Setiap orang punya cara mengekspresikan terkait dengan kecintaan dan kerinduan atas hadirnya sosok manusia mulia, yang senantiasa memberikan cahaya kepada umatnya. Dalam rangka itulah, saya pun ikut mengekspresikan dalam bentuk berbagi informasi, terpaut kehidupan Rasulullah saw dan hubungannya dengan kesehatan holistic.
Kita mulai dari kesehatan holistik dulu. Kesehatan holistik adalah sebuah cara pandang tentang pencegahan, penanganan, dan pengobatan penyakit secara utuh, menyeluruh dan keseluruhan.
Kesehatan holistik meliputi spiritual , pikiran, emosi, dan fisik, serta energi lain (nonmedis), dengan metode penanganan yang selalu mengacu ke sebab sebuah penyakit (causal therapy), dan bukan fokus pada gejala (symptomic therapy).
Kesehatan holistik menganut prinsip dasar yang ilahiah, ilmiah, dan alamiah, dengan tujuan menjadi lebih tenang, nyaman, bahagia, sembuh, sehat dan bonus tertingginya adalah semakin dekat dengan Allah Swt.
Sebagai sebuah sistem kesehatan, kesehatan holistik harus dibuktikan kebenarannya, dengan merujuk kepada kehidupan Rasulullah saw, sebagai manusia yang paling sehat sepanjang sejarah. Berdasarkan riwayat, Rasulullah saw hanya 3 atau 4 kali sakit, dan sakit terakhirnya adalah sekaligus menjadi jalan berpulangnya ke Rahmatullah.
Kehidupan Rasulullah saw dan kaitannya dengan kesehatan holistik dapat dilihat pada aspek. Pertama, spiritual. Secara sederhana, dapat dimaknai sebagai keterhubungan dengan sesuatu yang suci. Ada banyak model dalam rangka keterhubungan tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan aktifitas religi ( religiusitas ).
Rasulullah saw adalah pribadi yang sangat religius , taat beribadah dan selalu terhubung dengan Allah swt. Salah satunya adalah kebiasaan berzikir Rasulullah saw. Ternyata, berdasarkan penelitian, zikir sangat bermanfaat untuk kesehatan yang meliputi: Imunitas tubuh meningkat, homeostatis (keseimbangan hormon), sel sel semakin menguat, PH tubuh menjadi semakin basa dan regenerasi sel.
Kedua, pikiran. Rasulullah saw adalah orang yang selalu berpikir positif, menginginkan kebaikan antar sesama, tidak mudah menyimpulkan berita yang datang, sulit untuk menerima berita yang buruk/fitnah, tidak suka memaksakan pendapatnya ke orang lain .
Ketiga, emosi/perasaan. Rasulullah saw adalah pribadi yang tenang, teduh, tidak mudah marah, penuh pertimbangan, tidak kasar dan tidak semaunya sendiri. Rasulullah saw juga merupakan pribadi yang selalu menebar senyuman, memberi salam, sangat mudah diajak berteman dan bersilaturrahmi, supel dan tidak mudah meninggalkan orang lain ketika ada teman baru. Rasulullah saw pun tidak suka mempersulit sesuatu, suka menolong dan selalu punya solusi di setiap permasalahan .
Keempat, fisik. Beberapa kebiasaan Rasulullah saw yang berhubungan dengan fisik adalah (a) makan dan minum tidak berlebihan (b) tidak mencela makanan dan minuman (c) tidur lebih awal dan bangun lebih awal serta berbaring ke kanan (d) mandi di waktu tertentu saja ( sebelum subuh, sesudah subuh sampai jam 9 pagi dan saat waktu salat Asar (e) bersiwak (menggosok gigi) (f) olah raga (g) sering tersenyum (h) minum dengan posisi duduk, tangan kanan, dan seteguk demi seteguk (h) puasa dengan manfaat: autofagi, lysosom, detoksifikasi dan enzim awet muda diproduksi oleh tubuh.
Melihat uraian di atas, wajar saja kalau Rasulullah saw menjadi pribadi yang sangat sehat dan kuat. Paling sehat sepanjang sejarah. Namun, sayangnya, entah karena apa, orang lebih tertarik untuk mengamalkan sistem kesehatan yang tidak merujuk kepada kehidupan Rasulullah saw.
Karena itu, jikalau mau sehat seperti Rasulullah saw, mari ikuti saja kehidupan Rasulullah saw. Tidak perlu mencari teori atau sistem kesehatan lain yang belum teruji dan terbukti. Dan, kabar baiknya, kehidupan Rasulullah saw sangat identik dengan sistem kesehatan holistik yang meliputi spiritual, pikiran , emosi (perasaan) dan fisik itu sendiri.
Mau sehat seperti Rasulullah saw ? Ayo, amalkan sistem kesehatan holistic. Salah satunya adalah dengan banyak tersenyum. Berdasarkan riwayat, Rasulullah saw mendatangi sahabatnya selalu dalam keadaan tersenyum, begitupun ketika dikunjungi oleh sahabatnya, Rasulullah saw senantiasa tersenyum.
Kredit gambar: https://id.quora.com/

Seorang terapis. Bergiat di Sekolah dan Terapi Pammase Puang Holistik Center Makassar. Dapat dihubungi pada 085357706699.


Leave a Reply