Author: Sulhan Yusuf

  • Menjadi Manusia Kaloli

    Menjadi Manusia Kaloli

    Kamu adalah apa yang kamu makan. Isi piringmu mencerminkan kepribadianmu. Apa yang kamu makan mencerminkan siapa dirimu. Makananmu mengungkapkan karaktermu. Kepribadianmu tercermin dalam apa yang kamu pilih untuk dimakan. Tunjukkan makananmu, dan aku akan tahu siapa dirimu. Makanan tidak hanya mengenyangkanmu, tetapi ia mengungkapkan dirimu. Sederet kalimat-kalimat bijak tersebut, paling sering muncul di media sosial.…

  • Dua Kecamuk Amarah Menghidu Hari Jadi ke-771 Bantaeng

    Dua Kecamuk Amarah Menghidu Hari Jadi ke-771 Bantaeng

    Kadangkala satu negeri mengulang hari jadinya, bukan dengan kesemarakan pesta semata, melainkan peristiwa penanda tak terduga. Penanda datang serupa interupsi, agar sekotah anak negeri mawas diri. Sebab, kehadirannya muncul dari arah tak disangka-sanga. Bantaeng, per 7 Desember 2025, sudah memangsa waktu tujuh abad lebih, persisnya 771 tahun. Peringatan hari jadinya tidak main-main. Pasti menghabiskan biaya…

  • Nalar Literat sebagai Fondasi Peradaban

    Nalar Literat sebagai Fondasi Peradaban

    Gedung kadang menjadi saksi atas hadirnya lintasan percakapan unik dan berdimensi ke masa depan. Mengimajinasikan masa datang, berlapik pikiran kekinian, usai mengeja minda masa silam. Eloknya lagi, bila percakapan itu dihelat oleh sekelompok kaum muda-mahasiswa, buat satu negeri, demi tanggungjawab selaku agen perubahan. Bangunan berupa kantor, di dalamnya ada satu sudut ruang, bernama Studio Mal…

  • Fatimahisme: Semesta Gerakan Perempuan

    Fatimahisme: Semesta Gerakan Perempuan

    Lahirnya satu lapik gerakan sosial, tak sedikit bertumpu pada seorang tokoh. Sederet contoh sebagai amsal: Marxisme, Leninisme, Marhaenisme, Saminisme, dll. Syaratnya, paling tidak, terdapat minda yang kuat, relevan dengan semangat zaman, diikuti oleh massa, bisa dipraktikkan, dan diakui oleh publik. Dan, penamaan disematkan oleh para pengikut, akademisi, kritikus sosial, ataupun masyarakat luas. Gedung warisan Kolonial…

  • Abbaku Seorang Kiai Kampung

    Abbaku Seorang Kiai Kampung

    Selamat Hari Ayah buat ayah. Sembari ia memeluk dari belakang. Nyaris menaiki punggung sang ayah, kayak mau di-dengnge. Kiwari, si anak telah memangsa waktu sekira 20-an tahun. Telah menjalani tahun pertamanya di universitas. Ucapan selamatnya membuat sang ayah terperangah. Pasalnya, tanggal 12 November merupakan Hari Ayah Nasional.  Sang ayah melata di dunia lebih separuh abad,…

  • Literasi Kuat, Bantaeng Bangkit (?)

    Literasi Kuat, Bantaeng Bangkit (?)

    Apalah makna satu peristiwa bila tak direfleksikan. Hanya akan menjadi seonggok ingatan tanpa geliat. Peristiwa yang direfleksikan akan berpucuk pada perenungan kejadian. Lalu, hikmah menyata, sikap berubah, dan kesadaran membumi. Begitulah kiranya dengan hajatan Festival Literasi Bantaeng, dibentang helatannya oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng, 23-25 Oktober 2025, bertempat di Perpusda Bantaeng, dibuka oleh…

  • Cerita untuk Bantaeng Satu Negeri Seribu Cerita

    Cerita untuk Bantaeng Satu Negeri Seribu Cerita

    Pengetahuan umum sudah menabalkan, sebuah buku merupakan produk rohani. Istilahnya, buku separas anak rohani. Buku serupa refleksi kerja rohani, menunjukkan buku lahir dari getar jiwa yang mencari keabadian. Napas penulis ada dalam buku, menjadi kata dan hidup setiap kali dibaca. Buku tak hanya menyimpan pikiran, tapi luka, doa, dan harapan terpatri di dalamnya. Pada setiap…

  • Manakala Songkobala Menghidu Aksi Buruh Bantaeng

    Manakala Songkobala Menghidu Aksi Buruh Bantaeng

    Tak butuh jeda, seolah berkejaran dengan waktu. Hanya sela sehari usai deklarasi pendirian Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) di Bantaeng. Mereka kembali menyata di Makassar. Waktu berjalan cepat bagai roda pabrik berputar. Makin kuat putarannya, bisa bikin pusing di pusaran Kantor Pengadilan Negeri Makassar. Logika hukum bakal berlaga di…

  • Kaum Buruh se-Bantaeng, Bersatulah!

    Kaum Buruh se-Bantaeng, Bersatulah!

    “Buruh bersatu tak bisa dikalahkan”. “Kelas buruh Indonesia pemimpin pembebasan”. Dua lembar spanduk menempel di dinding aula, seolah mendukung spanduk ukuran besar, terpampang sebagai latar panggung, bertuliskan “Dengan berserikat dan kepemimpinan yang kuat, kita tegakkan persatuan kaum buruh yang militan, patriotik dan demokratik untuk wujudkan keadilan upah, hak atas keselamatan dan kesehatan kerja, serta hari…

  • Orang-Orang Balla Bicara Mencintai Sang Nabi

    Orang-Orang Balla Bicara Mencintai Sang Nabi

    Dua batang pohon pisang, sementara berbuah, rela meninggalkan rumpunnya, demi satu hajatan cinta. Keduanya ditanam pada ember besar, agar tetap kokoh berdiri tiada layu. Batangnya ditancapi potongan bilah bumbu menyerupai stik drum, berhiaskan aneka warna. Ujung stik bergelantungan telur, kue, cemilan, gula-gula, dan lainnya. Percayalah, stik-stik menjadi incaran setiap penghadir, karena ada berkah cinta menguar…