1
Rafah bukan gerbang, tapi nasib dunia
Di ujungnya bayi menangis tanpa suara
Mesir berdiri tegak—tak sebagai saudara
Tapi penjaga sunyi di tapal darah dan luka
2
Setiap kunci yang kau putar, Mesir,
Adalah tulang yang remuk, tubuh yang terkapar
Setiap truk bantuan yang kau tahan di pasir
Adalah ayat kecaman yang tak akan pudar
3
Katamu kau lindungi negeri dari eksodus
Tapi Gaza bukan air bah—ia tanah yang dikutuk musuh
Kau bukan bahtera, kau biduk pengkhianat yang halus
Berselimut sorban, berhati Firaun yang rakus
4
Apa artinya Al-Azhar jika muridnya bisu?
Apa artinya sejarah jika darah dibungkam waktu?
Apa artinya kedaulatan jika dibangun dari abu
Anak-anak yang kau tolak dari hidup yang baru?
5
Wahai Sisi, tanganmu bukan sekadar beku
Ia dipenuhi tinta perjanjian penuh malu
Dengan Tel Aviv kau berikan segala pintu
Sementara Gaza kau kunci di neraka tak bermalu
6
Negara Arab mana yang pertama membunuh?
Bukan dengan bom, tapi dengan pagar penuh tuduh
Dengan alasan “aman”, kau biarkan darah menyuluh
Jalan para penjajah—kau tapaki tanpa keluh
7
Revolusi bukan hanya tentang senjata
Ia adalah suara, langkah, dan air mata
Dan kelak, Mesir, rakyatmu akan berkata:
“Kami bukan pengunci, kami pembuka cahaya!”
8
Laut Gaza bersaksi atas karang yang kau keraskan
Tanah Sinai menggeram di balik arogansi pertahanan
Langit Mesir penuh doa yang tertahan
Menunggu retaknya jantung para pengkhianat keamanan
9
Jika engkau tak buka gerbang hari ini
Sejarah akan menulismu dalam abu dan api
Tak ada ampun bagi pemilik kunci tirani
Tak ada doa bagi pengkhianat bumi suci
10
Mesir, pilihanmu adalah takdir bagi jutaan
Membuka pintu atau mengunci kehinaan
Menjadi rumah saudara atau wajah setan
Tapi ingat, Gaza tak akan selamanya sendirian

Lahir di Sorowako, 1 Februari 1969. Menempuh studi pada Jurusan Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Sewaktu mahasiswa, ia pernah menjabat Ketua Umum HMI-MPO Cabang Makassar, 1996-1997. Saat ini ia berkecimpung dalam dunia usaha, sebagai Direktur Utama PT. Pontada Indonesia. Telah mengarang buku puisi berjudul, Ziarah Cinta (2015).


Leave a Reply