Ketika Tubuh Mulai Bicara (2)

Melanjutkan tulisan sebelumnya, mari dengarkan jeritan tubuh kita.

6. Paru-paru

Paru-paru mempresentasikan kapasitas kita untuk menerima dan memberikan makna pada setiap kehidupan yang dijalani.

Adanya gangguan di paru-paru menunjukkan adanya ketakutan untuk menjalani kehidupan ini. Juga merasa tidak punya hak untuk menikmati hidup secara utuh.

Selain itu, sedih berkepanjangan juga akan memengaruhi paru-paru. Saya sangat sering mendapati pasien yang mengalami gangguan di paru-paru, dan setelah saya telusuri akar masalahnya, ternyata hidupnya penuh dengan kesedihan. Baik karena pasangannya, anaknya maupun kehidupannya secara umum. Sungguh indah pesan Al-Quran yang melarang kita untuk bersedih hati.

Emphysema (paru-paru bengkak) menunjukkan adanya pengingkaran terhadap kehidupan yang sedang dijalaninya. Atau berniat mau melarikan diri dari kehidupannya, hanya saja tidak memiliki keberanian, atau merasa tidak memiliki kuasa untuk menghindar dan terpaksa menjalani suatu kondisi atau kenyataan hidup.

Masalah di paru-paru ini juga menunjukkan adanya “topeng” yang sedang dikenakan untuk menutupi perasaan terdalamnya, yaitu merasa diri tidak cukup layak atau kurang berharga.

7. Jantung.

Ada dua komponen yang saling terkait dengan hal ini, yaitu jantung dan darah. Jantung mempresentasikan cinta, dan darah mempresentasikan kegembiraan atau suka cita. Idealnya, jantung dengan penuh suka cita memompa darah ke seluruh  bagian tubuh.

Jika kita menolak atau mengingkari cinta dan suka cita ini, maka jantung akan menjadi mengkerut dan menjadi dingin. Akibatnya, darah pun menjadi lamban, yang pada akhirnya bisa menyebabkan anemia, angina hingga serangan jantung.

Orang yang seringkali terkena serangan jantung, atau jantungnya bermasalah, adalah orang-orang yang sulit untuk menikmati kegembiraan, dan tidak bersuka cita dalam mencintai orang lain.

8. Bisul

Bisul menunjukkan adanya ketakutan dalam menjalani kehidupan. Merasa tidak cukup baik sebagai pribadi dan memiliki keberhargaan diri yang rendah.  

9. Kulit

Kulit mempresentasikan tentang individualitas. Masalah di kulit menunjukkan, bahwa kita sedang merasa terancam individualitasnya oleh seseorang. Kita merasa ada orang lain yang lebih powerfull sedang menguasai diri kita.

Cara termudah untuk mengatasi masalah di kulit adalah merawat diri sendiri dengan mengatakan, “Saya menerima diri saya sendiri.” Katakan hal ini sesering mungkin dalam setiap harinya. Semakin sering diucapkan,  maka semakin bagus. Kembalikan perasaan,  bahwa Anda telah memiliki kekuatan atas diri sendiri. Bukan orang lain yang mengendalikan, tapi diri Anda sendiri. Remote dalam genggaman Anda.

10. Arthritis

Arthritis muncul dari pola yang konstan dari adanya kritik atau kecaman. Baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Orang-orang dengan penyakit arthritis ini menarik banyak kritikan kepadanya, karena mereka pun melakukan hal yang sama, yaitu suka mengkritik. Mereka biasanya perfeksionis dan menuntut kesempurnaan sepanjang waktu dan di berbagai situasi yang berbeda.

11. Asma

Muncul dari perasaan, bahwa saya tidak memiliki hak untuk bernapas bagi diri saya sendiri. Anak-anak yang memiliki asma, biasanya membangun secara berlebihan suara hati yang terlalu dalam, tapi kurang konstruktif.

Mereka selalu saja merasa bersalah terhadap apa pun yang sedang terjadi di sekitar lingkungan dirinya. Apalagi bila sesuatu hal tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka ia akan merasa bersalah sekaligus tertekan.  Selalu merasa tidak benar, merasa bersalah dan membutuhkan hukuman terhadap diri mereka sendiri. Sayangnya, pola mental seperti ini, cenderung menetap hingga mereka dewasa nanti.

12. Panas, rasa terbakar, demam, dan inflamasi (peradangan)

Hal ini muncul ketika adanya kemarahan di dalam tubuh. Kemarahan ini butuh jalan untuk dikeluarkan atau diekspresikan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan rasa marah adalah dengan memukul bantal, teriak sekencang-kencangnya di dalam mobil yang tertutup rapat, di pantai, di lapangan dan semacamnya. Yang pasti bukan melampiaskan kemarahannya pada orang lain. Sebab, akan menimbulkan masalah baru  lagi.

13. Kegemukan

Kegemukan mempresentasikan kebutuhan akan perlindungan dari rasa terluka, perasaan diabaikan, dikecam, dikritik, dan disiksa. Butuh dilindungi dari masalah-masalah kehidupan secara umum

14. Kekakuan di tubuh

Kekakuan di tubuh menunjukkan kekakuan di alam pikiran. Rasa takut membuat seseorang selalu kembali ke pola mental yang sama, dan sulit menjadi lebih fleksibel. Jika kita meyakini bahwa hanya ada satu jalan untuk melakukan sesuatu, atau menyelesaikan sesuatu hal, maka kita pun akan menjadi  pribadi yang kaku, dan akan membuat tubuh kita juga menjadi kaku. Yakinkan diri kita, bahwa sesungguhnya ada banyak jalan yang bisa kita pilih untuk menyelesaikannya.

15. Pembengkakan.

Pembengkakan mempresentasikan adanya penyumbatan dan stagnasi di dalam proses berpikir dan emosi. Seperti tersumbatnya air mata, perasaan terjebak, dan terpenjara, atau menyalahkan orang lain atas keterbatasan yang dimiliki.

Jika ingin sembuh, lepaskan masa lalu dan cuci bersih semuanya. Ambil kembali kekuatannya, jangan pernah berdiam di satu situasi di mana Anda pun tidak pernah menginginkannya. Gunakan pikiran terbaik untuk menciptakan apa yang diinginkan. Biarkan diri  Anda mengalir bersama dengan aliran atau pasang surutnya hidup ini.

16. Anorexia-Bullimia

Hal ini menunjukkan adanya  pengingkaran terhadap kehidupan kita sendiri. Akibatnya, muncul benci yang sangat ekstrim terhadap diri sendiri, seperti perasaan ingin mati saja. Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya adalah dengan menyetujui dan menerima diri sendiri apa adanya.

17. Telapak kaki

Telapak kaki mempresentasikan pemahaman kita terhadap diri kita sendiri dan kehidupan ini, baik yang berhubungan dengan masa lalu, sekarang dan masa depan.

Banyak orang tua merasa sulit dan butuh waktu lama untuk berjalan. Hal ini karena pemahaman mereka  sudah tidak tepat, merasa tidak ada tempat untuk mereka berjalan lagi. Bahkan banyak yang menyeret kakinya untuk berjalan, karena merasa tak bisa apa-apa lagi.

18. Kolon atau usus besar

Kolon mempresentasikan kemampuan kita untuk melepas. Melepaskan segala sesuatu yang tidak penting, dan tidak kita butuhkan dalam menjalani kehidupan ini.

Tubuh kita sebenarnya berjalan dalam ritme yang sempurna dan terus mengalir sepanjang hidup. Membutuhkan keseimbangan dalam hal asupan, proses cernanya dan pengeluarannya. Hanya ketakutan yang akan menghambat proses pelepasan ini.

Ayo sahabat holistik, kita “dengarkan” pesan tubuh kita. Siapa lagi yang akan ” mendengarkan” kalau tidak bermula dari kita sendiri. Jikalau sudah “mendengarkan”, maka  akan terjadi proses perubahan yang lebih baik, tidak jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya, dan pada akhirnya hidup kita semakin berkualitas, bahagia dan membahagiakan serta sehat holistik.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *