Author: Ikbal Haming
-

Siapa pun yang Menang Pilkada, yang Kalah Tetap Masa Depan Kita
Hanya ada 1 dari 5 anak laki-laki yang hadir pagi itu, menurut keterangan, yang lain ikut orangtuanya berkampanye. Di sana ada artis ibukota. Di kelas hanya ada guru, suka marah-marah pula. Di sekolah lain, menurut seorang kawan, anak-anaknya justru dijemput sendiri oleh bapaknya yang sudah siap dengan baju paslon andalannya, siap berkampanye hingga menang. Di…
-

Yang Lebih Penting dari Ujian Nasional
Masih pagi, sekitar pukul 06.15, seorang murid kelas III SMP, Bojongsari, Depok, Jawa Barat memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya. Remaja malang itu diduga bunuh diri karena takut tidak lulus Ujian Nasional (UN). Menurut orangtuanya, anaknya sangat khawatir tidak lulus UN, pribadi yang riang dan mudah bergaul itu berubah menjadi pendiam sebelum…
-

Seorang Lelaki yang Akan Menjadi Ayah
Lelaki itu tidak pernah menyangka akan menjadi seorang ayah, hingga di suatu malam yang dingin dan berat, ketika malam makin pekat, saat suara yang terdengar hanya detak jam dinding di ujung ruangan, istrinya kaget karena sesuatu berdenyut di dalam perutnya. Jelas itu bukan ikan makan malamnya yang tetiba hidup kembali, atau serangga yang entah dari…
-

Selepas Senja Hari itu
Hujan dan senja adalah kesukaan kita berdua. Entah mengapa kita suka duduk di bibir pantai, di bawah pohon trembesi, kala kaki langit mulai menjingga, dan orang-orang sudah ingin pulang. Kita menghitung jumlah perahu nelayan hilir mudik, serupa titik-titik di tengah laut. Memungut dedaunan tanggal yang tak lagi hendak tinggal di dahan. Atau menertawakan kepiting pantai…
-

Membela Anak di Hari Pertama Sekolah
Hari ini, anak-anak baru masuk sekolah, pakai rok merah, rambutnya ekor kuda. Seperti yang lalu lalu, hari pertama sekolah seperti pelangi setelah hujan: warna warni. Hari ini, anak-anak yang masih mungil itu digandeng orangtuanya. Mereka malu-malu menjejakkan kaki di kelasnya yang baru, tersipu-sipu saat disapa ibu/bapak guru, juga masih kikuk saat duduk bersisian dengan kawan…
-

Antama Balla
Bagaimana kita memaknai rumah? Apakah ia serupa bangunan yang terdiri dari susunan kayu yang dihubungkan oleh paku, tempat kita kadang terpaku? Atau tentang butiran-butiran pasir dan semen, yang menyatu dengan batu merah, yang tabah memeluk kala dingin menyapa? Atau, barangkali rumah melampaui itu. Sebagaimana orang mengangankan rumah sebagai tempat paling ramah, yang menerima penghuni apa…
-

Sosaku Kobayashi, Ki Hadjar Dewantara, dan Pentingnya Sekolah yang Menyenangkan
Saya sudah lupa, kapan terakhir kali anak-anak di sekolah mendengus kecewa karena tiba waktu istirahat atau jam pulang. Selalu, sejauh yang saya saksikan, mereka justru bersorak gembira dan berteriak-teriak ketika bel penanda itu berdering. Seolah suara itu sudah lama mereka nanti, membebaskannya dari muramnya perasaan mereka di kelas. Atau, jika sudah teramat bosan, mereka akan…
