Author: Wahyu Ciptadi Pratama
-

Surat Dakwaan untuk Malaikat Pembagi Duka
Malam itu rembulan bersinar terang, menembus selaput tipis awan yang menghiasi langit. Puncak Lompo Battang tampak megah dalam balutan cahaya, seolah menyambut kedamaian malam. Tumpukan-tumpukan awan berarak pelan, menambah keindahan panorama yang tersaji di pelupuk mata. Di dalam kamar mungil yang sederhana, seorang gadis bernama Maidah duduk termangu. Matanya yang berkaca-kaca tak lepas memandangi gambar…
-

Toleransi Beragama: Pemuda yang Belum Log-in tapi Hafal Al-Fatihah
April tahun 2023, untuk pertama kalinya aku mendapat kesempatan menjejakkan kaki di pusat pemerintahan, Jakarta. Kota yang tak pernah lelap dalam peraduan. Kota yang penuh dinamika dan kesibukan, menyambutku dengan segala hiruk-pikuknya. Gedung-gedung pencakar langit berderet bagai pagar rapat, lalu lintas yang padat, fasilitas modern, semuanya memberi kesan mendalam. Untuk itu, aku menemukan kesempatan untuk…
-

Kekalahan Pertama Pengacara Muda
Ponsel berdering memecah keheningan. Seorang pemuda menepi di pinggir jalan. Memarkir Toyota Alphardnya pada kondisi jalan yang terjal. Pujaannya memberi kabar permohonan maaf terakhir atas hubungan yang harus usai sebab tak ada restu keluarga. Pemuda itu ambruk. Hatinya dipermainkan oleh takdir. Ia tak menerima jika harus dihantui oleh kenangan dalam genangan harapan. Kabar pahit itu…
