Author: Subarman Salim

  • Ketika Arsip tidak Memihak Korban: Catatan Diskusi “Lagu untuk Anakku”

    Ketika Arsip tidak Memihak Korban: Catatan Diskusi “Lagu untuk Anakku”

    Saya merasakan sesuatu yang ganjil, aneh sekaligus membingungkan. Saya berpikir, mungkin itu adalah efek dari sensasi menyusuri lorong sempit, remang, lengang. Lorong ringkih itu diapit dinding tinggi bak pagar penjara yang mengintimidasi siapa pun. Saya, Bu Hersis dan Afra berjalan pelan mengantri, masing-masing dengan pikiran yang menduga-duga. Kebingunganku belum juga reda saat tiba di ujung…

  • Mitos, Ilmu Sosial dan Bayang-Bayang Kekerasan Epistemik

    Mitos, Ilmu Sosial dan Bayang-Bayang Kekerasan Epistemik

    Bagi saya, mitos tidak ada, dan tidak seharusnya pernah atau masih ada di kalangan Bugis-Makassar. Malah, jangan-jangan mitos hanya ada di Yunani. Saya mengira itu adalah kekerasan terminologi. Yang mereka sebut mitos adalah “gaukang, “mappaleppe”, “maccera”, Bissu “memmang”, dan “songka bala”. Kekerasan terminologi itu terus berlanjut. Oleh sebagian masyarakat yang “taat beragama” sebagian penganut “agama…