Author: Sulhan Yusuf

  • Dari Bantaeng ke Woitombo

    Dari Bantaeng ke Woitombo

    Hakikat safar manakala raga dan jiwa menyatu, menaklukkan sekotah bunga petualangan, lalu menjadi buah perjalanan. Bersafari secara jasmani dan rohani, berbuah pengalaman lahir dan batin, berpucuk keunikan. Kali ini, perjalanan saya menyambangi satu desa di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, persisnya di Desa Woitombo, tergolong unik. Bukan saja jarak tempuh ribuan kilometer dan jutaan…

  • Bontojai, Campaga, Bontodaeng, dan lainnya

    Bontojai, Campaga, Bontodaeng, dan lainnya

    Acapkali dihidu oleh lilitan faktor kebetulan. Waima, di semesta tiada yang kebetulan. Hanya perkara waktu saja belum baku sambung, antara peristiwa satu dengan lainnya. Bila melatai semesta dilakoni apa adanya, maka sambungan peristiwa sungguh merupakan satu kesatuan. Begitulah di hari Senin, 4 Agustus 2025, sejak baskara semenjana teriknya, hingga tiba pada semadya safarnya, sekira sesudah…

  • Perpusda Bantaeng: Gedung Baru dan Seonggok Harapan

    Perpusda Bantaeng: Gedung Baru dan Seonggok Harapan

    Ramadan, sang bulan suci bagi umat Islam, baru saja memasuki semadya safarnya. Persisnya, Jumat, 14 Maret 2023, seorang Bunda Literasi Kabupaten Bantaeng yang baru dilantik, Gunya Paramashukhaputri, bertandang ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantaeng. Kunjungan tersebut berbuah tutur, seperti dilansir beberapa media daring, “Gedungnya bagus dan bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya tingkat sekolah tapi juga umum,…

  • Jus Durian, eh… Gus Durian

    Jus Durian, eh… Gus Durian

    Entah pendengarannya seorang kisanak kurang jelas, atau kata-kata saya tak tangkas, sehingga ajakan saya ke satu hajatan disalah-pahami. Betapa tidak, Gusdurian menghelat haul Gus Dur, dia tangkap sebagai acara makan durian, terlebih lagi bakal minum jus durian. Mungkin kata Gusdurian menjadi biangnya. Apalagi sudah masuk musim durian. Sesarinya, hajatan haul Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid,…

  • Menghidu Minda di Selingkung Duta Pelajar-Anak

    Menghidu Minda di Selingkung Duta Pelajar-Anak

    Berinteraksi dengan pelajar-anak, sungguh punya dinamika tersendiri. Utamanya bagi seorang yang tidak muda lagi usianya. Sebab, mesti lantip dalam memahami dunianya. Bukan mereka yang dipaksa beradaptasi. Mereka laiknya anak panah, lepas dari busurnya buat menantang masa depan. Hanya perlu menarik busur sekuat tenaga. Bagi saya yang sudah tidak muda lagi, bergaul dengan sekumpulan pelajar-anak, terutama…

  • Desa Cerdas Bersama Ruang Komunitas Digital Desa

    Desa Cerdas Bersama Ruang Komunitas Digital Desa

    Melata dari satu desa ke desa lainnya, sungguh merupakan salah satu cara menyenangkan diri. Apatah lagi dibarengi dengan kegiatan percakapan. Persuaan dengan warga desa, saling berbagi pengetahuan, menjadi agenda saya di pucuk tahun, Desember 2024. Sabtu, 14 Desember 2024, saya bertandang ke Kecamatan Uluere, Bantaeng. Persisnya, di dua desa. Pagi-siang di Desa Bontomarannu dan siang-jelang…

  • Sekuntum Harapan di Kampus Ungu

    Sekuntum Harapan di Kampus Ungu

    Tidak ada yang kebetulan, sekotahnya akan terwujud pada waktunya. Hanya kapannya saja yang masih sering jadi misteri. Dan, hidup maupun kehidupan itu layak dijalani karena masih ada misterinya. Manakala tak ada lagi misteri, maka kehidupan serupa menonton siaran ulang pertandingan sepakbola. Seperti itulah yang terjadi pada selepas Asar hingga malam merintis safarnya, 20 Desember 2024,…

  • Poros Literasi Boetta Ilmoe–Bungung Salapang

    Poros Literasi Boetta Ilmoe–Bungung Salapang

    Awalnya, hanya perkawanan, berlanjut bukan lagi sekadar perkawanan. Seorang kawan saya, Irfan Tawakkal, warga Jeneponto bertugas selaku pendamping desa di Bantaeng. Irfan sering menulis esai, khususnya tayang di Kalaliterasi.com dan Paraminda.com. Salah seorang kawan lamanya, Irsainanto Daeng Sewang, sering membacanya, lalu penasaran akan kemajuan Irfan dalam kepenulisan. Lalu, mencari tahu latar kemajuan Irfan. Maka Irfan…

  • Tarimakasi Lompo Bung Ilham Azikin

    Tarimakasi Lompo Bung Ilham Azikin

    Sekira 6 tahun lalu, persisnya pada 05 September 2018,  aku menorehkan satu esai di Kalaliterasi.com, bertitel “Tengkiyu Profesor, Tarimakasi Profesor”. Esai tersebut, sudah menjadi bagian dari buku ketigaku, berjudul Pesona Sari Diri, hal. 493-496, terbit April 2019. Biar lebih elok, aku kutipkan saja paragraf terakhirnya, “Bagi saya, sebagai warga dan selaku penikmat sepak bola, sepatutnya…

  • Butta Toa: Di mana Ketuaanmu?

    Butta Toa: Di mana Ketuaanmu?

    Kabupaten Bantaeng dijuluki Butta Toa, maknanya tanah tua. Usianya sudah memasuki 770 tahun, per 7 Desember 2024. Penetapan hari jadinya, berlapik mencocokkan beberapa peristiwa penting dan entitas warisan budaya. Lalu, di mana bisa dilacak ketuaannya sebagai alamat kematangan jiwanya? Jamak diketahui, Hari Jadi Bantaeng dipercakapkan dalam Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga Bantaeng (KKB), berlangsung 2-4 Juli…