Category: Esai
-

KAHMI Bantaeng untuk Indonesia Maju
Dari kader HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) menjadi kader umat, amat sering ditabalkan di forum training-training HMI. Semasa ber-HMI, maka setiap anggota dipandu untuk menjadi bagian dari umat sekaligus bagian dari bangsa. Tema besar panduan itu bertajuk, berpadunya ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an. Tatkala telah menjadi alumni HMI, secara otomatis menjadi KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam). Lewat…
-

Legislator dan Proyek MBG di Bantaeng: Sebuah Potret Kaburnya Batas Pengawasan
Isu keterlibatan legislator dalam proyek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantaeng belakangan ramai diperbincangkan. Program yang sejatinya digagas Presiden untuk memperkuat ketahanan gizi anak bangsa, kini justru terancam citranya karena adanya dugaan campur tangan wakil rakyat dalam ranah eksekusi kebijakan. Jika benar anggota DPRD Bantaeng turut melibatkan diri langsung dalam pengelolaan dapur MBG,…
-

Sangka Tojengna Gauka
Rapang lembarang dudu na tempo tommo (ibarat beban dipikul, lalu patah). Tanpa saya harus tahu ke mana percaya itu saya tambatkan. Empoma nakutakajanna’ nakutimbang ri pakmai (bergumam, tercekat, kemudian saya merelung dalam hati). Melihat peradaban yang terjungkal jauh di tepi kanal yang dipenuhi para kadal. Kemanusiaan kini terkikis oleh ambiguitas. Ada yang menyamar menjadi Semar dan…
-

Library Pop-Up Fest
Sore ceria kembali menyata di Taman Bermain Anak Pantai Seruni Bantaeng. Persisnya, sejak usai Asar hingga jelang Magrib, Sabtu, 13 September 2025, sekumpulan anak sekolahan, sekaum remaja, dan ibu-ibu, plus bapak-bapak, menyemutkan diri dalam arena wisata literasi. Bila dipilah-pilah organ-organ pendukungnya, maka akan terlembagakan menjadi, Darma Wanita Persatuan Bantaeng, PKK Bantaeng, Perpusda Bantaeng, Forum Anak…
-

Demo Buruh: Belajar Berpihak dari Seekor Semut
Dulu, dulu sekali, di tempat nun jauh, di tanah para nabi, ada sebuah kisah yang terus hidup dalam ingatan banyak orang. Ketika Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud, api besar menyala-nyala, melahap kayu bakar yang menumpuk tinggi, seolah bumi akan hangus karenanya. Semua makhluk ketakutan. Tak ada yang berani mendekat. Namun, di antara kerumunan itu,…
-

Ketika Keadilan Seolah Mati di Hadapan Buruh
Hari ini, rasa kecewa dan marah saya terhadap para politikus dan pemerintah benar-benar telah mencapai puncaknya. Kepercayaan yang dulu masih tersisa, kini sirna sudah. Bagaimana tidak? Pada hari Senin, tanggal 8 september 2025, SBIPE dan delapan organisasi kepemudaan (OKP) turun tangan, mendesak para wakil rakyat agar menekan Bupati dan Kapolres—dua sosok yang menandatangani perjanjian bersama…
-

Kepada Kaum Pongah, Kaum Buruh Bisa Menggelincirkanmu
Tak elok sepelekan tuntutan kecil, sebab bisa menjungkalkan para pembual. Persis seperti batu kerikil, mampu menggelincirkan pejalan pongah. Kepongahan itu sebentuk warisan purba manusia, masih selalu mencari pengusungnya di kekinian. Dan, para penuntut akan menemukan tambang perjuangannya. Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) Bantaeng kembali merilis seruan aksi di depan Kantor DPRD Bantaeng, 8…
-

Tafsir Kiri Pemikiran Cak Nur atas Demo Buruh
Ah, saya lupa (lagi). Akhir bulan lalu, 29 Agustus 2025 adalah tepat 20 tahun Nurcholish Madjid—akrab disapa Cak Nur—berpulang. Sebulan sebelumnya, saya beberapa kali mengecek tanggal pasti wafatnya, guna menyiapkan tulisan, demi mengenang salah satu masinis pemikir pembaharuan Islam di Indonesia ini. Saya baru ingat lagi, setelah menatap lemari buku, mata saya tetiba tertuju pada…
-

Tatkala Buruh Menyegel DPRD Bantaeng
Bumi Butta Toa-Bantaeng kembali bergetar dan bergemuruh, tapi bukan karena gempa bumi atau banjir bandang. Melainkan, karena unjuk rasa kaum buruh. Persisnya, 11 September 2025, pukul 13.30 WITA, massa Serikat Buruh Pertambangan dan Industri (SBIPE) Bantaeng, melakukan aksi simbolik dengan menyegel kantor DPRD Bantaeng. Buruh menempel spanduk besar di bagian depan pintu utama bertuliskan “KANTOR…
-

Nak
Perjuanganmu menjadi artefak dan jejak, bahwa pernah menjadi bagian dan saksi perjalanan hidupmu sebagai buruh yang dikebiri haknya, di tengah gagapnya para pejabat yang hanya meneguk anggur di meja kepentingan. Mereka lupa, karena mabuk berjamaah.Atau mungkin lebih bisa saja juga kurang, dari tiga tahun, terhitung dengan jemari. Ada sesungut menunggu di antara kepastian dan realitas…
