Detoksifikasi

Pernah kan mendengar istilah detoksifikasi? Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Tapi bukan racun baygon. Apalagi racun tikus yah.

Melainkan racun yang berasal dari, (1) Pencemaran lingkungan, seperti: udara, air, dan mikroorganisme merugikan (2) Makanan berupa: MSG, pengawet, dan lainnya (3) Minuman semisal: alkohol, pemanis, dan lainnya (4) Rokok (5) Obat-obatan kimia.

Secara alami, hasil metabolisme tubuh akan mengeluarkan racun tersebut. Namun, kemampuan tubuh untuk mengeluarkan racun terbatas, sehingga membutuhkan detoksifikasi.

Sebelum membahas cara detoksifikasi, kita ungkap terlebih dulu efek dari adanya racun dalam tubuh. Ternyata, efek adanya racun dalam tubuh bisa menyebabkan, (a) Mengganggu kerja organ tubuh (b) Merusak sel (c) Memicu timbulnya penyakit kronis seperti: disfungsi otak/kepikunan, mandul, haid tidak, teratur, menopause dini, dan ketidakstabilan hormone (d) Menghilangkan manfaat makanan yang kita konsumsi, karena racun mencemari gizi makanan tersebut.

Melihat efek racun tersebut, maka deoksifikasi sangat perlu untuk kita lakukan. Beberapa hal yang bisa dilakukan terkait detoksifikasi adalah :

Puasa

a. Puasa religi seperti puasa Nabi Daud as, puasa senin kamis, puasa bulan Ramadan, dan yang lainnya.

b. Puasa kesehatan seperti puasa ala Shinya, dengan pelaksanaan sebagai berikut: Terakhir mengonsumsi makanan dan minuman pada jam 9 malam, bangun subuh/pagi dengan meminum air hangat, dilanjutkan dengan mengkonsumsi air putih, jus buah, atau sayur segar hingga pukul 12 siang, Juga bisa dengan memakan buah tanpa dibuat jus, tidak mengonsumsi makanan yang dimasak hingga pukul 12 siang, setelah jam 12 siang, bisa kembali mengkonsumsi makanan dan minuman seperti biasa hingga pukul 9 malam. Puasa ini dilakukan tiga kali sepekan.

Lalu apa manfaat berpuasa? Saat berpuasa, akan terjadi proses:

a. Autofogi, yaitu proses daur ulang makanan yang masuk ke dalam tubuh. Proses ini akan memaksimalkan penyerapan sari-sari makanan yang tersisa.

b. Lysosom, yaitu proses di mana sel-sel rusak akan habis tak tersisa, sehingga proses regenerasi sel akan berlangsung maksimal.

c. Produksi hormon awet muda semakin maksimal.

d. Detoksifikasi, dan itu ditandai ketika perut berbunyi (keroncongan , bukan dangdutan).

Tidur

a. Sebaiknya tidur sebelum pukul 11 malam. Sebab, antara pukul 11 malam sampai pukul 3 subuh, melalui hati, tubuh secara alami membuang racun yang ada dalam tubuh, dengan syarat kita dalam keadaan tidur lelap. Saat tidur lelap, tubuh akan memberikan energi maksimal ke hati untuk melakukan tugasnya. Tapi kalau masih begadang, maka energi tersebut tidak maksimal ke hati, karena berbagi dengan organ lain yang masih aktif.

b. Bahaya kurang tidur malam (begadang), (1) Risiko kanker payudara (2) Kanker usus besar (3) Tekanan darah tinggi (4) Stroke (5) Sistem kekebalan tubuh menurun (6) Disfungsi seksual (7) Penuaan dini (8) Mudah marah, depresi, kelelahan mental (9) Migrain (10) Bisul dan eksim.

Makanan dan Minuman

a. Mengonsumsi sayuran berwarna hijau yang banyak mengandul chlorophyl.

b. Sayuran mentah dibuat jus.

c. Biji pepaya dikeringkan dan dicampur lemon.

d. Bawang putih dicampur minyak zaitun.

e. Kopi hitam asli (bukan kemasan) tanpa gula.

f. Air kangen.

Olah Raga

Berolah raga sangat baik untuk detoksifikasi. Sebab, saat berkeringat , racun dalam tubuh juga ikut keluar bersama dengan keringat.

Demikian sahabat holistic, pembahasan terkait detoksifikasi. Insyaallah,  dengan detoksifikasi, kita akan semakin sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Kredit gambar: Grid.id


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *