Alhamdulillah, kali ini, saya akan mengulas tentang manfaat tersenyum. Tersenyum adalah sesuatu yang sangat sederhana, mudah, murah bahkan nol rupiah untuk melakukannya. Namun, ada banyak orang yang abai, enggan buat tersenyum.
Bahkan, ada istilah “mahal senyumannya”. Padahal, senyuman merupakan sesuatu yang luar biasa dan sangat besar manfaatnya. Ini bukan kaleng-kaleng, bukan pula abal abal, melainkan hasil dari penelitian dan sudah terbukti khasiatnya.
Lalu, seperti apa manfaat tersenyum? Mari kita ulas satu per satu. Pertama, tersenyum membuat orang lebih menarik. Ayo sahabat holistik, yang mau lebih menarik, tersenyumlah. Sekalipun produk yang digunakan mahal agar tampil menarik, tetapi gamussu atau cemberut, niscaya produk tersebut gagal membuat tampil lebih menarik.
Kedua, tersenyum bisa mengubah suasana hati. Ini sangat sering saya sampaikan ke pasien, yang lagi kecewa, sedih, dan dongkol, tersenyumlah. Kalau berat untuk tersenyum, paksa tersenyum, perlahan tapi pasti, suasana hati akan berubah.
Ketiga, senyuman bisa menular. Jadi, bukan saja penyakit yang bisa menular, tapi senyuman pun itu bisa menular. Maksudnya? Ketika kita tersenyum, maka orang yang kita senyumi juga akan tersenyum. Dan jikalau orang tersebut tidak membalas senyuman kita, berarti orang tersebut lagi ada masalah.
Keempat, tersenyum bisa mencegah dan meredakan stres. Ketika kita tersenyum, maka tubuh akan menunda hormon kortisol diproduksi oleh tubuh. Hormon kortisol adalah pemicu stres. Sehingga, bagaimana mungkin bisa stres, kalau hormonnya tidak ada. Ibarat masak beras (bukan masak nasi), bagaimana mungkin beras menjadi nasi manakala apinya tidak ada?
Kelima, tersenyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bagi orang yang sering tersenyum, maka orang tersebut, akan lebih sehat dan terhindar dari gangguan penyakit. Bandingkan dengan orang yang sering sedih, cemas, marah apalagi marah-marah.
Keenam, tersenyum menurunkan dan menormalkan tekanan darah. Ini sudah sangat terbukti dengan pasien-pasien saya yang hipertensi. Di saat orang sering tersenyum, maka pembuluh darah melebar, dan aliran darah menjadi lancar, tidak ada penyumbatan dan tidak akan mungkin terjadi tekanan atas darah. Secara teknis , terapinya, tersenyum selama 20 detik sebanyak 20 kali sehari. Ini juga dimaksudkan untuk melatih dan membiasakan tersenyum.
Ketuju, tersenyum menghilangkan rasa sakit atau nyeri. Di saat kita tersenyum, tubuh akan memproduksi hormon endorphin, yang salah satu manfaatnya adalah anti nyeri. Bahkan, senyuman adalah anti nyeri terbaik. Masih jauh lebih baik dari asam mefenamat, paracetamol dan obat kimia lainnya. Gratis pula. Apalagi tidak ada efek samping. Berbeda dengan anti nyeri obat kimia, yang bisa berefek pada lambung. Saya sudah membuktikan khasiat senyuman untuk sakit di persendian, gigi, kepala, dan lainnya, termasuk sakit hati.
Kedelapan, tersenyum bisa membuat awet muda. Orang yang sering tersenyum akan tampak lebih muda dibandingkan dengan orang yang suka marah, apalagi marah-marah. Ingat, satu kali marah 15.000 sel mati, dan 5 menit marah 6 jam imunitas tubuh menurun. Bagimana yang marah berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan dan bertahun-tahun?
