sang ayah melata di dunia lebih separuh abad,…
-

Literasi Kuat, Bantaeng Bangkit (?)
Apalah makna satu peristiwa bila tak direfleksikan. Hanya akan menjadi seonggok ingatan tanpa geliat. Peristiwa yang direfleksikan akan berpucuk pada perenungan kejadian. Lalu, hikmah menyata, sikap berubah, dan kesadaran membumi. Begitulah kiranya dengan hajatan Festival Literasi Bantaeng, dibentang helatannya oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng, 23-25 Oktober 2025, bertempat di Perpusda Bantaeng, dibuka oleh…
-

Cerita untuk Bantaeng Satu Negeri Seribu Cerita
Pengetahuan umum sudah menabalkan, sebuah buku merupakan produk rohani. Istilahnya, buku separas anak rohani. Buku serupa refleksi kerja rohani, menunjukkan buku lahir dari getar jiwa yang mencari keabadian. Napas penulis ada dalam buku, menjadi kata dan hidup setiap kali dibaca. Buku tak hanya menyimpan pikiran, tapi luka, doa, dan harapan terpatri di dalamnya. Pada setiap…
-

Manakala Songkobala Menghidu Aksi Buruh Bantaeng
Tak butuh jeda, seolah berkejaran dengan waktu. Hanya sela sehari usai deklarasi pendirian Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) di Bantaeng. Mereka kembali menyata di Makassar. Waktu berjalan cepat bagai roda pabrik berputar. Makin kuat putarannya, bisa bikin pusing di pusaran Kantor Pengadilan Negeri Makassar. Logika hukum bakal berlaga di…
