Para Bapak pun Wajib Belajar Parenting

Sudah adakah komunitas khusus para bapak yang terbentuk dengan tujuan berkumpul bersama, diskusi masalah keluarga dan anak, serta perbincangan seputar keseharian mereka dengan anak-anak?

Cukuplah sebulan sekali atau dua bulan sekali, mengingat kesibukan mereka yang mungkin sangat padat. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar atau melihat ada wadah seperti ini. Yang konsisten mengusung tema-tema kepengasuhan dalam setiap pertemuannya. Kalau ada berarti saya yang kurang update informasi.

Setiap kali saya bertemu dengan sekumpulan orangtua, selalu yang lebih dominan hadir adalah para ibu. Baik di tempat-tempat seminar maupun di tempat-tempat pertemuan yang  berskala lebih kecil. Apakah masalah anak dan keluarga hanya menjadi urusan para ibu saja? Ataukah seharusnya menjadi urusan bapak dan ibu?

Sangat langka saya temui ada suami atau bapak yang begitu peduli pada persoalan psikis anak. Yang nampaknya lebih menjadi fokus perhatian mereka hanyalah pada kebutuhan lahiriah anak-anak saja. Atau tepatnya kebutuhan materi dari seisi rumah.

Memang benar, mencari nafkah adalah pekerjaan utama mereka, namun jangan lupa bahwa isteri pun menanggung beban kerja yang tidak ringan di dalam rumah. Belum lagi jika si isteri bekerja. Maka bergandalah tugasnya. Sebagai ibu, sebagai isteri, dan sebagai pencari nafkah tambahan.

Kalau bapak atau suami tidak melibatkan diri secara aktif dan sadar dalam urusan pengasuhan anak, maka bisa jadi akan timbul banyak masalah. Anak-anak yang kurang merasakan kedekatan fisik dengan bapak, bakal menimbulkan beberapa persoalan, di antaranya: Pertama, komunikasi bapak dengan anak akan mengalami hambatan alias tidak lancar dan cair.

Kedua, aturan dalam rumah yang cenderung dilanggar oleh bapak karena ketidaktahuannya dalam menangani masalah tersebut. Ketiga, anak akan merasakan aura ketidakkompakan dalam rumah, jika bapak dan ibu berbeda pendapat dalam menangani masalah anak sehari-hari.

Keempat, bapak tidak akan merasakan kesulitan-kesulitan ibu dalam mengasuh anak di rumah. Sehingga yang terjadi adalah memandang sepele pekerjaan ibu. Sepulang kerja inginnya hanya bersantai saja. Ibu yang sibuk dengan anak tidak sedikit pun dibantu.

Kelima, anak akan menangkap kesan yang salah dalam memorinya, tentang dikotomi pekerjaan ibu dan bapak. Sehingga bisa jadi ketika mereka tumbuh besar, akan meniru perilaku yang sama dengan apa yang mereka lihat pada relasi kedua orangtuanya.

Saya bisa menghitung jari beberapa orang yang memiliki suami dengan tingkat kepedulian yang tinggi pada masalah tumbuh kembang anaknya. Dari cara mereka berkomunikasi, bertegur sapa, dan memperlakukan anak-anak menunjukkan luasnya wawasan mereka terhadap persoalan parenting. Karena yang umum sekali saya amati, rata-rata para bapak terkesan cuek dan asal-asalan jika berkomunikasi dengan anak-anak mereka.

Hal tersebut sulit untuk diingkari, karena dengan melihat sekilas saja model interaksi orangtua-anak kita sudah bisa menebak seperti apa pola hubungan dan komunikasi mereka selama ini di rumah.

Kita semua perlu sadar sesadar-sadarnya bahwa banyak tindakan kejahatan yang terjadi di luar sana sesungguhnya berawal dari komunikasi antar penghuni rumah yang tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Bapak tidak mengenali anaknya, begitu pun anak tidak mengenali bapaknya.  Hal yang sama juga terjadi pada para ibu. Jika ada perilaku anak yang salah atau kurang berkenan, inginnya langsung memarahi dan menumpahkan kekesalan saat itu juga tanpa pikir panjang.

Jika orangtua dalam hal ini bapak dan ibu saling mengenal satu sama lain, begitupun dengan anak-anaknya, maka banyak peluang untuk terjadinya tindak kekerasan

dapat ditutup atau diantisipasi. Karena biasanya orang-orang yang saling mengenal dengan baik dan memiliki kedekatan hubungan, akan mudah merasakan ketidakberesan jika sesuatu terjadi di antara mereka.

Anak yang tidak berperilaku sebagaimana biasanya, akan mudah dirasakan jika orangtua memiliki jalinan ikatan emosional yang baik dengan mereka. Anak yang sehari-harinya ceria tiba-tiba menjadi pendiam dan selalu murung, dapat segera diatasi jika hubungan tersebut selama ini baik dan lancar. Begitu pun dengan kejadian-kejadian lain yang sangat berisiko jika tidak segera dibenahi dari sekarang.

Mungkin kita  tidak dapat mengubah lingkungan tempat kita tinggal, tapi kita dapat mengubah keluarga kita. Mungkin kita masih tidak dapat mengubah keluarga kita, tapi kita pasti dapat mengubah perilaku kita.

Kredit gambar: https://greatmind.id/

.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *