Yuk, Mari Mengeja Semesta Fisioterapi

Fisioterapi adalah ilmu yang mempelajari tentang fungsi gerak tubuh. Fisioterapi merupakan bentuk pengobatan yang berkaitan dengan kemampuan fungsional tubuh. Fisioterapi sebentuk layanan kesehatan yang berbasis rehabilitasi medik, yang dapat membantu memulihkan kondisi tertentu, baik yang berkaitan dengan fungsi gerak tubuh, cedera olahraga, maupun kondisi kronis lainnya.

Tujuan utama fisioterapi adalah untuk mengurangi nyeri. Contoh sederhananya, kita sering mengeluhkan nyeri pada bahu, sudah mengonsumsi pil pereda nyeri dalam jangka waktu yang lama, tetapi tak kunjung sembuh.

Fisioterapi dapat membantu kita mengurangi nyeri tanpa obat-obatan dan memberi hasil yang bertahan lama. Fisioterapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup pasien, misalnya pada penderita Bell’s palsy—yang dalam bahasa sederhana sering kita sebut terkena “angin hantu”—yang menyebabkan kelumpuhan separuh wajah. Dalam kondisi ini, obat saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi dengan terapi fisik.

Sayangnya, masih ada krisis kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan, sehingga masyarakat cenderung memilih tukang urut. Padahal, secara sederhana, jika kita bandingkan, fisioterapi adalah ahlinya dalam urut-mengurut. Hanya saja, mereka tidak berfokus pada satu tindakan saja.

Pemijatan menjadi salah satu tindakan yang diakui dalam keilmuan fisioterapi, karena pijat atau massage adalah terapi manual yang bertujuan untuk merilekskan otot yang tegang. Tentu, jika dilakukan oleh ahli fisioterapi, pijatan tersebut memiliki aturan, tekanan yang terukur, dan sudah teruji secara klinis.

Nyeri pada pinggang adalah salah satu keluhan yang sangat umum terjadi, baik pada usia lanjut maupun karyawan kantoran, yang duduk terlalu lama atau melakukan gerakan berulang setiap hari, dalam jangka waktu panjang.

Nyeri pinggang tidak akan sembuh hanya dengan obat-obatan. Tetapi dengan fisioterapi, nyeri pada pinggang bisa diatasi tanpa perlu mengonsumsi pil pereda nyeri terus-menerus. Artinya, fisioterapi mampu mengurangi nyeri tanpa ketergantungan pada obat.

Pertanyaan yang sering kita dengar adalah: fisioterapi itu untuk siapa saja? Atau siapa yang paling membutuhkan fisioterapi?

Banyak kasus ternyata tidak diketahui oleh masyarakat awam. Fisioterapi dibutuhkan oleh penderita stroke, cedera olahraga, pasca operasi, lansia, anak-anak dengan keterlambatan motorik, pekerja kantoran, buruh bangunan, bahkan ibu rumah tangga pun sangat membutuhkan fisioterapi.

Beberapa contoh kasus yang saya sebutkan di atas hanyalah segelintir dari kasus umum yang bisa ditangani fisioterapi.

Namun, di zaman modern ini, masih ada yang lebih memilih ke tukang urut. Saya ingin menjelaskan sedikit tentang stroke, karena di sinilah awal kesalahpahaman sering terjadi. Kita mungkin sering melihat penderita stroke dibawa ke tukang urut, tangannya dibalur minyak, lalu diurut dengan harapan bisa pulih lebih cepat.

Padahal, stroke adalah kondisi di mana otak mengalami penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga perintah dari otak ke anggota tubuh tidak sampai. Penyumbatan ini menyebabkan hilangnya koordinasi antara otak dan tubuh. Jadi, meskipun diurut selama 24 jam nonstop, itu tidak akan memperbaiki kondisi. Justru bisa memperburuk keadaan saraf dan otot pasien stroke.

Poin pentingnya, bahwa stroke adalah kondisi yang sangat kompleks. Sebagian tubuh jatuh lemah, bukan karena tangan dan kakinya rusak, tetapi karena perintah dari otak tidak bisa diteruskan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan otot, saraf, dan tulang: saat bekerja, mandi, memasak, bahkan mengangkat beban. Semua itu berkaitan dengan kemampuan fungsional tubuh. Tidak adil jika ilmu sekuat ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Nyeri pinggang, misalnya, sangat mudah terjadi jika postur tubuh kita tidak stabil.

Mengangkat beban dengan cara salah, atau melakukan gerakan berulang seperti ibu rumah tangga yang menjemur, mengangkat pakaian, melipat—aktivitas ini memang tidak membutuhkan tenaga maksimal, tetapi karena dilakukan setiap hari dan dengan teknik yang salah, itulah yang menyebabkan nyeri muncul.

Contoh kasus lain adalah nyeri tengkuk atau leher bagian belakang. Kita sering langsung mengaitkannya dengan tekanan darah tinggi.

Padahal dalam dunia fisioterapi, kondisi ini dikenal dengan istilah neck pain atau nyeri otot leher dan bahu karena ketegangan otot. Hal ini banyak dialami pekerja kantoran atau mereka yang terlalu lama menggunakan ponsel.

Dalam kasus seperti itu, banyak dari kita langsung ke apotek, membeli obat, atau mengecek tekanan darah. Ketika hasil laboratorium normal, kita kebingungan kenapa masih nyeri. Kita lupa bahwa penyakit akibat otot yang kaku memiliki diagnosis dan solusi yang berbeda menurut sudut pandang fisioterapi.

Padahal di zaman serba canggih ini, informasi penting terkait layanan fisioterapi seharusnya sering kita dengarkan dan baca.

Fisioterapi tidak hanya untuk mereka yang cedera, stroke, atau nyeri lutut. Fisioterapi juga bisa untuk pencegahan, seperti pada lansia untuk menjaga keseimbangan agar tidak mudah jatuh di kamar mandi. Fisioterapi memiliki program latihan khusus yang cocok untuk lansia. Begitu juga untuk ibu rumah tangga—fisioterapi bisa memberikan latihan penguatan otot pinggang dan latihan stabilitas postur agar terhindar dari cedera.

Fisioterapi juga melatih kebugaran, bahkan membantu meningkatkan massa otot bagi olahragawan, tentu dengan latihan yang berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Jangan percaya pada hoaks yang mengatakan bahwa fisioterapi hanya untuk kasus parah. Itu tidak benar.

Jika kita malas ke rumah sakit, fisioterapi juga bisa dilakukan di rumah pasien—dengan layanan homecare. Yang paling penting adalah, setiap sesi latihan akan disertai edukasi dari fisioterapis mengenai latihan yang bisa dilakukan di rumah. Edukasi ini membantu pasien mengingat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta mendukung proses pemulihan yang cepat dan tepat.

Peran fisioterapis adalah menyusun program latihan atau terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Jadi, setiap kasus akan mendapatkan pendekatan yang spesifik. Fisioterapi adalah profesi medis dengan pelatihan khusus di bangku kuliah dan bekerja berdampingan dengan dokter dan tenaga medis lainnya.

Lantas, mengapa masyarakat harus mengenal apa itu fisioterapi?

Karena banyak orang yang hidup dengan nyeri kronis, tanpa tahu ke mana harus mencari solusi. Segala obat sudah diminum, berbagai alternatif sudah dicoba, tetapi lupa bahwa ada ilmu fisioterapi yang bisa jadi solusi nyeri itu.

Deteksi dan terapi sedini mungkin justru akan mencegah kecacatan. Misalnya, pada ibu pasca operasi caesar, kita sering melihat kasus di mana pasien menjadi lumpuh. Jika pemahaman tentang fisioterapi sudah ada, maka mereka akan segera dibawa ke fisioterapis untuk melatih penguatan otot dan kemampuan fungsional kaki. Maka dari itu, terapi dini dapat mencegah komplikasi dan kecacatan.

Fisioterapi hadir sebagai solusi ilmiah dan aman untuk mengatasi nyeri, memperbaiki fungsi tubuh, dan mencegah komplikasi jangka panjang. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap layanan ini masih rendah. Padahal fisioterapi adalah bagian dari hak layanan kesehatan, bahkan sudah dapat diakses melalui BPJS di berbagai fasilitas kesehatan.

Sudah saatnya kita peduli. Bukan hanya ketika sakit, tetapi juga sebagai langkah untuk menjaga tubuh tetap kuat, seimbang, dan bergerak bebas sepanjang usia.

Saat ini, masih banyak masyarakat yang ragu atau bahkan belum menyadari betapa pentingnya peran fisioterapi dalam menjaga kesehatan tubuh. Padahal, fisioterapi tidak hanya untuk mereka yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan, tetapi juga sangat bermanfaat untuk mencegah cedera, menjaga kebugaran, serta mempertahankan kualitas hidup yang aktif dan mandiri, terutama seiring bertambahnya usia.

Karena itu, jangan tunggu sampai nyeri datang atau fungsi tubuh terganggu. Jika Anda mengalami keluhan pada otot, sendi, saraf, atau bahkan kesulitan bergerak akibat aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan fisioterapis. Membuka diri terhadap fisioterapi bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah cerdas untuk mencintai dan menjaga tubuh Anda dalam jangka panjang.

Fisioterapi bukan sekadar proses pemulihan—ini adalah investasi untuk hidup yang lebih sehat, aktif, dan bebas nyeri.

Kredit gambar: Halodoc


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *