Author: Suaib Prawono
-

Pemuda dan Sejarah: Refleksi Pemikiran Barlop
Suatu ketika, Prof. Dr. Baharuddin Lopa (sering disingkat Barlop) ditanya tentang kekhawatirannya terhadap masa depan generasi muda. Alih-alih menyoroti isu hukum atau korupsi yang menjadi bidang keahliannya, Barlop; sapaan akrab beliau, justru mengungkapkan kegelisahan yang tak terduga: generasi muda kehilangan arah karena tidak memahami sejarah bangsanya sendiri. Pernyataan ini mengejutkan, namun menyimpan makna yang dalam.…
-

Salahkah Saya Menjadi Katolik?
Judul tulisan di atas terinspirasi dari pertanyaan salah seorang peserta yang beragama Katolik dalam kegiatan Short Course Moderasi Beragama yang digelar Fatayat NU Sidrap bersama Balai Litbang Agama Makassar pada 14–15 November 2025 lalu. Pertanyaan itu bukan sekadar mencari jawaban teologis, melainkan jeritan nurani dari luka yang telah lama terpendam. Pasalnya, sejak kecil, sang penanya…
-

Tahajud Sang Aktivis: Spiritualitas yang Membela
Tahajud Sang Aktivis adalah sebuah novel kontemplatif yang menggugah. Novel karya Saprillah ini mengisahkan perjalanan batin dan spiritual seorang pemuda bernama Zaki yang terlahir dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan ortodoks. Ia tumbuh dalam lingkungan yang kaku, penuh aturan, dan nyaris tanpa ruang untuk bertanya atau menyuarakan kegelisahan. Lingkungan keluarga yang semestinya menjadi ruang…
-

Pesan Leluhur Bantaeng; Teako Ngondangi Butta
Suatu siang yang hangat di Kota Bantaeng, sambil menyeruput kopi di sebuah warung sederhana, saya terlibat obrolan mendalam bersama Muhammad Yunus; seorang pemuda energik yang dalam beberapa tahun terakhir banyak menghabiskan waktunya berinteraksi dengan masyarakat pedesaan. Pria kelahiran Lamalaka, Bantaeng ini termasuk kategori pemuda yang gelisah terhadap nilai-nilai leluhur yang perlahan mulai tergerus zaman. Karena…
-

Butta Toa, Butta Sipakatau
Butta Toa, Butta SipakatauDi balik hamparan pegunungan yang hijau dan pesisir Sulawesi Selatan yang tenang, terbentang sebuah wilayah bernama Bantaeng. Tanah ini bukan sekadar titik di peta, melainkan ruang hidup yang telah lama berdenyut dalam sejarah Nusantara. Beberapa abad silam, nama Bantaeng telah bergema di berbagai penjuru negeri, dikenal sebagai pusat interaksi budaya dan perdagangan.…
-

Kemerdekaan tanpa Ruang: Suara Minoritas di Negeri yang Meriah
Pagi itu, 17 Agustus datang seperti lukisan lama yang digelar ulang: langit cerah, bendera merah putih berkibar anggun, anak-anak tertawa riang mengikuti lomba makan kerupuk, dan para ibu-ibu tersenyum dalam balutan busana nasional. Di udara, lagu Indonesia Raya menggema, seolah mengukuhkan bahwa kemerdekaan adalah milik semua. Tapi di balik gegap gempita itu, ada jiwa yang…
