Author: Sitti Nurliani

  • Luka di Balik Kekuasaan: Membaca Budaya Kekerasan Seksual di Indonesia

    Luka di Balik Kekuasaan: Membaca Budaya Kekerasan Seksual di Indonesia

    Saya punya kebiasaan ketika selesai mengisi seminar diskusi, tidak segera meninggalkan lokasi diskusi. Saya memilih tinggal beberapa saat untuk melanjutkan diskusi bersama peserta forum dalam suasana yang lebih santai. Di antara mereka ada yang curhat, ada juga yang meminta kontak untuk bisa berdiskusi secara lebih personal. Hari itu, saya memberikan materi tentang keadilan gender dalam…

  • Tuhan, Tradisi, dan Kartini: Renungan Seorang Perempuan

    Tuhan, Tradisi, dan Kartini: Renungan Seorang Perempuan

    Hari masih pagi, ketika saya sedang duduk di beranda rumah di kampung, sembari berbincang lewat telepon dengan seorang teman di Jepara, tempat kelahiran Kartini. Hujan baru saja reda, cuaca sangat dingin, lalu sesekali saya meneguk teh hangat yang baru saja kuseduh. Kami sedang berbincang tentang perempuan, pendidikan, dan tradisi. Tiba-tiba saja ia mengirim pesan gambar…

  • Budaya Healing: Antara Cinta Diri dan Komodifikasi Luka

    Budaya Healing: Antara Cinta Diri dan Komodifikasi Luka

    Langit sedang mendung ketika saya selesai mengisi seminar diskusi di suatu kafe di Makassar. Saya tidak langsung pulang. Saya lalu duduk di meja yang kosong sambil memesan hidangan yang cocok di saat cuaca mendung. Sembari melanjutkan buku bacaan saya, di meja sebelah, sepasang anak muda sedang asyik bercakap sambil memegang buku dengan sampul bergambar perempuan…

  • Ketika Ibadah Menjadi Konten: Puasa Ramadan di Era Digital

    Ketika Ibadah Menjadi Konten: Puasa Ramadan di Era Digital

    Sejak kecil, Ramadan bagi saya selalu terasa lebih tenang. Setelah sahur, saya senang menikmati udara subuh yang masih sejuk. Tidak ada kebisingan, tidak ada kesibukan. Hanya langit yang perlahan terang dan suasana yang hening nan damai. Di siang hari, semuanya berjalan lebih pelan. Saya lebih banyak membaca Al-Qur’an, berhenti sebentar, lalu membaca lagi. Tidak ada…

  • Tren Minimalisme: Seni Mengatur Hasrat dan Merayakan Kesederhanaan

    Tren Minimalisme: Seni Mengatur Hasrat dan Merayakan Kesederhanaan

    Sejak dulu, saya selalu tertarik mengamati bagaimana manusia menjalani hidupnya. Sebagian mereka memilih untuk terus mengejar lebih banyak, sebagian lagi memilih untuk melepaskan. Ada yang mengisi hari-harinya dengan tumpukan ambisi dan kesibukan, lalu ada juga yang perlahan memisahkan diri dari riuhnya dunia, sembari mencari makna dalam kesunyian. Pernah suatu hari, saya sedang duduk di kantin…

  • Perempuan dalam Bayang-Bayang Pujian Dangkal

    Perempuan dalam Bayang-Bayang Pujian Dangkal

    “Seorang perempuan selalu mudah dipengaruhi dengan diberi pujian-pujian mengenai penampilannya daripada mengenai jalan pikirannya.” (Simone de Beauvoir) Saya sering bertanya-tanya, mengapa pujian untuk perempuan lebih sering berkutat pada kecantikannya dibandingkan dengan cara berpikirnya? Sebenarnya, ini bukan sekadar fenomena sosial yang terjadi di media atau ruang publik. Tetapi, ini adalah refleksi dari cara kita membentuk makna…

  • Kultus Skincare, Penjara Baru bagi Perempuan

    Kultus Skincare, Penjara Baru bagi Perempuan

    Pernah suatu kali, seorang teman berkata dengan bercanda, “Wajahmu glowing yah kalau di foto? Tapi kalau di dekat, ternyata banyak bintik-bintiknya.” Saya hanya tersenyum sambil meneguk secangkir kopi yang baru saja kuseduh. Sebenarnya, kata-katanya tidak menyakitkan, tetapi tetap meninggalkan tanda tanya di pikiran saya. Mengapa kecantikan kini seolah lebih dari sekadar pujian? Mengapa kita merasa…

  • Akar Metafisis dari Bencana Alam: Perspektif Epistemologi Irfani

    Akar Metafisis dari Bencana Alam: Perspektif Epistemologi Irfani

    Proses kehidupan yang sering kali diterpa bencana, Indonesia menjadi saksi dari deretan peristiwa yang menunjukkan betapa rapuhnya struktur sosial manusia saat berhadapan dengan gejolak alam. Dalam setahun terakhir (2024), data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.942 peristiwa bencana alam yang melanda nusantara. Mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gempa…

  • Literasi di Kota Makassar Pasca 2024: Masih Adakah Harapan?

    Literasi di Kota Makassar Pasca 2024: Masih Adakah Harapan?

    Kota Makassar, yang dahulu dikenal sebagai kota intelektual, kini seolah kehilangan arah di tengah riuhnya zaman. Sebagai warganya, kita masih menyebut diri bagian dari tradisi pelaut ulung, tetapi pertanyaannya, apakah kita masih memiliki peta untuk menavigasi lautan literasi? Literasi sejati bukan sekadar tumpukan kata, tetapi sebuah kerja panjang jiwa, yang menyangkut proses membaca, merenung, dan…

  • Ruang Cerdas yang Terluka: Pelecehan Seksual di Perpustakaan

    Ruang Cerdas yang Terluka: Pelecehan Seksual di Perpustakaan

    Di mana manusia menemukan dirinya, di situlah peradaban bermula. Perpustakaan, bagi banyak orang, adalah ruang yang sakral. Ia bukan sekadar bangunan penuh rak dan buku, tetapi sebuah dunia yang menggugah pikiran, menenangkan batin, dan memberi harapan. Pemikir perempuan, Simone de Beauvoir (1908-1986), dengan tepat menyatakan bahwa manusia adalah proyek yang harus terus diciptakan. Dalam ruang…