Category: Esai
-

Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?
Hari, bulan, dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan, dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80,…
-

Malam Penyaksian Ilahi
“Jika tak kau pahami cinta itu apa? Tanyalah malam! Tanyalah dari wajah pucat dan bibir yang kering.” (Maulana Rumi) Memutuskan suatu hal yang amat menentukan perjalanan hidup, adalah bagian penting dari seseorang. Kesadaran akan hal itu, tidak ujub-ujub muncul, jika bukan atas kehendak-Nya, maka Allah tidak memberikan pada makhluknya. Ketika Allah menghendaki seseorang, dan ingin…
-

Nakaluki Kanyamangngang, Tersisa Semata Kenangan
Na apajia ana’. Punna nia’mi russaka, nanu anre angkatutui sikuntu niaka rikau battu kabattuangna barang-barangnu surang kaniakkangna. Tiada guna semuanya, hanya membuat menjadi petaka kelak jika tidak sesuai hak sesungguhnya. Masih terngiang masa kecil, remaja sampai dewasa para orangtua kami, dan hampir semua sepupu mengalami buah kisah tentang konon katanya, bagaimana situasi nakaluki kanyamangngang surang…
-

Ketika Ibadah Menjadi Konten: Puasa Ramadan di Era Digital
Sejak kecil, Ramadan bagi saya selalu terasa lebih tenang. Setelah sahur, saya senang menikmati udara subuh yang masih sejuk. Tidak ada kebisingan, tidak ada kesibukan. Hanya langit yang perlahan terang dan suasana yang hening nan damai. Di siang hari, semuanya berjalan lebih pelan. Saya lebih banyak membaca Al-Qur’an, berhenti sebentar, lalu membaca lagi. Tidak ada…
-

Smapat Bantaeng: Wajah Pendidikan Harmoni dalam Keberagaman
Pagi masih cerah meninggalkan rumah. Tubuh yang masih enggan bergerak terpaksa bergegas lantaran penyelesaian tugas akhir (skripsi) sebagai mahasiswa sudah tak bisa lagi ditunda. Udara semangat pagi di hari Senin terasa mengembuskan energi jaket almamater kampus biru yang kukenakan kala itu. Selayaknya mahasiswa akhir, saya sadar bahwa waktu tak akan menunggu. Kali ini, perjalanan terasa…
-

Perpusda Bantaeng: Gedung Baru dan Seonggok Harapan
Ramadan, sang bulan suci bagi umat Islam, baru saja memasuki semadya safarnya. Persisnya, Jumat, 14 Maret 2023, seorang Bunda Literasi Kabupaten Bantaeng yang baru dilantik, Gunya Paramashukhaputri, bertandang ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantaeng. Kunjungan tersebut berbuah tutur, seperti dilansir beberapa media daring, “Gedungnya bagus dan bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya tingkat sekolah tapi juga umum,…
-

Kalompoangna Dikucilkan
Wangi kopi Pa’bumbungang masa kejayaannya, sekarang menentramkan sejenak pikiran saya. Meletakkan satu sesaji untuk menguatkan hati menerima segala konsekuensi dari segala kondisi dan dimensi. Berapa cerita, mulai dari zaman Belanda sampai ke mata-mata Belanda. Hehe. Sampai pada dinamai gerombolan (pasukan). Hingga pada telikungan sejarah “kalompoangna” kemudian dikucilkan. Bahwa pernah jaya tetapi seribu tipu daya. Membantai…
-

Sekapur Sirih Kajannanganganna Buyut Pama
Singkamma bunga biraeng, kereppi jammeng lananbossarang kalengna. Apa itu mitos? Atau sebagai simbolisasi seperti sejarah penamaan dan temuan istilah bunga mawar, anggrek, serta melati? Seperti itulah prahara Kajannangnganga di sebuah daerah dijuluki katanya Butta Toa. Kehadirannya tidak detail dengan struktur periodik. Antara versi gallarrang dan kajannangang se’re bannang panjai (satu haluan dan keterhubungan). Kemudian diputus…
-

Ulat dan Ular yang Berpuasa
Persiapan Ramadan kali ini sedikit beda tahun sebelumnya, pasalnya, kali ini adalah, Ramadan pertama, saat usianya beranjak 40 tahun. Kata orang, di usia 40 atau Quadragenerian, merupakan pintu gerbang mamasuki paru baya. Biasanya, pada usia itu seseorang mengalami perubahan mental, sekaligus spiritual, sebagai titik balik kehidupan, dalam memperbarui kesadaran terhadap semesta. Untuk membebaskan dirinya dari…
-

Sejarah Leluhur Kami Dibegal?
Tabe ri dallekang mala’burittaRiempoang masunggutaNaku parampe pa’maiNakutannisa’sala tujuh turunanRi tuju pinangka’na. Lanri mallakku piti pau-paui ri sesena ta’lenguka tannicinika nakua adaka, naku tanre tongja nakubassung. Mingka apajia, tanre laku barani, iareka cakkania’ erok nikua. Nasaba simata erokku angngisenge se’re runtu Carita battu ri boheku. Seperti kunang-kunang , tiada sebenderang ekspestasi kami sebagai generasi yang terjebak…