Kesembilan, tersenyum bisa membuat orang terlihat sukses. Ya, ini betul sekali. Sekalipun hidup pas-pasan, dompet sering kosong, tapi sering tersenyum, maka orang akan menilai sebagai orang yang bahagia dan sukses. Sebaliknya, materi berlimpah, dompet muntah-muntah karena kebanyakan isinya, tapi karena jarang tersenyum, cemberut dan gamussu, maka orang menilai pasti banyak tagihan atau utangnya plus masalahnya.
Kesepuluh, tersenyum bisa membantu orang tetap positif. Masih ingat dengan pernyataan saya pada tulisan sebelumnya, bahwa semuanya hanyalah kondisi saja yang bersifat netral, dan cara pandanglah yang mengubahnya, menjadi masalah dengan sudut pandang negatif, atau menjadi anugerah dengan sudut pandang positif. Sudut pandang atau respon positif akan semakin menguat dengan senyuman, sebab senyuman berenergi positif. Karena itu, hadapi semuanya dengan senyuman.
Kesebelas, tersenyum bisa memperlancar buang air besar (BAB).Dengan tersenyum, gerakan paristaltik di usus akan semakin maksimal, dan ini akan memperlancar pembuangan setiap hari. Idealnya, BAB dua kali sehari, tetapi satu kali pun itu sudah lebih baik. Sebab kalau menumpuk, maka akan terjadi pembusukan dan terbentuk parasit dan bakteri yang sangat berpotensi menjadi kanker usus besar (colon). Bagi yang sering sembelit, tersenyumlah.
Keduabelas, tersenyum adalah akhlak dari Rasulullah Muhammad saw. Berdasarkan riwayat, Rasulullah saw ketika mengunjungi sahabatnya, selalu dalam keadaan tersenyum, dan juga ketika dikunjungi oleh sahabatnya, beliau juga dalam keadaan tersenyum.
Dengan manfaat yang sedemikian banyaknya, masihkah kita enggan tersenyum? Lalu bagaimana dengan senyum kecut, sinis, dan terpaksa? Ini kabar baiknya. Berdasarkan penelitian, apapun jenis senyumannya, yang penting tersenyum, maka otak akan berpesta pora dan akan membuat tubuh memproduksi salah satu hormon kebahagiaan, yaitu hormon endorphin yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kenapa bisa? Sebab otak tidak mengidentifikasi dan memverifikasi motif dan jenis senyuman kita.
Pertanyaan berlanjut dengan, gimana kalo sering tersenyum, apalagi senyum-senyum sendiri, nanti dikira ada gangguan jiwa (ODGJ)?
Jawabannya, ODGJ tidak tahu dan tidak sadar bahwa dia sedang tersenyum, dan juga tidak tahu kenapa tersenyum. Sementara kita sadar, bahwa saya sedang tersenyum, dan juga tahu motivasi dan manfaat tersenyum. Beda bukan?
Selanjutnya, apa ada pengaruhnya karakter atau kepribadian dengan kebiasaan tersenyum? Mungkin iya, tetapi segalanya bisa berubah dengan latihan dan membiasakan diri untuk tersenyum. Menjadi bisa karena biasa.
Apa masih ada pertanyaan terkait senyuman?
Tersenyum itu perlu dilatih dan dibiasakan. Sesulit apa pun tersenyum, tapi sering berlatih, maka ini akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan inilah yang akan menguat di pikiran bawah sadar kita, yang porsinya 90 % memengaruhi perkataan, pernyataan, perbuatan, dan perilaku seseorang.
Susah bagaimana pun tersenyum, tapi sadar akan manfaat tersenyum dan gemar berlatih, maka dengan keyakinan, haqqul yaqin, perlahan tapi pasti, orang tersebut akan lebih mudah tersenyum dan tersenyum. Saya sudah membuktikannya pada pasien yang mulanya enggan dan mahal senyumannya, sekarang sudah menjadi lebih mudah dan murah senyumannya.
Kredit gambar: https://bobo.grid.id/

Seorang terapis. Bergiat di Sekolah dan Terapi Pammase Puang Holistik Center Makassar. Dapat dihubungi pada 085357706699.


Leave a Reply