Komitmen-Semangat: Fondasi Berinovasi

Komitmen sebentuk janji, buah dari kuatnya tekad, bagai angin yang menggerakkan layar kehidupan menuju tujuan. Semangat serupa bara api, mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan.

Ketika tulisan saya soal inovasi mulai menggelinding, beberapa pembaca memberi tanggapan positif, dan menilai tulisan tersebut menginspirasi. Dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi yang lain, untuk juga menumbuhkembangkan inovasi di daerahnya.

Dari sekian tanggapan, ada yang menarik perhatian saya. Hal ini terkait dengan permintaan khusus soal pembelajaran berinovasi. Intinya bagaimana memulai ide, mendesain ide agar bisa diimplementasikan, hingga menemukan dampak dari sebuah inovasi.

Di beberapa tulisan saya, sebenarnya sudah tersurat dan tersirat beberapa pembelajaran inovasi. Sebenarnya, saya pun pernah memikirkan untuk menulis hal tersebut di tahun-tahun awal menekuni inovasi (pelayanan publik).

Namun, saya kurang percaya diri karena belum memberikan bukti nyata dari hasil pendampingan. Setelah berkeliling daerah memenuhi permintaan berbagi pengetahuan dan pengalaman. Slide materi yang saya buat, sering diminta oleh panitia dan peserta. Hal ini terus mengusik hati saya.

Pada tahun 2022, saya putuskan mendalami soal inovasi pelayanan publik ini, dengan kembali ke dunia perkuliahan dan mengambil jurusan administrasi publik, di mana materi inovasi pelayanan publik menjadi bagian penting yang dipelajari. Saya juga mulai mengikuti pelatihan dan kursus baik secara offline maupun online, serta menambah koleksi buku-buku yang terkait inovasi.

Akhirnya, dengan segala keterbatasan itu, saya membulatkan tekad memulainya. Atas provokasi dan dorongan mentor saya, Sulhan Yusuf, CEO Boetta Ilmoe-Rumah Pengetahuan, yang telah malang melintang di gerakan literasi, mulailah saya menuangkan pengetahuan dan pengalaman ini, lewat tulisan yang semoga memberikan kebermanfaatan bagi siapa pun yang membutuhkannya.

Mulailah dengan Komitmen

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) melalui metode inovasinya yang terkenal 5D (DrumUp-Diagnosa-Design-Deliver-Display), mempersyaratkan pemerintah daerah mengawali gerakan menumbuhkembangkan inovasi di daerahnya, dengan membangun semangat berinovasi, yang disebut dengan Drum Up. Membangun komitmen bersama dengan semangat perubahan. Bukti dari komitmen itu dibuatlah ikrar berinovasi.

Komitmen untuk berinovasi di pemerintah daerah, merupakan janji dan tekad kuat untuk terus menerapkan gagasan-gagasan baru, guna meningkatkan pelayanan publik, efektivitas birokrasi, dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini penting, karena dapat membantu pemerintah daerah menjadi lebih responsif, transparan, dan efisien, dalam menghadapi tantangan-tantangan lokal.

Mengapa Komitmen itu penting? Sebab komitmen adalah janji atau tekad yang kuat, untuk melakukan sesuatu atau mempertahankan suatu prinsip, tindakan, atau tujuan.

Ini melibatkan dedikasi dan tanggung jawab yang konsisten, di mana seseorang berpegang teguh pada apa yang telah mereka putuskan atau janjikan, meskipun mungkin ada tantangan atau godaan untuk menyerah.

Saya sering menyaksikan, beberapa kepala institusi/organisasi perangkat daerah, begitu antusias saat membacakan ikrar/komitmen berinovasi tersebut di hadapan pimpinan tertinggi pemerintahan.

Namun, tidak semua mampu konsisten pada ikrar tersebut, dengan alasan yang berbeda-beda. Idealnya, seseorang yang telah berkomitmen tentulah berpegang teguh pada apa yang telah mereka putuskan atau janjikan, meskipun mungkin ada tantangan atau godaan untuk menyerah.

Lanjutkan dengan Semangat

Ketika semangat membara, tidak ada gunung yang telalu tinggi untuk didaki. Demikian sebuah pepatah bijak. Sebab, semangat adalah bahan bakar dari usaha yang tak kenal lelah.

Semangat merupakan energi, antusiasme, atau gairah yang menggerakkan seseorang, agar melakukan sesuatu dengan penuh dedikasi dan motivasi. Ini adalah dorongan internal, membuat seseorang merasa bersemangat dalam mengejar tujuan, menghadapi tantangan, atau melakukan tugas tertentu. Semangat bisa berasal dari minat pribadi, keyakinan, tujuan hidup, atau inspirasi yang mendalam.

Dalam konteks yang lebih luas, semangat juga bisa mengacu pada sikap positif dan penuh antusiasme, yang membuat seseorang terus maju, meskipun menghadapi rintangan. Semangat bisa menjadi sumber kekuatan yang membantu seseorang mengatasi kesulitan, berinovasi, dan mencapai prestasi besar.

Steve Jobs mengatakan, inovasi membedakan antara seorang pemimpin dan seorang pengikut. Jadi, teruslah bermimpi, teruslah berinovasi! Tapi, ide tanpa aksi hanyalah mimpi. Miliki keberanian untuk mewujudkan ide-ide Anda.

Membangun semangat berinovasi adalah kunci, untuk menciptakan solusi baru dan menjaga daya saing dalam lingkungan yang terus berubah. Berdasarkan pengalaman dan referensi berbagai sumber, dapat diambil inspirasi buat membangun motivasi dan semangat berinovasi:

Pertama, passion dan antusiasme. Inovasi sering kali didorong oleh hasrat yang mendalam terhadap bidang tertentu. Antusiasme terhadap sesuatu membuat orang rela meluangkan waktu dan energi untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Banyak inovator yang terdorong keinginan untuk membuat perbedaan yang berarti dalam hidup orang lain atau dalam institusi, ini tepat karena inovasi dapat mengubah cara orang hidup, bekerja atau berinteraksi. Milikilah keinginan untuk memberikan dampak.

Kedua, pupuk dan bangun curiosity (rasa ingin tahu). Rasa ingin tahu dalam diri dan tim perlu terus didorong. Pada metode Design Thinking, disarankan untuk menemukan permasalahan dengan menggunakan pendekatan empati. Rasa ingin tahu, simpati, hingga kepedulian adalah modal dasar menemukan permasalahan.

Selalu ajukan pertanyaan. Jangan pernah puas dengan kondisi sekarang, kondisi yang ada-status quo.  Pertanyaan seperti, “Bagaimana jika?” atau “Apa yang bisa kita lakukan dengan cara berbeda?” dapat memicu ide-ide baru untuk mengatasi masalah.

Ketiga, ciptakan lingkungan yang mendukung risiko. Dibutuhkan resilience (ketahanan). Gagal adalah bagian dari proses. Pimpinan insitusi/organisasi semestinya membuka ruang bagi staf/bawahannya, untuk berani mencoba, sebab inovasi seringkali memerlukan percobaan dan kegagalan.

Paling penting, bagaimana bangkit kembali dan belajar dari kegagalan tersebut. Dengan menciptakan budaya yang menerima kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, maka orang merasa aman untuk mencoba hal-hal baru.

Keempat, Open-mindedness (berpikiran terbuka): Terima ide-ide baru dan berbeda. Gunakan alat dan teknologi terbaru. Alat dan teknologi terbaru dapat mempermudah proses inovasi. Kadang-kadang, solusi terbaik datang dari sudut pandang yang tak terduga. Terus belajar dan berkembang. Berpikiran terbuka, dapat mendorong pembelajaran berkelanjutan dan perkembangan diri.

Oleh karena itu fasilitasi kolaborasi. Inovasi sering muncul dari ide-ide yang saling bertemu. Ciptakan peluang bagi tim lintas disiplin untuk berkolaborasi dan bertukar ide.

Kelima, berikan penghargaan pada karya inovasi. Apresiasi ide-ide baru dan usaha yang dilakukan untuk berinovasi, baik yang berhasil maupun tidak. Ini dapat memotivasi orang dan bersemangat untuk terus mencari cara-cara inovatif.

Keenam, fokus pada pemecahan masalah. Inovasi yang paling bermakna, biasanya muncul dari kebutuhan untuk memecahkan masalah. Identifikasi tantangan yang ada dan fokuslah pada solusi kreatif.

Mengintegrasikan langkah-langkah tersebut, kita bisa menciptakan semangat inovasi yang kuat dan berkelanjutan dalam organisasi. Mari kita jadikan semangat dan komitmen berinovasi sebagai bagian integral dari diri kita. Dengan demikian, kita tidak hanya akan berkontribusi pada kemajuan diri sendiri, tetapi juga pada kemajuan masyarakat dan bangsa.

Kredit gambar: pexels.com/Lana


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *