Saya Sering Sembelit

Entah sudah berapa kali, saya membersamai pasien yang sembelit. Sudah tak terhitung jumlahnya, karena saya memang tak pernah menghitungnya.

Sangat sering saya menjumpai pasien yang keluhannya sembelit. Baik hanya karena sembelit saja, maupun adanya penyakit yang lain selain sembelit. Ada yang sudah 3 hari, 7 hari, bahkan ada yang sudah sampai 21 hari (3 pekan) sembelit. Ada yang meresponnya dengan kegelisahan, was-was dan ada juga yang biasa-biasa saja. Sembelit adalah sebuah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan buang air besar (BAB).

Sembelit juga biasa diistilahkan dengan konstipasi. Jika ke dokter, sembelit biasanya diobati dengan dulcolax, baik yang melalui anus, maupun yang oral dalam bentuk sirup. Bagi yang sedang menderita diabetes, hati-hati mengkonsumsi dulcolax sirup, sebab mengandung gula tinggi, dan tidak dianjurkan untuk penderita diabetes. Disamping dulcolax, biasanya juga disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak serat.

Mengonsumsi buah dan sayuran kaya serat adalah hal yang paling sering kita dengar, bahkan mungkin sudah menjadi keyakinan untuk terhindar dari sembelit. Tapi, beberapa orang pasienku yang sembelit, sudah sangat disiplin dalam mengonsumsi buah dan sayuran kaya serat, tapi juga masih sembelit. Sehingga butuh pemetaan lagi, untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab sembelit.

Semakin banyak informasi terkait sembelit, maka kita akan semakin terhindar dari sembelit. Eh iya sahabat holistik, sembelit tidak bisa dipandang enteng. Tidak bisa disepelekan. Sebab, tidak hanya membuat perasaan tidak nyaman di wilayah perut, tapi juga sangat bisa menyebabkan kanker usus besar (colon).

Kenapa bisa? Saat sembelit, fases/kotoran yang seharusnya keluar, tertinggal di dalam, kemudian menumpuk dan mengeras. Ketika ini berlangsung lama, maka penumpukan kotoran tersebut akan membusuk, dan akan menyebabkan munculnya bakteri dan parasit beracun, yang pada akhirnya menyebabkan kanker di usus.

Ternyata, berdasarkan penelitian dan juga dibuktikan dengan kenyataan, setidaknya oleh pasien-pasienku,  sembelit bukan hanya disebabkan karena kekurangan makanan kaya serat, melainkan juga karena:

1. Kurang gerak

Terlalu banyak berdiam diri, banyak baring , banyak tidur akan menyebabkan sembelit. Mengapa? Karena gerakan paristaltik di usus akan maksimal ketika kita mengalami banyak pergerakan. Gerakan paristaltik di usus sangat memengaruhi proses cerna, sehingga memudahkan kita untuk buang air besar. Karena itu, yang sering MAGER ( malas gerak ), ayo kita bergerak, dan sebaik-baik pergerakan adalah berolah-raga. Jalan pagi setiap hari selama 30 menit sudah cukup untuk kesehatan, termasuk kesehatan pencernaan kita.

2. Kurang minum

Air putih yang kita minum sangat memengaruhi metabolisme tubuh kita. Salah satu fungsi dari air putih adalah sebagai pelumas dan memperlancar pengangkutan makanan yang masuk dalam tubuh. Kekurangan air putih, akan menyebabkan kotoran mengeras, menumpuk  dan pada akhirnya sulit untuk keluar dalam bentuk buang air besar. Karena itu, ayo kita minum air putih , minimal 1,5 liter setiap hari, dimulai saat bangun di subuh hari sampai sore hari. Malam hari cukup 1 gelas saja. Air putih yah… sebab, tak satu pun minuman yang mampu menggantikan fungsi dan manfaat air putih.

3. Kemarahan pada diri sendiri dan adanya keinginan yang kuat untuk menghukum diri sendiri.

Jika ini terjadi, maka sebaiknya berdamailah dengan diri sendiri, yang bermula dari sikap menerima secara total apa pun kondisinya. Coba lihat dan amati, begitu banyak potensi dan kelebihan yang Allah Swt. sudah berikan. Dengan melihat ke dalam diri, maka sudah selayaknya mencintai diri sendiri. Sebaliknya, kalau kita saja marah dengan diri sendiri, lalu bagaimana dengan pandangan orang lain terhadap kita? Karena itu, tumbuhkan, sirami, tegaskan , bahwa saya mencintai diriku sendiri, saat ini, sekarang ini.

4. Tidak mau melepas masa lalu.

Melekat pada masa lalu yang memberi rasa sakit. Enggan untuk memberikan dirinya sendiri kesenangan dan suka cita, karena selalu memikirkan adanya masa-masa susah yang dihadapi. Jikalau ini terjadi, maka bersegeralah untuk berpindah ke masa sekarang, saat ini. Lepaskan semua “kaca spion” yang membuat kita selalu melihat ke belakang. Masa lalu cukup menjadi pelajaran, agar tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Atasi dengan istighfar dan senyuman, plus pemetaan atas kondisinya.

5. Kurang senyum

Saya selalu tersenyum sendiri ketika menyebut kata senyum. Itu pertanda baik, bahwa diriku sudah menyatu dengan senyuman . Maaf kalau saya berbangga diri, hehehehe. Sebetulnya, saya sedang berbagi senyuman dan juga manfaatnya. Salah satu manfaat senyuman adalah melancarkan buang air besar. Kenapa bisa? Sebab, senyuman memengaruhi kualitas gerakan paristaltik di usus, yang pada gilirannya akan memengaruhi pembuangan kotoran kita. Karena itu, setiap bangun subuh, sebelum bangkit meninggalkan tempat tidur,  ayo tersenyum terlebih dahulu. Senyumi hal-hal yang akan kita lakukan hari itu. Insyaallah,  tidak pakai lama, keinginan untuk buang air besar sudah muncul. Paling lambat di pagi hari, kita sudah buang air besar.

Kembali saya tegaskan, bahwa sembelit sebaiknya tidak disepelekan. Sebab, sangat bisa memengaruhi kualitas kesehatan kita. Idealnya, dalam sehari, kita buang air besar sebanyak 2 kali. Tapi, sekali saja dan rutin setiap harinya, apalagi di waktu yang hampir sama, itu pertanda bahwa sistem pencernaan sedang baik-baik saja, alhamdulillah. Ayo sahabat holistik,  amati kesehatan kita dengan lancarnya pembuangan setiap hari. Sudah dulu yah… rasanya saya mau ke belakang, hehehehe.

Kredit gambar: Pngtree


Comments

One response to “Saya Sering Sembelit”

  1. Dion Syaif Saen Avatar
    Dion Syaif Saen

    Wow. Beberapa point di atas mengena juga. Kurang gerak dan traumaatik masa lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *