Multiple Intelligences di Tengah Keluarga

Kecenderungan rata-rata hampir setiap guru dan sekolah, mengajar anak-anak yang baik dan minim masalah. Begitupun keinginan setiap orangtua, inginnya punya anak yang mudah diatur, penurut, dan tidak bermasalah.

Sayangnya, keinginan tersebut adalah sesuatu yang mustahil. Karena itu berarti menyalahi kodrat penciptaan manusia, yang ditakdirkan berbeda dalam sifat, karakter, warna kulit, dan lain-lain.

Perbedaan itulah yang justeru akan memperkaya dan menjadi sebuah tantangan, dalam menyelaraskan diri antara satu dengan yang lainnya.

Jika kesadaran ini telah tumbuh dalam hati dan pikiran setiap orang, maka tak akan sulit untuk melakukan tindak lanjut sebagai sebuah proses dari pendidikan yang sementara kita emban bersama. Orangtua di rumahnya, guru di sekolahnya, dan tokoh masyarakat di lingkungan ia berada dan bisa memberi pengaruh. 

Sebuah kesyukuran untuk lingkungan sekolah, sudah banyak yang mulai memahami dan menerapkan metode pembelajaran ini. Meski tertatih-tatih, tetapi sudah lebih baik ada usaha daripada tidak sama sekali.

Sementara untuk lingkungan keluarga atau rumah, masih sulit untuk dideteksi, karena butuh penelitian tingkat tinggi, guna mengetahui sudah sejauh mana prakteknya. Tulisan ini hadir, hanya sebagai pelengkap, jika sekiranya masih banyak orangtua atau orang dewasa lainnya, yang membutuhkan sudut pandang yang berbeda akan masalah ini.

Inilah 8 kecerdasan menurut Dr. Howard Gardner. Pertama, kecerdasan Linguistik. Komponen inti: kepekaan pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa. Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, berdebat.

Kedua, kecerdasan Matematis-Logis. Komponen inti: kepekaan pada memahami pola-pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang. Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar dan berpikir logis, memecahkan masalah.

Ketiga, kecerdasan Visual-Spasial, Komponen inti: kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat. Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, mendesain.

Keempat, kecerdasan Musikal. Komponen inti: kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titi nada dan warna nada serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal. Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik.

Kelima, kecerdasan Kinestetis. Komponen inti: kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengolah objek, respons dan refleks. Berkaitan dengan gerak motorik dan keseimbangan.

Keenam, kecerdasan Interpersonal. Komponen inti: kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain. Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, mempunyai empati yang tinggi.

Ketujuh, kecerdasan Intrapersonal. Komponen inti: memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri. Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intuitif dan motivasi diri, sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup.

Kedelapan, kecerdasan Naturalis. Komponen inti: keahlian membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun non-formal. Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identifikasi.

Bagaimana prakteknya dalam keluarga? Ambil misal dalam keluarga saya. Kami memiliki empat orang anak, yang memiliki kecerdasan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Yang tampaknya sama-sama mereka miliki adalah kecerdasan musikal dan kecerdasan interpersonal.

Sementara itu, mereka berbeda untuk kecerdasan-kecerdasan lainnya. Tugas sebagai orangtualah untuk terus menggali potensi-potensi kecerdasan mereka dan mengarahkannya sesuai dengan potensinya tersebut.

Ibarat sebuah taman, keragaman bunga adalah pangkal keindahannya. Setiap tanaman yang memekarkan bunganya perlulah dirawat. Sebab, keindahan sepohon tanaman ada pada bunganya. Kekuatannya ada pada keindahan bunganya.

Demikian pula dengan keragaman kecerdasan yang dimiliki setiap anak dalam rumah, hendaklah setiap anak dirawat kecerdasannya, diapresiasi sedemikian rupa agar berkembang. Memang membutuhkan ranah dan ruang khusus untuk memekarkan kecerdasan-kecerdasan itu.

Kredit gambar: https://www.melintas.id/


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *