Author: Sulhan Yusuf
-

Library Pop-Up Fest
Sore ceria kembali menyata di Taman Bermain Anak Pantai Seruni Bantaeng. Persisnya, sejak usai Asar hingga jelang Magrib, Sabtu, 13 September 2025, sekumpulan anak sekolahan, sekaum remaja, dan ibu-ibu, plus bapak-bapak, menyemutkan diri dalam arena wisata literasi. Bila dipilah-pilah organ-organ pendukungnya, maka akan terlembagakan menjadi, Darma Wanita Persatuan Bantaeng, PKK Bantaeng, Perpusda Bantaeng, Forum Anak…
-

Kepada Kaum Pongah, Kaum Buruh Bisa Menggelincirkanmu
Tak elok sepelekan tuntutan kecil, sebab bisa menjungkalkan para pembual. Persis seperti batu kerikil, mampu menggelincirkan pejalan pongah. Kepongahan itu sebentuk warisan purba manusia, masih selalu mencari pengusungnya di kekinian. Dan, para penuntut akan menemukan tambang perjuangannya. Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) Bantaeng kembali merilis seruan aksi di depan Kantor DPRD Bantaeng, 8…
-

Akbar Mengakbarkan Woitombo
Ada yang akbar dalam penampakan raganya, tapi kerdil jiwanya. Sebaliknya, amat kecil tampilan jasmaninya, tetapi akbar rohaninya. Small is beautiful, kecil itu indah. Dan, keindahan itulah cerminan akbarnya suatu objek. Begitulah imajinasi saya, tatkala menyata selama 3 harmal di Desa Woitombo, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kehadiran saya, tiada lain atas undangan dari…
-

Indo: Ibu Relasi untuk Literasi
Bertubi-tubi ucapan duka melayang buatmu, bagai rudal-rudal Iran menghantam Israel. Menyemut pelayat menyambangi mukimmu di pinggiran kota. Mengular kisanak-nyisanak mengantarkan jenazahmu ke peristirahatan terakhirmu. Bahkan, malam-malam takziyah atasmu, kursi-kursi padat terisi, walau tak semewah kursi anggota DPR. Paling tidak, itulah yang kusaksikan via layar datar ponselku. Mungkin berlebihan saya menggambarkan kepulanganmu pada keabadian. Walakin, untuk…
-

Woitombo: Kemah Rakyat Berparas Literasi
Kokok ayam menguatkan asa saya pada dini hari. Beberapa rakaat sebelum kewajiban Subuh, tunai saya tegakkan. Subuh pun saya dirikan dengan nuansa lahir dan batin. Sokongan semesta lokasi perkemahan, sangat ampuh mengondisikan kekuatan jasmani dan ketegaran rohani, buat memanjat langit ilahi. Sambutan kicauan aneka burung seolah menegaskan, negeri Waitombo siap dihidu dengan perhelatan bernuansa literasi,…
-

Dari Bantaeng ke Woitombo
Hakikat safar manakala raga dan jiwa menyatu, menaklukkan sekotah bunga petualangan, lalu menjadi buah perjalanan. Bersafari secara jasmani dan rohani, berbuah pengalaman lahir dan batin, berpucuk keunikan. Kali ini, perjalanan saya menyambangi satu desa di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, persisnya di Desa Woitombo, tergolong unik. Bukan saja jarak tempuh ribuan kilometer dan jutaan…
-

Bontojai, Campaga, Bontodaeng, dan lainnya
Acapkali dihidu oleh lilitan faktor kebetulan. Waima, di semesta tiada yang kebetulan. Hanya perkara waktu saja belum baku sambung, antara peristiwa satu dengan lainnya. Bila melatai semesta dilakoni apa adanya, maka sambungan peristiwa sungguh merupakan satu kesatuan. Begitulah di hari Senin, 4 Agustus 2025, sejak baskara semenjana teriknya, hingga tiba pada semadya safarnya, sekira sesudah…
-

Perpusda Bantaeng: Gedung Baru dan Seonggok Harapan
Ramadan, sang bulan suci bagi umat Islam, baru saja memasuki semadya safarnya. Persisnya, Jumat, 14 Maret 2023, seorang Bunda Literasi Kabupaten Bantaeng yang baru dilantik, Gunya Paramashukhaputri, bertandang ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantaeng. Kunjungan tersebut berbuah tutur, seperti dilansir beberapa media daring, “Gedungnya bagus dan bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya tingkat sekolah tapi juga umum,…
-

Jus Durian, eh… Gus Durian
Entah pendengarannya seorang kisanak kurang jelas, atau kata-kata saya tak tangkas, sehingga ajakan saya ke satu hajatan disalah-pahami. Betapa tidak, Gusdurian menghelat haul Gus Dur, dia tangkap sebagai acara makan durian, terlebih lagi bakal minum jus durian. Mungkin kata Gusdurian menjadi biangnya. Apalagi sudah masuk musim durian. Sesarinya, hajatan haul Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid,…
-

Menghidu Minda di Selingkung Duta Pelajar-Anak
Berinteraksi dengan pelajar-anak, sungguh punya dinamika tersendiri. Utamanya bagi seorang yang tidak muda lagi usianya. Sebab, mesti lantip dalam memahami dunianya. Bukan mereka yang dipaksa beradaptasi. Mereka laiknya anak panah, lepas dari busurnya buat menantang masa depan. Hanya perlu menarik busur sekuat tenaga. Bagi saya yang sudah tidak muda lagi, bergaul dengan sekumpulan pelajar-anak, terutama…
