“Inovasi itu dimulai dengan niat baik, dan ditujukan untuk kebermanfaatan. Dan sebaik-baik inovasi adalah yang dijalankan dan terus berlanjut menebarkan kebaikan.”
Dari semua defenisi tentang inovasi, saya paling menyukai pengertian kutipan di atas. Pernyataan tersebut saya dapatkan dari seorang Ilham Azikin, doktor bidang pemerintahan, juga Bupati Bantaeng, periode 2018-2023.
Setelah bertahun-tahun mencari tau sumber pengertian ini, barulah saya menemukan pengertian serupa, dikemukan oleh seorang ahli manajemen inovasi, bernama Tabor (2002). Literatur tersebut saya dapatkan dari sebuah artikel lama, dipublis seorang praktisi pada tahun 2023.
Tabor, mengatakan, inovasi adalah sebuah proses yang dimulai dengan keinginan untuk menjadi lebih baik, kemudian dilanjutkan dengan usaha mewujudkannya, dan membuatnya berjalan dengan baik.
Pengertian ini sejalan dengan pengertian inovasi menurut Asia Development Bank, inovasi adalah sesuatu yang baru, dapat diimplementasikan, dan memiliki dampak yang menguntungkan. Inovasi bukan sebuah kejadian ataupun aktivitas; ini merupakan konsep, proses, penerapan, dan kapabilitas yang menentukan kesuksesan organisasi. Inovasi dapat membantu sektor publik untuk membuat nilai untuk masyarakat.
Sedangkan pengertian inovasi pelayanan publik menurut Kementerian PANRB, adalah terobosan jenis pelayanan, baik yang merupakan gagasan atau ide kreatif orisinal dan/atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Saya sendiri berpendapat, sebenarnya inovasi juga dapat dimaknai sebagai hasil interaksi dinamis secara komulatif, dari proses pembelajaran bersama yang melibatkan berbagai kepentingan (stakeholder) dengan niat yang baik untuk kebermanfaatan.
Inovasi secara esensial berarti memberikan kemudaha, kecepatan, dan keunggulan: mudah bagi pengguna layanan. Kemudahan dan kecepatan itulah yang mesti menjadi tujuan penting bagi inovasi.
Inovasi yang baik itu dapat memberikan kemudahan bagi praktisi (birokrat) maupun masyarakat, sebagai penerima manfaat dari penyedia layanan publik. Hal yang sebelumnya lama dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Proses yang semula berbelit tentu saja dapat disederhanakan. Dengan kerja birokrasi yang semakin mudah, tentu saja penyediaan layanan publik semakin cepat.
Tentunya Ilham memahami makna tersebut. Dan di berbagai kesempatan, ia menyampaikan pesan kepada ASN yang akan berinovasi, agar lebih mempromosikan pentingnya berinovasi, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan publik dengan perbaikan kualitas pelayanan.
Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama lintas sektor. Penting untuk berkolaborasi dengan memulai membentuk sebuah tim yang solid dengan memanfaatkan kekuatan keragaman dalam tim. Sebab menurutnya, orang-orang dengan latar belakang, pengalaman, dan perspektif yang berbeda, sering kali dapat menghasilkan ide-ide yang lebih inovatif.
Sungguh mendalam ungkapan yang disampaikan oleh Ilham Azikin. Pernyataanya itu terbukti menjadi icon, bagi model pembangunan yang dipilihnya, yakni membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Bantaeng.
Pilihan pembangunan yang fokus membangun sumber daya manusia, bukanlah pilihan populer, karena hasilnya akan terlihat dalam jangka panjang. Namun kenyataannya, membangun SDM yang berkualitas adalah kunci utama bagi kemajuan suatu daerah.
Menabur kebaikan dengan inovasi, merupakan konsep yang menggabungkan kreativitas, inovasi, dan nilai, dibungkus dalam sebuah kebijakan publik, untuk menghasilkan solusi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Inovasi tidak hanya tentang menciptakan produk atau layanan baru, tetapi juga tentang bagaimana inovasi tersebut, dapat digunakan buat memperbaiki kehidupan orang banyak, hingga menciptakan daya saing.
Membangun SDM yang unggul adalah fondasi yang akan mendukung semua aspek pembangunan dan kemajuan. Dengan fokus pada pengembangan SDM, kita dapat memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kesejahteraan bagi semua.
Saya masih teringat pada Hari Jadi Bantaeng (HJB) ke 769, 7 Desember 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng dari 8,08 persen pada 2018 menjadi 10,75 persen pada 2019.
Tahun 2020 Indonesia diterpa pandemi covid-19, laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng sempat mengalami perlambatan 0,52 persen karena dampak dari pandemi. Berkat upaya pemulihan ekonomi dengan berbagai program unggulan, pertumbuhan ekonomi pada 2021, meningkat menjadi 8,86 persen dan tertinggi di Sulawesi Selatan.
Laju pertumbuhan ekonomi semakin meningkat di tahun 2022 mencapai 15,45 persen dan menjadi tertinggi di Sulsel, serta menempati posisi ke-6 se Indonesia. Bahkan, mencetak sejarah sebagai kabupaten dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi sepanjang sejarah di Sulawesi Selatan.
Ada tiga program unggulan yang mampu membuat laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng kokoh dan mengalami laju pertumbuhan ekonomi, yaitu Program Perlengkapan Sekolah Gratis yang menyentuh 55.308 siswa di tingkatan PAUD, SD dan SMP. Berkat program tersebut, orangtua tidak terbebani lagi oleh biaya perlengkapan sekolah setiap tahun ajaran baru.
Program Asuransi Pertanian dan Peternakan menjamin ganti rugi 3.302,46 hektare lahan pertanian dan 6.770 ekor ternak warga Bantaeng. Petani dan peternak kita tidak lagi khawatir gagal panen ataupun kematian ternak akibat penyakit. Pemkab Bantaeng bekerja sama dengan PT Jasindo untuk mengganti kerugian petani dan peternak dengan pemberian klaim asuransi yang ditetapkan.
Selanjutnya, Program Modal Usaha Berbasis Dusun dan RW yang melahirkan 431 UMKM di 383 Dusun dan RW yang tersebar di Kabupaten Bantaeng. Berkat program ini tercipta UMKM baru dan serapan tenaga kerja sampai di dusun dan RW.
Memang benar, bahwa membangun SDM juga berarti mengembangkan pemimpin masa depan, yang mampu mengarahkan organisasi atau daearh menuju kesuksesan. Pemimpin yang baik adalah mereka yang memiliki visi, kemampuan manajerial, dan keterampilan interpersonal yang kuat. Dengan mengembangkan SDM, masyarakat secara keseluruhan akan mendapatkan manfaat.
Kesimpulannya, melalui inovasi kita dapat memperbaiki kualitas pelayanan. Dengan inovasi, kita bisa mendorong perbaikan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan daya saing daerah.
Sungguh, menabur kebaikan dan kebahagiaan, serupa upaya yang mulia dan dapat membawa dampak positif yang besar, bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat secara keseluruhan.

Konsultan/Praktisi Inovasi Pelayanan Publik. Kini, sebagai Direktur Bonthain Institute. Untuk keperluan konsultasi inovasi, bisa dihubungi pada nomor kontak: +62 852-9924-7191.


Leave a Reply