Category: Lokalitas
-

Adat Istiadat Malam A’burangga
Tradisi penyucian menuju gerbang pernikahan, dalam budaya Bantaeng mempunyai ciri khas tersendiri, yang membedakan dengan suku lain. Tradisi penyucian yang masih dilestarikan ini disebut malam A’burangga, karena tradisi ini dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah, atau beberapa hari sebelumnya. Tradisi A’burangga ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian upacara pernikahan, dilaksanakan sebagai bentuk penyucian…
-

Tudang Sipulung, Demokrasi Lokal dalam Budaya Bertani Labbo
“Kalau petir sudah berbunyi dari Gunung Lompo Battang dan lempuyang muda muncul, itu tanda musim tanam datang. Tapi kami tidak bisa langsung tanam. Harus musyawarah dulu. Kalau belum ada kesepakatan, jagung satu biji pun tak boleh masuk tanah.” Desa Labbo berada di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Letaknya di pegunungan, sekitar 1.000 meter di…
-

Cerita Rakyat dari Loka: Menjaga Tradisi, Menyemai Pengetahuan
Serambi Baca Tau Macca: Cahaya di Tengah Desa Di Dusun Barabatua, Desa Bontomarannu, Kecamatan Uluere, di tengah hamparan pegunungan dan hawa sejuk pedesaan, berdiri sebuah ruang kecil bernama Serambi Baca Tau Macca. Bukan bangunan megah, hanya sebuah teras rumah yang disulap menjadi tempat bertumbuhnya harapan: tempat di mana anak-anak dan warga desa bisa membaca, belajar,…
-

Monumen yang Dilupakan: Sejarah Pendaratan Belanda di Bantaeng
Di Kabupaten Bantaeng yang penuh dengan sejarah, terdapat sebuah monumen yang terasingkan oleh masyarakat dan pemerintah. Monumen tersebut diacuhkan dan tertutup dengan bangunan rumah dinas. Ada apa dengan monumen tersebut? Apa yang terjadi di balik tertutupnya monumen ini? Apakah ada rahasia di belakangnya? Bantaeng adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.…
-

Saat Ma’baca Tergerus Zaman di Bantaeng: Siapa Bertanggung Jawab?
Sejak tahun 2005, saya hadir di Bantaeng. Saat itu, saya masih seorang pengantin baru yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah Bantaeng. Saya masuk dalam keluarga suami yang sangat kental dengan adat istiadatnya. Ketika baru tiba, saya langsung disuguhi pisang, ada juga songkolo (atau dalam bahasa Bugis disebut sokko), dan diberi dupa. Pada saat itu,…
-

Assuro Ammaca: Harmoni antara Tradisi dan Doa Ilahi
Assuro Ammaca, apakah cuma bacaan biasa saja? Atau ada bacaan khususnya? Tradisi Assuro Ammaca yang sering dilaksanakan di berbagai tempat di Bantaeng, khususnya di desa saya di Bonto Lonrong, sepertinya memiliki tempat tersendiri dalam khazanah budaya masyarakat di desa kami. Assuro Ammaca ini biasanya dilakukan sebagai bagian penting dari penyambutan momen-momen atau hari-hari penting di…
-

Songkobala: Tradisi Menolak Bencana di Desa Lonrong
Menolak bala, apakah itu mungkin? Itulah tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Bonto Lonrong, yang berusaha menolak bala dengan tradisi Songkobala. Songkobala berakar dari bahasa Melayu yaitu songko yang berarti menolak dan bala yang artinya musibah. Sehingga dapat diartikan bahwa Songkobala ini adalah tradisi yang bertujuan agar terhindar dari malapetaka, seperti kejadian buruk, nasib tidak…
-

Jejak Leluhur di Desa Labbo: Misteri dan Makna Songkobala Lompo
“Mimpi dalam dunia adat, adalah jendela rahasia antara langit dan bumi tempat para leluhur menitip pesan dalam diam yang suci.” (Mircea Eliade) Ada sesuatu yang tak terlihat mata, tapi terasa kuat di Desa Labbo. Ia hidup dalam kepulan dupa dan lilin kapuk yang dibakar, dalam gendang yang ditabuh, dan berbisik lewat mimpi kepada mereka yang…
-

Mengunjungi Bungung Tamarunang
Gemercik aliran sungai, burung-burung berkicau beterbangan, berkelebatan di balik rimbun pohon dan dahan. Sejuk dan teduhnya pohon-pohon besar, menjadi atap jiwa di tengah semburat cahaya matahari yang cerah. Semua pemandangan dan nuansa ini bisa kita temukan di Dusun Tamarunang, Desa Barua. Namun tulisan ini bukan hendak membahas tentang indahnya alam atau teduhnya dusun ini. Saya…
-

Cerita dari Nenek Ika: Larangan, Doa, dan Mistik
Keyakinan orang zaman dahulu begitu kuat dan diyakini hingga sekarang, meski alasannya belum sepenuhnya terungkap. Karena itu, kita ingin menelusuri alasan-alasan di balik kepercayaan-kepercayaan tersebut, agar generasi sekarang memahami warisan budaya dan spiritual nenek moyang mereka. Embun pagi masih menempel di daun-daun pisang, ketika Nenek Ika sedang membuka pintu rumahnya. Udara sejuk Bantaeng menyapa kulitnya…
