Salah satu organ terpenting pada tubuh kita adalah mata. Dengan mata, kita akan dapat melihat segala sesuatu ciptaan Allah Swt. Ada banyak nikmat yang bisa kita rasakan melalui mata.
Begitu pun ketika mata ada gangguan, maka penglihatan pun juga menjadi terganggu. Terganggunya penglihatan akan mengakibatkan sebagian dari nikmat-Nya tidak lagi dirasakan. Mata menjadi sesuatu yang sangat berharga, bahkan nyaris tak ternilai harganya.
Begitu pentingnya mata, maka kita berkewajiban untuk menjaganya. Apatah lagi, mata yang kita miliki, sesungguhnya adalah pinjaman dari Allah Swt. Allah swt memberikan mata, supaya kita bisa maksimal dalam melihat kebesaran-Nya.
Untuk merasakan nikmatnya mata, cukup dengan cara yang sederhana saja. Pejamkan matanya beberapa saat, dan saksikan, apa yang bisa dilihat dengan mata yang terpejam selain kegelapan. Karena itu, bersyukurlah ketika mata masih bisa maksimal untuk melihat kebesaran Allah Swt.
Sangat sering kita mendengar dan melihat beberapa jenis gangguan pada mata yang berujung pada penyakit. Ada istilah katarak, glaukoma, mata minus, mata plus, dan mungkin masih ada istilah yang lain. Ada yang diatasi dengan operasi seperti katarak dan glaukoma, dan juga ada yang diatasi dengan kacamata, baik untuk mata minus maupun yang plus.
Selain jenis gangguan di atas, saya pernah menemukan orang yang penglihatannya terganggu. Seperti selalu ada rambut tipis yang menghalangi penglihatannya. Gangguan ini sudah bertahun-tahun lamanya, dan sudah berulang kali diperiksa oleh dokter mata, tapi semuanya normal saja. Semuanya baik-baik saja. Mengherankan bukan? Juga pada kasus yang lain, di mana penglihatannya menjadi terganggu, karena merasa seperti berpasir halus di matanya. Ada juga yang selalu berair, sering memerah, berkunang-kunang dan gangguan lainnya. Sungguh banyak jenis gangguan pada mata, termasuk pada mata pencaharian.
Begitu banyaknya jenis gangguan pada mata, maka sebanyak itu pula analisa dan dugaan yang menjadi penyebabnya. Ada yang penglihatannya terganggu karena efek dari penyakit diabetes, karena pengaruh radiasi elektronik (termasuk HP dan laptop ), sering membaca dengan penerangan yang kurang maksimal, membaca pada posisi baring, adanya bakteri atau virus, kekurangan vitamin dan nutrisi serta berbagai penyebab lainnya termasuk karena faktor usia.
Penyebab lain gangguan pada mata yang berakibat pada terganggunya penglihatan adalah pengaruh psikis. Ini mungkin belum populer seperti populernya penyebab yang saya sudah sebutkan sebelumnya. Mengacu kepada hasil penelitian, bahwa 90% penyakit disebabkan oleh psikis, maka , gangguan penglihatan pun bisa bermula dari psikis. Kenapa bisa? Ayo simak penjelasannya.
Mata mempresentasikan kapasitas untuk melihat. Adanya gangguan di mata menunjukkan, bahwa ada sesuatu hal yang tidak ingin dilihat. Bisa berupa orang, peristiwa atau kejadian, dan kehidupan secara umum, baik yang telah lalu, sekarang, maupun kekhawatiran dalam melihat masa depan. Begitu pun di saat menolak kenyataan hidup yang sedang dihadapi, dan kemungkinan penolakan kehidupan pada masa depan.
Ketidakinginan dan penolakan atas kenyataan hidup ini, tidak memandang usia dan jenis kelamin, begitu pula strata sosial. Sehingga wajar, kalo di sekeliling kita, orang yang berkacamata sangat sering kita lihat, bahkan semakin banyak jumlahnya. Coba amati, berapa banyak orang yang berkaca mata di sekelilingnya.
Lalu bagaimana dengan anak-anak yang sedari kecil sudah menggunakan kaca mata untuk membantu penglihatannya? Yah sama saja. Bisa jadi sang anak juga mengalami kondisi di mana dia sangat tidak ingin melihat sesuatu, baik orang maupun kenyataan hidup lainnya, sekaligus penolakannya atas kenyataan tersebut. Eh iya, lebih spesifik lagi, mata minus menunjukkan adanya ketakutan akan masa depan, sementara mata plus menunjukkan ketidakmampuan memaafkan masa lalu.
Karena itu sahabat holistik, ayo… kita berdamai dengan kondisi yang ada. Sehingga tak ada lagi sesuatu yang tidak ingin kita lihat. Berdamai bermula dari sikap menerima, bahwa semuanya hanyalah kondisi saja yang bersifat netral. Cara pandanglah yang mengubahnya, menjadi masalah ketika dipandang dari sudut pandang negatif, dan justru menjadi anugerah jikalau dipandang dari sudut pandang yang positif. Menerima berarti tidak mempersoalkan.
Kredit gambar: Pahamify

Seorang terapis. Bergiat di Sekolah dan Terapi Pammase Puang Holistik Center Makassar. Dapat dihubungi pada 085357706699.


Leave a Reply