Jangan Biarkan Semua Hilang

Kali ini, penulis terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul, “Biar Semua Hilang.”  Lirik lagu ini, dinyanyikan dan dipopulerkan oleh penyanyi rocker Indonesia bernama Nicky Astria. Allah menganugrahkan kepadanya suara yang tinggi nan indah.

Menurut penulis, lagu Nicky berisi pesan bahwa pada akhirnya semua akan sirna, termasuk cinta yang menghadirkan getar asmara di dalam dada atau hati. Bukti cinta telah sirna adalah tidak ada lagi rasa saling seiya sekata. Telah hilang dan sirna rasa saling percaya.

Lanjutan lirik lagu Nicky kembali berpesan dengan tegas, bahwa cinta asmara yang demikian, pasti akan berakhir pada perpisahan selama-lamanya, baik hari ini ataupun esok lusa. Cinta asmara yang demikian, yang hadir di dalam dada, hanya menghadirkan duka derita bersama, di antara mereka yang menjalin hubungan cinta asmara. Dengan begitu, tak usah berharap untuk dapat kembali bersama lagi.

Dalam ref lagu Nicky, ia menegaskan bahwa cinta asmara yang digambarkan dalam lirik-lirik di bait-bait awal lagu, pasti sirna dan biar hilang. Ikatan cinta asmara yang demikian, hanya bagaikan mimpi. Oleh karena itu, anggap saja bunga-bunga berduri dalam tidur yang melukai, melelahkan. Tak usah disesali, apalagi diharapkan terwujud dalam kenyataan.

Ketika penulis, mendengarkan lagu Nicky, “Biar Semua Hilang,” di pagi hari, penulis mencoba berdialog dengan lirik-liriknya. Lagu Nicky ini sarat dengan pesan-pesan makna kehidupan yang penuh hikmah. Di antara pesan hikmah yang penulis, baca dan dapatkan dari lirik-lirik lagu Nicky sebagai berikut.

Pada lirik “akhirnya semua sirna,” penulis memahami pesan hikmah spiritual yang sangat dalam, yaitu pesan bahwa pada akhirnya semua akan berakhir dan sirna dalam hidup dan kehidupan ini. Pesan ini semakna dengan firman Allah dalam QS. al-Qashash/ 28: 88 yang berarti: “Jangan engkau sembah tuhan yang lain bersama Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali zat-Nya. Segala putusan menjadi wewenang-Nya dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.

Kandungan ayat di atas menegaskan larangan tegas menjadikan sesuatu apa pun sebagai sesembahan lain di sisi Allah. Sebab, perbuatan demikian adalah bentuk kesyirikan yang paling nyata dan kegelapan tanpa cahaya sedikit pun. Sungguh tidak ada satu “Ilah” yakni sesembahan yang pantas disembah kecuali Allah. Allah satu-satunya Zat yang disembah dengan penuh cinta, kerendahan diri dan kepatuhan serta ketundukan. Semua selain Allah pasti sirna, binasa dan hilang.

Semua selain Allah, hanyalah makhluk yang diciptakan dan tidak pernah menciptakan. Semua yang diciptakan tidak akan pernah berganti sebagai Pencipta. Semua makhluk tidak mampu memelihara dan mengatur dirinya sendiri secara mandiri. Mereka hanya dipelihara dan diatur oleh Allah Swt. Zat yang Esa, Pencipta, Pemilik, Pengantur, dan Pemelihara.

Semua selain Allah tidak dapat memberikan dan menghadirkan kebajikan dan kemudaratan untuk dirinya sendiri. Mereka lemah tanpa sedikit pun kekuatan. Semua yang terkait dengan diri makhluk berada dalam wewenan dan kekuasaan Allah. Dan hanya kepada Allah mereka akan kembali, bukan kepada selain Allah. Dengan demikian, selain Allah tidak patut dan pantas untuk dijadikan sandaran dalam kehidupan ini.

Bagaimana mungkin makhluk yang lemah, yang tidak mampu mengatur dan memelihara dirinya sendiri dan pasti mengalami kehancuran, kebinasaan dan hilang, dapat dijadikan sandaran dalam kehidupan? Siapa pun bersandar dan apa pun yang disandarkan kepada makhluk yang binasa, hancur dan hilang, maka ia pasti hilang, hancur dan binasa.

Semua pasti fana dan tinggallah Allah yang kekal abadi, seperti ditegaskan dalam QS. ar-Rahman/ 55: 26-27. Kandungan kedua ayat ini menegaskan bahwa semua yang ada di atas bumi ini pasti akan binasa, hancur, dan menghilang, kecuali hanya Zat Allah Swt, Yang Mahaagung, Mahabesar, dan Mahamulia, yang tinggal, kekal, dan abadi.

Oleh karena itu, sandarkanlah hidup dan semua varian kehidupan dijalani hanya kepada Allah, maka semuanya tidak akan pernah hancur binasa dan hancur. Tidak akan pernah dibiarkan hilang. Sebab disandarkan kepada yang kekal abadi, yakni Allah Swt. Termasuk cinta kepada makhluk, kepada pasangan hidup, sandarkanlah kepada Allah. Hadirkan cinta hanya kepada Allah. Biarkan ia hadir di dalam dada berdasarkan cinta Allah. Cintailah pasangamu dan apa pun yang engkau cintai karena mereka dicintai Allah dan mereka mencintai Allah. Maka cintamu tidak akan dibiarkan hilang, sirnah dan binasa.  

Cinta asmara yang hadir dan lahir dari cahaya cinta Ilahi, tidak akan pernah menjadi beban berat yang menyesakkan hati.  Cinta yang demikian suci, sejati dan murni tidak menghadirkan luka dan duka asmara. Cinta yang hadir dari cahaya cinta Ilahi, bukan bagaikan mimpi-mimpi yang melelahkan dan menyesakkan dada. Cinta suci yang demikian, selalu menjadi harapan dan untuk selalu kembali bersama, meskipun ajal kehidupan telah sempurna di jalani dan maut telah memisahkan.

Pada akhirnya, cinta yang hadir cahaya cinta Ilahi adalah cinta suci, sejati dan murni (di singkat CSM). CSM adalah anugrah terindah dalam kehidupan di dunia apalagi di akhirat. CSM menghadirkan ketentraman, ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

CSM mampu melepaskan dan mencairkan segala bentuk beban yang membelenggu hati. CSM mengubah kesulitan menjadi sebuah kenikmatan dan kedamaian hidup. CSM mampu menghadirkan kesabaran sebagai kekuatan sejati dalam mengahadapi kesempitan hidup yang merupakan ujian CSM. Maka, “jangan biarkan cintamu hilang” dengan cara mengikatnya secara kuat dengan cahaya cinta Ilahi.

Cintailah segala sesuatu dan khususnya pasangan hidup karena Allah. Bangunlah CSM dalam ikatan asmara cinta, maka perpisahan yang pasti terjadi antara pasangan juga berdasarkan CSM karena Allah. Dengan izin Allah, berharap untuk bertemu dan berkumpul kembali dalam ikatan CSM atau cinta Allah di alam cinta yang abadi dan kekal di akhirat, pasti terwujud. Wa Allah a’lam.

Kredit gambar: https://khazanah.republika.co.id/


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *