Sahabat holistik, masih lanjutan dari tulisan sebelumnya, dengan judul yang sama. Ini bagian terakhir.
19. Payudara
Payudara mempresentasekan prinsip-prinsip keibuan. Jika ada masalah di payudara, itu menunjukkan adanya over mothering terkait seseorang, tempat, sesuatu, atau pengalaman tertentu.
20. Alat kelamin
Alat kelamin mempresentasekan feminitas seorang perempuan dan maskulinitas seorang laki-laki. Masalah di area ini menunjukkan adanya ketidaknyamanan terhadap masalah feminim dan maskulin ini. Juga merefleksikan seksualitas yang kita miliki. Ketika kita merasa diri kotor, penuh dosa, dan menolak tubuh kita sendiri, maka seringkali akan muncul dalam bentuk masalah di area genital ini. Masalah yang muncul bisa berupa gangguan di kandung kemih, pembuangan, vaginistis, prostat, dan masalah-masalah di penis.
Untuk lebih jelasnya terkait dengan gangguan yang berhubungan dengan alat kelamin, dapat dilihat sebagai berikut:
– Perempuan lebih banyak memiliki masalah di area bladder (kandung kemih) dibanding pria, karena wanita cenderung menyembunyikan rasa sakit yang ia miliki, terutama rasa sakit yang berhubungan dengan psikis.
– Vaginistis biasanya terkait dengan adanya perasaan terluka secara seksual terhadap laki-laki. Mungkin pernah mengalami pengalaman buruk di masa lalu terkait seks.
– Gangguan prostat pada pria terkait dengan keberhargaan diri. Terjadi ketika seorang pria merasa diri menua, kekuatan dan kebanggaannya sebagai lelaki mulai memudar.
– Impotensi adalah berupa ketakutan atau perasaan tidak nyaman terhadap sosok pasangan.
– Frigiditas pada perempuan muncul dari perasaan takut atau keyakinan yang kurang tepat untuk menikmati tubuh, benci dan muak terhadap diri sendiri, ditambah lagi dengan adanya ketidaksensivitas dari pasangan.
– Premenstrual syndrome muncul dari perasaan kurang menerima dirinya. Ditambah dengan konsumsi gula yang berlebihan pada di tubuh.
– Penyakit kelamin seringkali muncul dari perasaan bersalah secara seksual. Yaitu merasa kurang tepat untuk mengekspresikan diri kita secara seksual. Biasanya memiliki banyak mitra untuk bermain seks. Ditambah dengan sistem imun yang lemah, baik secara psikis maupun fisik.
– Aids muncul dari perasaan tidak berguna, tidak berharga dan tidak diinginkan. Akhirnya mereka menyakiti atau merusak diri mereka sendiri dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
– Herpes muncul dari perasaan sebagai terhukum, diri ini kotor, tidak baik, sekaligus adanya kemarahan-kemarahan secara emosional.
21. Kecelakaan
Seperti halnya hal-hal lain di dalam kehidupan kita, sebenarnya kita sendiri yang menciptakannya melalui pemikiran dan ucapan kita sendiri.
Kita memang tidak menginginkan kecelakaan terjadi. Tetapi terkadang kita memiliki pola mental yang kurang tepat yang dapat menarik kecelakaan untuk datang kepada kita.
Tidak heran jikalau ada orang yang bolak-balik dapat kecelakaan, di saat ada orang lain yang sama sekali tidak pernah mengalami kecelakaan dalam hidupnya.
Kecelakaan sebetulnya adalah ekspresi kemarahan. Mengindikasikan adanya frustasi karena merasa tidak bebas untuk berbicara atau mengkomunikasikan suatu hal ke seseorang.
Ketika kita begitu marahnya ke diri kita sendiri, merasa bersalah, butuh dihukum, maka kecelakaan pun menjadi pilihan untuk kita ambil dan membalas semua ini.
Kecelakaan juga menunjukkan adanya perlawanan terhadap otoritas seseorang. Karena begitu marahnya, kita ingin memukul seseorang. Ternyata, kita sendiri yang dipukul melalui kecelakaan.
22. Stroke
Adalah kondisi darah yang menggumpal, kemacetan di aliran darah atau di otak kemudian memotong suplai darah ke otak.
Otak adalah komputernya tubuh. Darah adalah suatu bentuk suka cita atau keriangan. Pembuluh darah vena dan arteri adalah saluran dari suka cita ini. Segala hal bekerja di bawah hukum dan aksi dari cinta. Kecerdasan sempurna yang tercipta di alam semesta ini, berjalan dan berfungsi dengan baik karena cinta dan suka cita .
Pikiran dan perasaan negatif yang memenuhi pikiran dan hati akan membuat tidak adanya ruang lagi untuk cinta dan suka cita ini mengalir dengan bebas dan terbuka.
Seringkali kita menekan hidup kita untuk mengarah ke suatu hal, padahal kondisinya tidak memungkinkan untuk itu. Stroke ini membuat seseorang mengarahkan hidupnya dengan cara yang benar-benar berbeda, dan memberi kesempatan seseorang untuk mengevaluasi ulang terhadap gaya hidupnya selama ini.
23. Tumor
Tumor bermula dari pertumbuhan yang tidak tepat. Ibarat kerang yang kemasukan pasir, kemudian dengan alasan perlindungan, ia kemudian menutupinya selapis demi selapis cangkang, sehingga terbentuklah mutiara yang indah.
Begitu juga yang terjadi di diri seseorang. la memiliki luka emosional di masa lalu, kemudian luka ini justru dirawat dengan cara ditutupi selapis demi selapis, sampai akhirnya membentuk benjolan yang disebut tumor.
Seharusnya luka yang ada, sedari awal dihilangkan dan dikeluarkan dari tubuh. Bukan malah dirawat dan dipelihara baik-baik.
Ini yang menyebabkan banyak wanita menderita tumor di rahimnya. Hal ini berasal dari luka emosional yang terkait dengan feminitasnya. Ketika suatu hubungan berakhir, bukan berarti ada yang salah di diri kita. Atau lantas membuat diri kita menjadi tidak berharga sebagai pribadi. Kita masih sangat bisa mengkreasi hidup kita.
24. Kanker
Kanker Menunjukkan adanya kemarahan, kebencian, dendam, sakit hati yang mendalam dan lama. Bila ingin sembuh dari kanker, maka lepaskan ini semua dari dalam diri Anda
Sesuatu hal yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat merusak kepercayaannya terhadap dunia ini. Peristiwa ini mungkin tidak bisa dilupakan begitu saja, dan sepanjang hidupnya, individu ini berada dalam perasaan mengasihani diri sendiri, sulit untuk membangun dan memelihara hubungan jangka panjang yang bermakna dengan orang lain. Karena dalam keyakinannya, hidup ini adalah serangkaian kekecewaan belaka.
Perasaan tidak berdaya, tidak ada yang membantu, pikiran yang tertutup, dan mudah untuk menyalahkan orang lain terhadap keseluruhan masalah-masalahnya. Dan sangat kritis terhadap diri sendiri. Semua ini adalah karakter yang dimiliki oleh sebagian besar penderita kanker.
Proses penanganan yang bisa dilakukan terhadap pasien-pasien kanker ini adalah belajar untuk mencintai dan menerima diri sendiri dan orang lain adalah kunci untuk kesembuhannya.
Semua pesan tubuh di atas (nomor 1 sampai 24, bagian 1 hingga 3), bisa juga disebut sebagai landasan emosi yang menyertai sebuah penyakit. Mungkin memang tidak sepenuhnya mewakili penyebab sakit bagi semua orang. Tetapi hal ini akan sangat berguna untuk memberikan informasi yang penting bagi kita untuk mencari akar masalah dari penyakit-penyakit yang diderita seseorang. Dan, sebagai terapis, saya sudah membuktikan akan kebenaran pesan tubuh tersebut, melalui kasus-kasus penyakit yang diderita pasienku.
Ayo sahabat holistik, kita “dengarkan” pesan tubuh kita. Siapa lagi yang akan “mendengarkan” kalau tidak bermula dari diri sendiri. Hal ini menjadi penting agar kita tidak lagi jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Dan pada akhirnya, hidup kita semakin berkualitas, bahagia dan membahagiakan, serta hidup sehat holistik.

Seorang terapis. Bergiat di Sekolah dan Terapi Pammase Puang Holistik Center Makassar. Dapat dihubungi pada 085357706699.


Leave a Reply