Tulisan kali ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya, berjudul “Penyakit Nonmedis”. Pada tulisan tersebut, saya sudah menyebutkan, salah satu penyakit nonmedis adalah sihir. Terlebih dahulu kita mulai dari pengertian sihir . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sihir adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang, dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal atau supranatural.
Berdasarkan Metode dan Bahan yang digunakan para penyihir, maka sihir dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
1. Santet
Santet merupakan metode penyerangan jarak jauh. Jenis bahan yang dipergunakan spesifik. Umumnya benda mati (tidak bernyawa). Seperti kain, jerami, dibentuk seperti boneka, jarum, silet, beling (pecahan kaca), batu, sapu lidi, lilin, benang, bunga, kemenyan, dan lain-lain.
Serangan ini dapat diketahui dari tubuh korban yang normal tanpa gejala yang tidak terlihat oleh mata. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh serangan ini umumnya hanya lokal (bagian tertentu saja) dan saat difoto radiologi pun tidak ada apa-apa. Hasil dari pengerjaannya pun nyaris tidak meninggalkan tanda atau jejak yang terlalu mencolok.
2. Teluh
Teluh kebalikan dari santet. Teluh sangat identik dengan unsur yang bernyawa, seperti binatang. Cara kerja teluh dengan mengubah suatu bentuk atau zat tertentu dengan menggunakan ilmu khusus.
Ciri serangan ini dapat dilihat secara kasat mata (orang awam pun bisa melihat), gejalanya seperti, pertama, terlihat cahaya (umumnya seperti api atau cahaya berwarna merah) melesat dan masuk ke rumah target sasaran saat pengiriman pertamanya.
Kedua, jika malam hari, sering terdengar suara benda jatuh tanpa rupa dari atas rumah atau terdengar seperti suara pasir yang di lempar.
Ketiga, jika diamati pada malam hari, di tempat yang sepi (ruang lingkup rumah) terdengar seperti kerumunan orang banyak yang sedang bertengkar, atau ribut tanpa wujud, atau terdengar suara yang lamat, samar tidak jelas seperti tawon, atau lebih tepatnya suara orang meracau.
Keempat, jika terkena korban, di bagian tubuhnya terlihat membenjol (terdapat sesuatu di dalam tubuh) yang dapat berpindah-pindah tempat saat dikeluarkan. Umumnya wujud binatang seperti cacing, bambung, urik-urik (serangga yang terdapat di kandang kambing), kelabang, dan lain-lain. Kelima, tiba-tiba di rumah ada lintah atau bau busuk yang tidak jelas asalnya.
3. Tenung
Tenung merupakan pengembangan dari santet dan teluh. Prinsip dasarnya sama, tetapi aplikasi ilmu ini berbeda, karena dapat menggunakan barang, benda mati, atau hewan dan telur. Cara pengirimannya sama seperti teluh, tetapi kelebihan ilmu ini bisa menyusup ke dalam tanah. Ilmu ini mematahkan teori menangkal ilmu hitam dengan hukum fisika (columb). Gejala serangan ini dapat dilihat dengan tanda tanda berikut.
Pertama, tiba-tiba gelas atau piring di rak maupun di meja terjatuh, pecah, ambruk. Jika serangan ini menggunakan beling dan perpaduan lainnya karena unsur benda tersebut telah berubah wujud dan zat, pancaran energi asalnya mengikat benda sesamanya. Namun, tidak semuanya seperti ini, tergantung kepada daya kemampuan sang dukun.
Kedua, dampak lain dari serangan ini seperti saat makan tiba-tiba di makanan terselip paku, kawat, silet, staples dan lain-lain. Ketiga, lantai keramik pecah atau terangkat ke atas dan membentuk pola horizontal, vertikal, zigzag secara teratur dan berurutan.
Keempat, gejala dari yang terkena tenung pun tidak jauh berbeda dengan yang terkena teluh. Namun, saat dikeluarkan dari tubuh, hadiah yang didapat sedikit beragam seperti jarum, kawat, serpihan beling (kaca), paku, logam karat, batu kerikil, dan lain lain.
4 Guna-Guna
Guna-guna lebih identik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan, minuman, dan pakaian. Misalnya, si fulan sangat jahat kepada tetangganya. Tiba-tiba dia memberi buah kesukaan tetangganya. Saat buah tersebut dimakan, maka pengaruhnya akan merasuk dan mengunci pertahanan tubuh tetangganya, bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Contoh lain, si fulan memberikan baju kepada tetangganya. Setelah memakainya, sang tetangga merasakan sesuatu yang tidak enak. Orang yang mengalami ini akan meninggal, dan umumnya karena kecelakaan. Berdasarkan bentuknya sihir terbagi atas:
a. Sihir Tafriq. Sihir tafriq yaitu sihir yang esensinya memisahkan hubungan suami istri atau sesama teman dan masyarakat. Dengan menimbulkan rasa benci, dendam, semangat untuk melukai, dan membunuh.
b. Sihir Mahabbah. Sihir ini kebalikan dari yang pertama. Esensinya membuat seseorang menjadi jatuh cinta kepada wanita atau sebaliknya. Termasuk hasrat yang berlebihan untuk berhubungan seksual.
c. Sihir Khayal. Esensinya membuat cara pandang yang salah dalam penglihatan seseorang, sehingga melihat sesuatu yang diam seolah-olah bergerak atau sesuatu yang kecil tampak menjadi besar, melihat orang seolah-olah benda lain.
d. Sihir Gila. Sihir ini membuat orang jadi linglung, lupa sangat parah, bicara meracau, tidak bisa diam di tempat, tidak bisa komitmen dalam mengerjakan sesuatu, dan tidak peduli terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.
e. Sihir Khumul. Ciri orang yang terkena sihir ini suka menyendiri, diam tak bicara, tidak bereaksi, dan pusing berat di kepala.
f. Sihir Hawatif. Korbannya merasakan ada orang yang memanggil-manggilnya. Dalam mimpi pun sering ada orang yang memanggilnya, selalu merasa cemas, curiga kepada siapa saja, mimpi jatuh dari ketinggian, atau mimpi ada hewan buas hendak menerkamnya.
g. Sihir Penyakit. Yang dirasakan antara lain rasa sakit yang mendalam pada organ tubuh tertentu, atau tidak berfungsinya bagian tubuh tertentu, atau sebagian panca indera. Dan masih banyak lagi bentuk lainnya yang dilakukan jin dalam rangka menyusahkan manusia.
Secara umum, penyakit dan kejadian yang disebabkan gangguan jin berupa (1) rasa takut (2) penyakit psikis seperti gila, stres, depresi, was-was (3) penyakit fisik, seperti glaukoma, saraf terjepit, nyeri sendi, sakit perut, perut membesar (4) gangguan mata dan banyak mengkhayal (5) saling membenci dan bermusuhan antara dua orang yang memiliki ikatan, seperti suami dan istri, ikatan pertemanan dan ikatan persahabatan (6) penyakit-penyakit wanita seperti mandul, haid tidak teratur, dan lainnya (7) penyakit seksual seperti, impoten, ejakulasi dini (8) keanehan di dalam rumah seperti televisi menyala sendiri dan lainnya (9) memengaruhi kerja obat, laboratorium dan alat-alat medis lainnya, dan (10) memengaruhi cuaca dan kondisi alam.
Cara mengatasi rasa takut kepada jin:
1. Memantapkan tauhid (QS Yunus: 49).
2. Mengetahui bahwa tipu daya jin/setan sangat lemah (QS An-Nisa: 76).
3. Mengetahui bahwa tidak semua jin zalim (QS Al-Jin: 1-2).
4. Mengetahui bahwa jin lebih rendah kedudukan dan kehormatannya daripada manusia (QS Al-Isra: 70).
5. Meneliti kebenaran cerita-cerita menakutkan tentang jin. Misalnya, ketika ada cerita tentang pohon keramat atau rumah angker, maka sebaiknya ditelusuri kebenarannya.
6. Tidak membicarakan cerita-cerita menyeramkan, termasuk menghindari menonton filem horor. Ada kisah nyata, seseorang yang hobbynya nonton film horor, tapi saat mau buang air kecil di malam hari, maka yang bersangkutan minta ditemani, sebab selalu terbayang tontonannya.
7. Meyakini bahwa Allah swt mengirim MalaikatNya untuk menjaga manusia (QS Ar-Ra’d: 11) dan (QS At-Tariq: 4).
8. Mengamalkan bacaan:
a. “Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillahirrahmanirrahim”. Amalan ini saya dapat saat akan mendampingi salah seorang pasien. Sebelum berangkat menuju rumah pasien, saya memohon petunjuk kepada Allah Swt. terkait apa yang mesti dilakukan. Setelah itu, saya mengambil Al-Quran, dan kemudian membukanya. Saat membuka, mata saya langsung tertuju kepada ayat ini , “Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillahirrahmanirrahim “. Alhamdulillah, atas izin dan kehendak Allah Swt., amalan ini penuh berkah.
b. “Bismikallahumma”. Berdasarkan riwayat, orang yang mengamalkan zikir ini, maka jin yang berada pada yang bersangkutan akan keluar dari tubuhnya.
Demikian sahabat holistik, pembahasan tentang sihir yang merupakan bagian dari penyakit nonmedis. Setelah mengetahui , mulai dari metode, bentuk hingga cara mengatasinya, saya sungguh berharap agar sahabat holistik tidak perlu takut dengan penyakit nonmedis termasuk sihir. Begitu pun di saat merasa ada keluhan/gejala, sebaiknya tidak langsung dihubungkan dengan penyakit nonmedis.
Di akhir tulisan ini, saya tiba-tiba teringat pada acara di televisi, sebuah talk show bertajuk, “Bukan Empat Mata”, dengan host Tukul Arwana. Saat itu didatangkan ahli santet. Sebagai host, Tukul Arwana bertanya kepada ahli santet tersebut, “Orang seperti apa yang sangat sulit ditembus santet?” Sang ahli santet menjawab, “Orang yang hatinya selalu dalam keadaan tenang, riang gembira, dan banyak tersenyum.”
Kredit gambar: https://www.jawapos.com/

Seorang terapis. Bergiat di Sekolah dan Terapi Pammase Puang Holistik Center Makassar. Dapat dihubungi pada 085357706699.


Leave a Reply