Apa yang ada dibenak sahabat holistik, jika mendengar istilah penyakit nonmedis? Selama ini, terlanjur menguat , ketika mendengar istilah penyakit nonmedis, maka pikiran kita langsung tertuju pada guna-guna, iya bukan?
Ternyata, berdasarkan literatur dan pengalamanku mendampingi pasien, penyakit nonmedis tidak selalu berhubungan dengan guna-guna. Melainkan, lebih dari sekadar guna-guna. Tapi yang pasti, bahwa penyakit nonmedis itu berhubungan dengan keberadaan jin. Tulisan kali ini akan membahas tentang keberadaan jin dan hubungannya dengan kehidupan kesehatan manusia.
Istilah non medis dalam khazanah ilmu kesehatan holistik disebut dengan energi lain. Ayo… kita mulai berselancar di dunia lain.
Mempercayai keberadaan jin merupakan bagian dari keimanan pada yang gaib. Keimanan pada yang ghaib dapat dilihat pada ayat al Quran surah al Baqarah: 3—4 yang artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
Mengapa keberadaan jin perlu dibahas? Sebab, keberadaannya sangat memengaruhi kehidupan manusia, termasuk kesehatan. Terkait dengan kesehatan, setidaknya ada 3 hal yang berhubungan dengan keberadaan jin, yaitu:
1. Jin menjadi penyebab atau sumber utama penyakit.
Dalam Al Quran, sudah diterangkan, bahwa jin sudah bersumpah akan terus mengganggu dan menggoda manusia hingga akhir zaman, kecuali mereka yang ikhlas. Ketika manusia diganggu pada aspek ibadah, biasanya, kita akan cepat tersadar. Misalnya, yang biasa mengaji satu lembar, dan kemudian baru setengah halaman mata sudah sangat berat, maka kita langsung tersadar, bahwa ini pasti karena jin/iblis. Sekarang ini, saya biasa menemukan, bahwa jin mengganggu manusia melalui kesehatan terlebih dahulu, dan kemudian setelah kesehatannya terganggu, maka ibadahpun menjadi terganggu.
2. Ikutan pada penyakit yang sudah ada, yang terlanjur diderita oleh manusia.
Kategori inilah yang paling sering saya temukan saat pendampingan pada pasienku. Jadi, sang pasien sebelumnya sudah ada penyakit, kemudian jin memengaruhi penyakit pasien yang bersangkutan.
3. Sihir dengan kategori santet, teluh, tenung, guna-guna, dan pelet.
Jikalau point 1 dan 2 terjadi karena kemauan jin atau kehendak jin sebagai bagian dari upaya mengganggu manusia, maka pada point 3 (sihir), jin hanya dipakai jasanya oleh manusia. Sihir terjadi karena kemauan manusia, kemudian ke dukun, dan dukun inilah yang akan bekerjasama dengan jin. Insyaallah, terkait sihir, akan saya bahas khusus pada tulisan berikutnya.
Efek keberadaan jin pada tubuh penderita, di antaranya: Pertama, memengaruhi kerja obat. Saya pernah mendampingi pasien, yang biasanya dosis 1 kali sehari sudah manjur, 3 kali sehari pun belum berefek, nyerinya masih ada dan sama sekali tidak ada perubahan. Karena ada jin yang menghalangi kerja obat.
Kedua, memengaruhi alat medis, laboratorium, dan lainnya. Saya juga pernah mendampingi pasien yang sebetulnya sedang hamil, dan mengalami gejala mual dan muntah, tapi karena ada gangguan jin, saat di-USG, tidak tampak adanya janin. Karena tidak tampak adanya janin, maka diberikanlah obat asam lambung. Nanti keguguran akibat banyak minum obat asam lambung, kemudian ketahuan, bahwa yang bersangkutan sebetulnya sedang hamil.
Ketiga, menambah parah penyakit. Ini sangat sering saya temukan pada pasien yang sakit gigi, bisul dan kondisi di mana ada darah dan nanah.
Pengertian Jin
Jin menurut bahasa berarti: sesuatu yang tersembunyi dan halus. Sesuatu yang berkonotasi tersembunyi atau tidak terlihat. Jin menurut istilah berarti: makhluk yang diciptakan Allah Swt., dari api dan dia gaib dari pandangan manusia.
Dalil yang menyatakan keberadaan Jin: “Dan Dia menciptakan jin dari bara api” (QS Ar-Rahman: 15). “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas” (QS Al-Hijr: 27). Hadist Rasulullah saw: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan manusia diciptakan dari yang telah disifatkan pada kalian” (HR Muslim).
Jin memiliki akidah dan agama persis seperti halnya manusia. Di antara mereka ada yang membangkang, bertaqwa dan zalim (QS Al-Jin:11).
Perbedaan Jin, iblis dan Setan. Jin merupakan nama untuk keseluruhan mahkluk yang diciptakan dari api.- Iblis adalah moyangnya jin yang durhaka. Sementara setan dinisbahkan kepada sifat, yaitu sifat durhaka, baik pada jin maupun pada manusia. Seperti kata al-Quran , yaitu setan juga dinisbahkan kepada manusia yang durhaka (QS Al-An’am:112).
Hal ini diperkuat dengan hadist Rasulullah, “ Wahai Abu Dzar berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata, “Wahai Rasulullah apakah di kalangan manusia ada setan? “Beliau menjawab “ya” (HR Ahmad). Jadi, tidaklah tepat, jikalau menyebut setan, kemudian selalu berhubungan dengan jin, sebab manusia pun memiliki setan, sebab istilah setan merujuk kepada sifat durhaka.
Tingkatan/klasifikasi jin (1) jin secara umum namanya jinny (2) jin yang suka tinggal bersama manusia disebut aamir, jamaknya ammar (3) jin yang seringkali menampakkan wujudnya atau mengganggu anak anak kecil disebut arwah (4) jin yang selalu berbuat jahat dan seringkali muncul menjelma dalam berbagai bentuknya adalah syaithan (5) berbuat jahat, menjelma dan berbuat lebih dahsyat seperti membunuh dan lainnya disebut marid (6) yang lebih jahat dari marid dan memiliki kekuatan yang lebih dahsyat lagi disebut ifrit (7) nenek moyang jin kafir/syaithan disebut iblis dan (8) temannya jin bernama Jun. Maaf yah sahabat, poin 8 ini bercanda, teringat sinetron Jin dan Jun.
Tempat Tinggal Jin (a) tempat-tempat kotor, semisal: WC dan halaman (b) tempat kosong dan rusak (c) lubang-lubang (d) atap rumah (e) rumah yang ada aktivitas maksiat (f) pasar (g) kandang unta (h) kuburan (i) lautan: samudera pasifik (j) jalanan dan lorong , serta (k) tubuh manusia.
Keistimewaan jin di antaranya: mampu bergerak dengan sangat cepat, mendahului manusia dalam mencapai ruang angkasa, pengetahuan tentang teknologi, kemampuan untuk beralih rupa/bentuk, dan mengalir dalam tubuh manusia seperti mengalirnya darah di urat nadi.
Kelemahan jin antara lain: jin tidak memiliki kemampuan untuk mendudukkan hamba-hamba Allah yang saleh (QS. al-Isra: 65), jin tidak bisa mengganggu dan menyesatkan orang ikhlas (QS. al-Hijr: 39-40), jin ditundukkan untuk Nabi Sulaiman (QS. an-Naml: 30), jin tidak mampu menciptakan mukjizat untuk membenarkan risalah mereka, jin tidak bisa menyerupai Rasulullah saw dalam mimpi seseorang, jin tidak bisa menembus batasan-batasan tertentu di ruang angkasa, dan jin tidak mampu membuka pintu yang ditutup dengan membaca basmalah.
Adapun kesamaan jin dan manusia: Jin punya tempat tinggal, makan-minum, terdiri dari laki-laki dan perempuan, mempunyai berbagai macam akidah dan agama, serta menikah dan melahirkan keturunan. Oh ya, sahabat holistik, saya belum pernah menemukan jin yang banci, bencong atau LGBT.
Sebab orang kemasukan jin karena (1) mendatangi tempat-tempat maksiat (2) permusuhan (3) balas dendam (4) hawa nafsu (5) kezaliman (6) kerinduan dan kecintaan (7) ikutan penyakit (8) adanya pemanggilan jin (sihir), dan (9) memang hasratnya untuk menyesatkan.
Dari segi waktu/momen, masuknya jin paling sering masuk ke tubuh manusia pada saat lalai, takut yang berlebihan, sedih yang berlebihan, melamun, mengkhayal, tidur tanpa doa, kelelahan dan syahwat yang memuncak. Sedangkan bagian tubuh yang paling sering dijadikan pintu masuk adalah hati dan otak.
Ciri -ciri orang yang ada gangguan Jin :
A. Saat tidak tidur/terjaga. Pertama, malas melakukan ibadah, ketaatan, zikir dan membaca Al-Quran (QS AZ-Zukhruf: 36-37). Kedua, berperilaku aneh. Baik ucapan, perbuatan dan gerak-geriknya (kesurupan) (QS Al-Baqarah:275). Ketiga, cepat marah dan menangis tanpa sebab.
Keempat, berlama-lama di WC. Kelima, berbicara sendiri. Keenam, haid tidak teratur. Ketujuh, mandul, padahal secara media suami istri subur. Kedelapan, badan terasa lemah, malas, berat untuk bergerak tanpa sebab tertentu.
Kesembilan, bersemangat melakukan maksiat. Kesepuluh, muncul rasa benci dan ketakutan ketika berhadapan dengan orang saleh. Kesebelas, banyak mengkhayal dan melamun. Keduabelas, makan banyak, tetapi tidak merasa kenyang.
Ketigabelas, lama tidak makan, tetapi fisik kuat sekali. Keempatbelas, munculnya kekuatan di luar kemampuan manusia. Kelimabelas, melakukan gerakan binatang tanpa disadari. Keenambelas, sering kentut atau buang air ketika salat jamaah.
Ketujuhbelas, sering melihat jin atau punya kepekaan ketika ada jin di sekitarnya. Ini tidak berlaku secara keseluruhan, sebab ada orang yang dianugerahi oleh Allah swt untuk dapat melihat dan merasakan keberadaan jin. Kedelapanbelas, ada getaran, kesemutan atau rasa panas, dingin, berdebar, sesak napas ketika membaca Al-Quran atau saat berzikir dengan khusyuk.
B. Saat tidur. Pertama, mimpi yang menakutkan. Kedua, mimpi bertemu binatang. Seperti ular, anjing dan binatang menyeramkan lainnya. Ketiga, mimpi jatuh dari tempat yang tinggi. Keempat, sering mimpi basah. Kelima, sering mimpi di takut-takuti seseorang.
Keenam, tidur tidak nyenyak (sering terbangun). Ketujuh, berteriak dengan suara tinggi ketika tidur. Kedelapan, sulit tidur tanpa sebab. Kesembilan, melakukan gerakan aneh saat tidur. Kesepuluh, melakukan gerakan mengunyah dengan keras sehingga gigi-gigi beradu.
Alhamdulillah, akhirnya sampailah dipenghujung tulisan. Saya harus akui, untuk menyelesaikan tulisan ini, banyak gangguannya. Mulai dari ngantuk, kepala terasa berat, pusing dan kurang fokus.
Apa saya ada gangguan jin yah? Karena telah membahas kehidupan dan modus operandinya. Mana senyumnya? Tersenyumlah agar jin lari terbirit-birit.
Kredit gambar: nationalgeographic.grid.id

Seorang terapis. Bergiat di Sekolah dan Terapi Pammase Puang Holistik Center Makassar. Dapat dihubungi pada 085357706699.


Leave a Reply