Kambing Hitam di Dunia Kesehatan

Tulisan kali ini akan membahas tentang kambing hitam. Namun, bukan hewan kambing yang berbulu hitam, melainkan istilah  atau ungkapan yang diberikan kepada sesuatu yang menyebabkan masalah buat kita. Ketika mendapatkan masalah, maka tidak pakai lama, penyebab dan kesalahan langsung dialamatkan ke “kambing hitam” tersebut .

Setidaknya, ada 5 “kambing hitam” yang sering dijumpai dan berhubungan dengan kesehatan. 5 kambing hitam itu adalah :

1. Allah Swt

Suatu ketika seseorang berkata kepada saya, “Allah Swt tidak adil, saya sudah berpantang makanan dan minuman,  tapi saya masih sakit. Sementara yang makan sembarangan,  mereka tetap baik baik saja.” Pada kesempatan yang lain, seseorang juga berkata,”Saya lagi diuji oleh Allah Swt dengan sakit. Allah Swt mau saya sakit.”

Kedua pernyataan ini sangat sering saya dengar . Sebagai terapis, saya langsung mengklarifikasi sekaligus berdiskusi terkait dengan apa yang dikatakannya. Untuk yang sudah menjaga pola makan, saya menyampaikan, bahwa penyebab penyakit justru 90% disebabkan oleh psikis.

Jadi, tidak karena menjaga pola makan dan olah raga, kemudian sudah aman dari penyakit. Harus diketahui,  ketika memiliki emosi negatif seperti sedih, jengkel, marah marah, benci, dendam dan semacamnya, maka inilah sesungguhnya penyebab penyakit.

Sementara yang berpendapat bahwa dia sakit karena Allah Swt mau dia sakit, sebaiknya melihat QS al Anfal: 51, yang artinya, “Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu (sendiri). Dan sesungguhnya Allah ( sama sekali ) tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.”

Saya sebagai terapis, belum pernah mendapati pasien yang sakit karena kehendak Allah Swt, melainkan karena akibat dari perbuatannya sendiri. Jadi, harus dibedakan, antara izin dan kehendak. Bahwa semua yang terjadi adalah atas izin Allah Swt,  tetapi apakah itu kehendak Allah? Belum pasti.

2. Makanan dan minuman

Inilah yang paling sering ditemukan. Makanan dan minuman dihukumi sebagai penyebab penyakit. Sangat sering didengar, penyakit A karena makan ini. Penyakit B karena minum itu. Semakin banyak orang berpantang, tapi masih sakit juga. Bahkan sakitnya semakin bertambah,  karena kekurangan gizi.

Sebagai contoh, seseorang yang tidak lagi makan nasi putih karena menyebabkan diabetes. Lalu apa yang terjadi?  Yang bersangkutan akan kekurangan zat selenium, sebab zat selenium terbaik ada pada nasi putih.

Singkatnya adalah, kalau karena makanan dan minuman menjadi penyebab orang sakit, maka semua yang makan dan minum yang sejenis akan merasakan hal yang sama. Atau orang gila yang makan sembarangan, justru sangat kuat fisiknya berjalan ke sana dan ke mari. Untuk kasus ini, menerangkan kepada kita , bahwa orang gila sangat kuat seperti itu, sebab dia hidup tanpa beban, pikiran dan perasaannya bebas merdeka.

Karena itu, kita kembali ke Al-Qur’an, bahwa makan dan minumlah yang penting tidak berlebihan. Jadi, bukan karena jenisnya, tapi karena jumlahnya. Ayo, kita ganti pikiran berbahaya menjadi anugerah atas makanan dan minuman yang Allah Swt ciptakan untuk hamba-Nya

3. Cuaca

Juga sangat sering, cuaca dianggap menjadi penyebab penyakit. Sampai ada istilah cuaca ekstrem. Padahal, apa salahnya cuaca? Cuaca memang sudah seperti itu. Justru kita yang harus berterima kasih kepada cuaca,  sebab cuaca mengajari kita untuk bisa meningkatkan imunitas tubuh dan lebih memperhatikan pola hidup kita. Betul bukan?

4. Orang lain

Nah ini,  sering kita berkata, “Siapa coba yang tidak marah kalau dibegitukan.” Atau, “Dia memang tong yang selalu bikin marah.” Duhai sahabat holistik, sebetulnya,  kita marah karena kita memang belum beres. Kemarahan itu masih menguat. Orang lain hanyalah pemicu saja. Dan, kalau kita sudah beres, diapakan pun, insyaallah sudah tidak marah.

Contohnya, sikap Rasulullah saw dalam menghadapi orang di sekitarnya. Ada banyak perlakuan orang yang seharusnya membuat Rasulullah saw marah, tapi Rasulullah saw tidak marah. Lalu, kita berkilah lagi. Dia kan nabi dan rasul. Pertanyaannya kemudian, lalu siapa yang kita ikuti kalau bukan Rasulullah saw?

Sahabat holistik,  seharusnya kita berterima kasih kepada orang yang bikin kita marah. Kenapa? Sebab dia telah membantu untuk mengetahui kualitas diri kita, bahwa saya memang masih suka marah. Sebagai penguatan, satu kali marah, 15 ribu sel mati. 5 menit marah, maka 6 jam imunitas tubuh menurun. 

Begitupun orang yang merasa terzalimi dan menyalahkan orang lain. Apakah betul karena orang lain, atau itu terjadi justru karena akibat dari perbuatan sendiri. Kita juga pernah menzalimi A, tapi balasannya dari si B. Ayo, direnungkan.

5. Jin

Mungkin sahabat holistik akan tertawa, kallau saya mengatakan, bahwa salah satu makhluk Allah Swt yang sering kena fitnah adalah jin. Orang yang lalai terhadap Allah Swt dan gemar berbuat maksiat, dan pada akhirnya memengaruhi spiritual dan psikisnya,  langsung menuduh jin sebagai penyebabnya.

Padahal , bisa jadi, jinnya hanya duduk dan  diam saja, menertawakan kita, dan sama sekali tidak mengganggu dan menggoda. Sangat jarang kita menyadari , bahwa manusia memang punya potensi untuk berbuat maksiat, tanpa gangguan dan godaan jin. Kenapa? Karena manusia memiliki hawa nafsu.

Demikian sahabat holistic. ulasan terkait dengan “kambing hitam”. Semoga tulisan ini bermanfaat. Sebab, sampai kapan kita akan selalu mencari “kambing hitam” juga , bagaimana mungkin kita akan berbenah, beres-beres di hati dan pikiran, bermuhasabah, introspeksi diri, kalau “kambing hitamnya” masih selalu ada.

Karena itu, saya mengajak semuanya, untuk menghilangkan “kambing hitam” dan menggantinya dengan “kambing putih”, berupa sadar diri, bahwa semuanya terjadi karena saya juga, dan itu dimulai dengan senyuman. Senyumi diri kita masing masing, karena telah mengambinghitamkan sesuatu.

Sumber gambar: Istockphoto.com


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *