Author: Ikbal Haming
-

Ruang Sadar Pendidikan: Dari Ruang Kelas ke Medan Gagasan
Tempo hari, di lantai tiga Perpustakaan Daerah Bantaeng, Ustaz Kamaruddin menyodorkan saya sebuah buku. Sampulnya hitam kebiruan, dengan siluet kepala manusia yang diisi dengan gambar rak buku. Kombinasi keduanya seolah menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk kesadaran dan identitas, senafas dengan tajuk bukunya, Ruang Sadar Pendidikan. Menerima sebuah buku sejak dulu selalu membahagiakan, apatahlagi lagi jika…
-

Sekolah Biasa Saja: Dari Taman, ke Barak, Hingga ke Salam
Akhirnya, di siang hari yang suam, kala orang-orang sibuk meluruskan tulang belakangnya yang ringkih selepas bekerja, kurir tiba di depan rumah, mengetuk pintu, pelan sekali. Ia membawa paket berisi dua buah buku terbitan Insist Press. Saya menerima dengan riang, laiknya seorang anak yang baru saja mendapat mainan baru. Saya melepas bungkus plastik, membuka salah satu…
-

Accini Allo Baji’
Pak Haji menutup matanya yang sendu karena usia, ibu jarinya ia lipat ke dalam, sedang empat jari lainnya ia jentikkan satu per satu. Telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking. Bergantian. Berulang. Wajahnya yang teduh, ia tengadahkan ke langit-langit rumah, sembari mulutnya khyusuk mengulang-ulang kata yang teramat pelan untuk saya dengar. Pak Haji mencoba accini…
-

Revitalisasi Tri Sentra Pendidikan: Belajar dari Yogyakarta hingga Finlandia
Seorang kawan pernah mengeluh, ketika mengundang rapat orangtua murid, hanya sedikit sekali yang datang. Sisanya memilih bekerja, atau mungkin hanya berdiam diri di rumah, tak melakukan apa-apa. Sekolah belum mereka anggap sebagai rumah yang ramah, sedang pendidikan anaknya bukan bagian dari tanggung jawab bersama. Padahal, anak-anak mereka hidup dan besar di sekolah, berjam-jam duduk di…
-

Jalaluddin Rakhmat: Agama itu Akhlak yang Baik!
Kemarin, 15 Februari 2025, tepat 4 tahun Jalaluddin Rakhmat berpulang. Ia meninggal akibat Covid-19 di Rumah Sakit Sentosa, Bandung. Menyusul istrinya yang meninggal di tempat yang sama empat hari sebelumnya. Kepergian Kang Jalal–sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat—meninggalkan rongga besar bukan hanya di dada para pengagumnya, tapi juga bagi khazanah pemikiran di Indonesia. Kang Jalal merupakan salah…
-

Benteng Terakhir Bernama Sekolah
Rasanya tidak ada yang lebih mengecewakan perasaan seorang guru, kala menyaksikan satu per satu muridnya meninggalkan sekolah. Itulah yang saya rasakan ketika pada suatu pagi yang mendung, dekat meja guru di pojok kelas, saat nama-nama murid saya panggil satu per satu dan salah seorang menjawab, “Sudah tidak ke sekolah, Pak. Kemarin berangkat ke Malaysia.” Saya terpaku…
-

Siapa pun yang Menang Pilkada, yang Kalah Tetap Masa Depan Kita
Hanya ada 1 dari 5 anak laki-laki yang hadir pagi itu, menurut keterangan, yang lain ikut orangtuanya berkampanye. Di sana ada artis ibukota. Di kelas hanya ada guru, suka marah-marah pula. Di sekolah lain, menurut seorang kawan, anak-anaknya justru dijemput sendiri oleh bapaknya yang sudah siap dengan baju paslon andalannya, siap berkampanye hingga menang. Di…
-

Yang Lebih Penting dari Ujian Nasional
Masih pagi, sekitar pukul 06.15, seorang murid kelas III SMP, Bojongsari, Depok, Jawa Barat memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya. Remaja malang itu diduga bunuh diri karena takut tidak lulus Ujian Nasional (UN). Menurut orangtuanya, anaknya sangat khawatir tidak lulus UN, pribadi yang riang dan mudah bergaul itu berubah menjadi pendiam sebelum…
-

Seorang Lelaki yang Akan Menjadi Ayah
Lelaki itu tidak pernah menyangka akan menjadi seorang ayah, hingga di suatu malam yang dingin dan berat, ketika malam makin pekat, saat suara yang terdengar hanya detak jam dinding di ujung ruangan, istrinya kaget karena sesuatu berdenyut di dalam perutnya. Jelas itu bukan ikan makan malamnya yang tetiba hidup kembali, atau serangga yang entah dari…
-

Selepas Senja Hari itu
Hujan dan senja adalah kesukaan kita berdua. Entah mengapa kita suka duduk di bibir pantai, di bawah pohon trembesi, kala kaki langit mulai menjingga, dan orang-orang sudah ingin pulang. Kita menghitung jumlah perahu nelayan hilir mudik, serupa titik-titik di tengah laut. Memungut dedaunan tanggal yang tak lagi hendak tinggal di dahan. Atau menertawakan kepiting pantai…
