Ketika Tubuh Mulai Bicara (1)

Kala menjalani hari demi hari episode kehidupan kita. Insyaaallah, haqqul yaqin semuanya baik-baik saja. Apa pun itu, semuanya hanyalah kondisi saja yang bersifat netral. Cara pandanglah yang akan mengubahnya.

Jika menggunakan sudut pandang negatif, maka akan menghasilkan masalah, dan jikalau sudut pandangnya positif,  maka berbuah anugerah. Masalah  sesungguhnya hanya ada di  pikiran, dan bukan kenyataan.

Begitu pun kondisi kesehatan kita. Selama ini, jikalau  sakit, maka yang terjadi adalah respon negatif atas kondisi sakit tersebut. Akibatnya,  seseorang sangat mungkin semakin menderita, sebab sakitnya itu dianggap masalah. Padahal dari sudut pandang positif, sakit itu sesungguhnya adalah salah satu pesan terbaik dari tubuh kepada si pemilik tubuh.

Tubuh berbicara atas  apa yang sedang dialami, dirasakan dan sekaligus memberikan informasi, bahwa ternyata, ada yang keliru dalam hal perlakuan, baik di fisik maupun di psikis.

Bicaranya tubuh dalam bentuk sakit, sesungguhnya adalah pesan cinta Tuhan. Tuhan sedang mengizinkan tubuh untuk berbicara kepada tuannya, si pemilik tubuh. Jikalau demikian, maka sesungguhnya, sakit itu bukan masalah,  melainkan anugerah untuk hidup yang lebih berkualitas.

Pada buku ” Pesan Cinta Tuhan Melalui Tubuhku ” karya Ika Shinta Sari, S.Psi, PSI, MNLP, terdapat beberapa ulasan terkait dengan pesan dari tubuh atas sakit gangguan yang diderita. Ika Shinta Sari adalah seorang psikolog dan konsultan kesehatan holistik. Saya memanggilnya dengan Bu Shinta. Beliau adalah salah seorang guruku terkait dengan ilmu kesehatan holistik.

Untuk lebih detailnya, kita lihat satu per satu pesan dari tubuh kita.

1. Kepala

Kepala mempresentasikan tentang diri kita. Yaitu, bagaimana kita memandang dunia di luar diri kita. Kita dikenali sebagai apa oleh dunia ini? Jika terjadi masalah di kepala, artinya kita sedang merasakan ada sesuatu yang salah dengan diri kita.

Sakit kepala juga terjadi saat kita kurang tepat memaknai diri kita sendiri. Kalau ini terjadi, coba berhenti sejenak dan evaluasi diri. Di mana Anda sekaranng? Dan bagaimana Anda bisa merasa kurang tepat? Maafkan diri Anda sendiri, dan lepaskan masalah yang terjadi pada diri Anda. Dan, sakit kepala akan hilang bersamaan dengan perasaan enteng dan kosong karena lepasnya masalah tersebut.

Ada yang sering migrain? Migrain terjadi pada orang-orang yang perfeksionis dan menuntut kesempurnaan, baik untuk dirinya maupun ke orang lain. Pada kondisi seperti ini, tanpa disadari, ia sedang menciptakan tekanan-tekanan bagi dirinya sendiri. Dan, akan semakin fatal, jika tekanan tersebut tidak mampu dikeluarkan.

2. Rambut.

Rambut mempresentasikan kekuatan. Ketika merasa tertekan dan takut, maka akan tampak terasa kekakuan pada tubuh. Bermula dari otot yang kaku  di tengkuk, bahu sampai dengan puncak kepala, dan turun sampai ke dekat mata. Ketika ini terjadi terus  menerus, maka batang rambut pun ikut tertekan, tidak bisa bernapas dengan baik. Akibatnya, rambut pun jatuh berguguran.

Jika kondisi tersebut semakin berlanjut, maka kulit kepala tidak bisa rileks, maka akar rambut juga menjadi tertekan dan menjadi rusak. Pada kondisi  seperti ini, rambut tidak bisa lagi tumbuh dan pada akhirnya terjadilah kebotakan.

Tekanan hidup ini sama sekali tidak membuat seseorang menjadi kuat, tapi justru melemahkan. Lalu apa yang mesti dilakukan? Jawabannya adalah, kita perlu menjadi lebih rileks atau santai, berpusat pada diri sendiri dan merasakan kedamaian. Saat seperti ini, maka akan muncul kekuatan yang sesungguhnya dan membuat diri menjadi lebih aman dan nyaman.

3. Hidung (sinus).

Hidung mempresentasikan  kejengkelan terhadap seseorang yang dekat dengan kehidupannya. Begitu pun saat merasa ada orang lain yang jengkel terhadap Anda. Selain itu,  untuk kasus sinusitis, juga dipengaruhi oleh asam lambung yang bergerak masuk ke rongga sinus. Pergerakan asam lambung ini dipicu karena naiknya asam lambung. Asam lambung naik disebabkan karena stres.

Karena itu, untuk mengatasinya adalah berhenti jengkel kepada orang lain, dan juga stop merasa bahwa ada orang yang jengkel pada Anda. Hindari stress dengan pikiran dan perasaan yang positif plus pemetaan kondisi yang dianggap masalah.

4. Leher

Leher mempresentasikan kemampuan bersikap fleksibel dalam hal berpikir, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, dan melihat sesuatu dalam sudut pandang orang lain.

Ketika ada masalah pada area leher, maka itu menunjukkan adanya kekakuan atas konsep pribadi yang dimiliki ketika menghadapi suatu kondisi. Selalu merasa paling benar dan keras kepala, dan tidak bisa menerima pendapat atau pemikiran orang lain.

Untuk mengatasinya, bisa dengan menjalani hidup yang lebih fleksibel. Fleksibilitas bermula pada pikiran dalam memandang sesuatu, baik orang maupun peristiwa. Termasuk  menghargai pendapat orang lain, menerima pendapat mereka, dan pada akhirnya tidak lagi merasa paling benar.

5. Tulang belakang

Tulang belakang mempresentasikan kebutuhan akan dukungan dari orang lain, dan ini terbagi atas :

a. Masalah di tulang belakang bagian atas, menunjukkan adanya perasaan akan kurangnya dukungan secara emosional, dan perasaan kurang dimengerti oleh pasangan, teman, sahabat atau mitra kerja, termasuk pimpinan. Untuk mengatasinya adalah dengan bersikap lebih mandiri. Bahwa kondisi kita tidak ditentukan oleh orang lain. Kita sangat bisa melakukannya dengan kekuatan yang Allah swt sudah berikan, baik yang sudah mengaktual, maupun yang masih bersifat potensi. Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah stop berharap dan hindari sikap mau dimengerti. Tapi mengertilah…

b. Masalah di tulang belakang bagian tengah terkait dengan perasaan bersalah dan ketakutan dalam melihat masa lalu. Ini bisa diatasi dengan menerima dan berdamai dengan masa lalu serta hidup di kekinian. Lepaskan “kaca spion”  yang membuat  sering melihat ke belakang. Optimislah, bahwa hari ini lebih baik dari kemarin,  insyaallah haqqul yaqin.

c. Masalah di tulang belakang bagian bawah, menunjukkan adanya kekhawatiran berlebihan soal keuangan. Merasa kekurangan uang dan ketakutan tidak punya uang atau jumlahnya yang belum mencukupi. Ayo, siapa yang sering merasakan gangguan ini? Ini bisa diatasi dalam bentuk menerima dan merasa cukup dengan rezeki yang Allah Swt. sudah berikan. Juga dengan pemetaan, agar bisa keluar dari jebakan, antara kebutuhan dan keinginan. Dominannya keinginan akan membuat seseorang merasa, bahwa  uangnya  tak pernah cukup.

Ayo sahabat holistik, kita “dengarkan” pesan tubuh kita. Siapa lagi yang akan “mendengarkan” kalau tidak bermula dari kita sendiri. Jikalau sudah ” mendengarkan ” , maka  akan terjadi proses perubahan yang lebih baik, tidak jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya, dan pada akhirnya hidup kita semakin berkualitas, bahagia dan membahagiakan serta sehat holistik.

Kredit gambar: Pikbest


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *