Author: Takdir Mahmud
-

Makan Bergizi Gratis dan Risiko Bisnis Berkedok Kepedulian
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir atas nama kepentingan anak dan masa depan bangsa. Di atas kertas, program ini membawa harapan besar: menekan angka stunting, memperbaiki kualitas gizi anak, dan memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dengan kondisi kesehatan yang layak. Namun, seiring pelaksanaannya, publik berhak mengajukan pertanyaan mendasar: apakah tujuan mulia itu tetap dijaga, atau…
-

Catatan Jujur dari Ruang Belajar Jurnalisme
Saya baru saja memulai langkah di dunia jurnalistik sebuah ruang yang sejak lama saya kagumi, sekaligus saya waspadai. Dunia di mana kata-kata bukan sekadar rangkaian kalimat, melainkan tanggung jawab. Di sinilah niat diuji, integritas dipertaruhkan, dan kejujuran terus-menerus dipertanyakan. Seiring perjalanan itu, saya mulai menyadari satu hal sederhana namun menentukan: sikap orang terhadap saya berbeda-beda.…
-

Cerita Rakyat dari Loka: Menjaga Tradisi, Menyemai Pengetahuan
Serambi Baca Tau Macca: Cahaya di Tengah Desa Di Dusun Barabatua, Desa Bontomarannu, Kecamatan Uluere, di tengah hamparan pegunungan dan hawa sejuk pedesaan, berdiri sebuah ruang kecil bernama Serambi Baca Tau Macca. Bukan bangunan megah, hanya sebuah teras rumah yang disulap menjadi tempat bertumbuhnya harapan: tempat di mana anak-anak dan warga desa bisa membaca, belajar,…
-

Legislator dan Proyek MBG di Bantaeng: Sebuah Potret Kaburnya Batas Pengawasan
Isu keterlibatan legislator dalam proyek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantaeng belakangan ramai diperbincangkan. Program yang sejatinya digagas Presiden untuk memperkuat ketahanan gizi anak bangsa, kini justru terancam citranya karena adanya dugaan campur tangan wakil rakyat dalam ranah eksekusi kebijakan. Jika benar anggota DPRD Bantaeng turut melibatkan diri langsung dalam pengelolaan dapur MBG,…
-

Ketika Polisi Menjaga Gedung, DPR Menjaga Kursi, dan Rakyat Menjaga Luka
Di jalanan ibu kota, pagar-pagar besi di depan Gedung DPR RI sering kali menjadi simbol jarak antara rakyat dengan para wakilnya. Sebuah batas yang seolah menegaskan: di dalam sana ada kekuasaan, di luar sini ada rakyat yang bersuara. Namun, sejarah menunjukkan, setiap kali pagar itu mulai bergoyang diterjang aspirasi, benteng pengganti segera muncul: aparat kepolisian.…
-

Demokrasi, Kopi, dan Perjalanan Pulang
Senin malam, 25 Agustus 2025, saya menerima telepon dari Pak Alimin DS, Pimpinan Redaksi Publikasionline.id yang juga Ketua JOIN Bantaeng. Dengan gaya bercandanya yang khas, beliau menyampaikan undangan untuk hadir di sebuah kegiatan Bawaslu Kabupaten Bantaeng. “Besok di Hotel Kirei, jangan sampai tidak datang,” ujarnya ringan namun penuh maksud. Saya iyakan tanpa pikir panjang. Keesokan…
-

Serambi Baca Tau Macca Loka: Sebatang Lilin dari Desa
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih ada sudut-sudut kecil di desa yang berusaha menjaga tradisi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah “Serambi Baca Tau Macca”, satu perpustakaan yang terletak di teras rumah kami di Dusun Barabatua, Desa Bontomarannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng. Ruang sederhana ini telah menjadi tempat bagi masyarakat untuk membaca dan mencari…
